Minggu, 22 Mei 2011

Membalas ibu

Ibuku sedang merenovasi rumahnya, lantainya dibuat lebih tinggi. Maklum rumah itu terletak di kawasan rentan banjir. Sudah puluhan juta ia keluarkan. Cuma mengandalkan tabungan dan uang pensiun almarhum bapak. Aku tahu persis bagaimana keadaan keuangannya. Hebatnya, ia selalu terlihat baik-baik saja. Mungkin karena ia tidak mau merepotkan anak-anaknya yang sedang tumbuh berkeluarga. Tapi sekali lagi aku tahu persis bagaimana keadaannya.

Aku sedang menabung untuk membeli lensa kamera yang kuidamkan dan harganya cukup mahal, tapi disisi lain rasanya ingin juga membantu ibu. Pikiran sempat bimbang antara hobi fotografi dengan membantu ibu merenovasi rumahnya. Tapi kupikir alangkah bodohnya aku jika tidak berbuat apa-apa. Ibu tidak pernah memikirkan keinginan pribadinya ketika aku meminta uang 'jajan' dan membayar biaya sekolah sampai aku menjadi sarjana. Bahkan diakhir masa kuliahku dulu, ibu pernah menjual perhiasannya untukku.

Sekarang lah saatnya membayar semua yang telah dia lakukan padaku seumur hidupnya. Meskipun tidak bisa 'melunasi' jerih payah dan pengorbanannya untukku seumur hidupnya, tapi kali ini adalah giliranku untuk untuk mengorbankan keinginan pribadiku untuk ibu.


arif

Sabtu, 21 Mei 2011

Drama Ruang Tunggu

Kami putuskan (sebenarnya team leader kami yang putuskan) untuk meneguk secangkir kopi di kafe bandara sambil menunggu pesawat ke Jakarta yang mungkin tiba 2 jam lagi. Suasana 'ngopi' seharusnya nyaman, tapi tidak kali ini. Ketua timku sepertinya sedang kesal dengan salah satu anggota tim karena kesalahan yang dia perbuat kemarin sebelum exit meeting hasil audit.

Obrolan yang biasanya tumpah ruah dengan kata-kata dan tawa ringan digantikan dengan menunduk melihat layar handphone. Masing-masing orang sibuk dengan handphonenya karena tidak ada yang berani (atau mau) untuk memulai sebuah percakapan. Kepalaku sibuk memikirkan topik pembicaraan apa yang harus dilontarkan, yang tidak terlalu mengada-ada.

Panggilan kepada penumpang dari pengeras suara terus bersahutan, kuharap pengeras suara itu menyebut GA-513, nomor penerbanganku, dan segera menghentikan kebisuan yang konyol ini.

Minggu, 21 November 2010

Mulai menulis kembali

Setelah sekian lama tidak menulis sesuatu untuk blog, rasanya tidak mudah menuangkan seluruh isi pikiran ke dalam sebuah tulisan. Sepuluh menit pertama diisi dengan kebingungan soal apa yang mau ditulis, menit-menit berikutnya sibuk memilih kata-kata yang "enak" dibaca. Setiap kali mengetikkan sebuah kalimat, selalu saja diiringi dengan menekan tombol "delete". Hampir satu jam terbuang tanpa ada paragraf yang terselesaikan.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sabtu, 23 Oktober 2010

Ditepi dinding tua

Foto ini diambil di kawasan kota tua Jakarta pake kamera Sony Alpha 230 + lensa Sony 75-300mm. Lagi eksplorasi sama lensa tele.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kamis, 21 Oktober 2010

Anggun Noviana

Waktu hunting foto ke kawasan kota tua, gue ngeliat sekelompok orang lagi foto-foto buat profile band. Berhubung gue lagi bawa lensa 75-300, sekalian aja deh gue ikutan take fotonya. Lumayan dapet model gratis. Gue akhirnya kenalan sama mereka sama dan janji buat ngirim hasil foto "nyolong" gue lewat email yang dikasih sama vokalisnya. Isengi-iseng, gue search nama vokalisnya di Facebook karena rasanya muka-muka mereka (band itu) gak terlalu asing buat gue. Bener aja, ternyata mereka ade kelas gue di SMA 54. Ah, dunia emang sempit. Ini foto vokalisnya

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Otak yang cenderung lemot kalo malem

Berhubung jarak antara kantor sama mess tempat gue nginep deket banget (tinggal jalan kaki aja), gue udah niatin bakal balik ke kantor malem ini buat nyelesein kerjaan, karena besok udah harus diskusi sama auditee. Setelah makan malem sama mandi, gue balik ke kantor. Pas sampe kantor ternyata bukan cuma gue aja yang mau ngelembur, ada orang IT dan beberapa orang lainnya yang masih duduk dikantor. Baguslah, jadi ada temennya.

Pas masuk ke ruang kerja, AC masih nyala, ruangan terasa dingin. Beberapa odner berserakan diatas meja. Disampingnya ada setoples keripik pisang sama permen buat obat kalo lagi iseng. Gue buka laptop, pasang mouse sama flash disk. "Acaranya" dimulai..!

Kunjungan kali ini gue kebagian meriksa hutang piutang sama pemeliharaan tanaman. Hal pertama yang gue pilih buat dikerjain adalah ngerekap data pemupukan. Lumayan, dua bundel dokumen kelar gue masukin ke dalem tabel. Berikutnya ada transaksi hutang dagang yang harus diperiksa. Tapi ada yang aneh nih. Kepala gue jadi lemot gini. Jurnal yang sederhana aja gak bisa gue nalar. Padahal itu cuma jurnal pengakuan sama pembayaran hutang biasa, emang agak sedikit beda sama transaksi hutang yang lainnya sih. Tapi biasanya otak gue agak cepet kalo urusan jurnal yang begitu, kecuali malem ini.

Sebenernya banyak hal yang mau gue kerjain malem ini, berhubung kemampuan otak yang udah turun, jadinya gue ambil keputusan buat pulang aja. Tiduran diatas kasur kayaknya lebih enak dibanding harus mikir setengah mati ditengah suara jangkrik.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Selasa, 12 Oktober 2010

Korean drama that has got me

Percaya ngga, jauh dari rumah bikin kita jadi orang yang berbeda. Terutama soal selera hiburan.

Gue lagi tugas luar kota ke Jambi. Kalo tinggal di kotanya sih masih enak, banyak hiburan menarik. Kalo gue kan auditor perkebunan, jadi kerjanya di tengah kebun. Jauh banget dari hiburan. Untung aja ada temen gue yang punya banyak film di hardisk eksternalnya. Lumayanlah... gue copy film Astroboy, avatar, Ninja Assasin, sama My Sassy Girl ke laptop gue. Gue gak yakin, kalo di Jakarta film-film yang ada di hardisk temen gue itu bakal gue tonton. Mungkin karena suntuk, jadinya kemampuan nalar gue buat milih hiburan jadi lemah. Apapun jadi tontonan kalo kita jaraknya 4 jam dari kota besar.

Astro boy jadi film pertama yang gue tonton, lumayan seru ngeliat animasinya yang rapih. Selesai astro boy masih ada avatar, ninja assasin, sama My Sassy Girl. Sebenernya gue pengen nonton avatar, tapi kenapa gue tertarik sama My Sassy Girl. Sebelum diputer gue gak tau kalo itu film Korea. Di awal film gue gak terlalu tertarik. Sempet kepikir buat nonton 10 menit aja, abis itu ganti film. Jujur aja, gue gak terlalu suka film-film asia.

Gak terasa udah setengah jam gue nonton film korea ini. Kok lama-lama jadi seru ya? hehehe, jebol deh "idealisme" gue. Ternyata filmnya menarik. Temen gue ternyata punya banyak stok film korea. Hmm, copy lagi deh.

Sekarang, gue bisa nyambung deh ngobrolin artis-artis asia sama ABG-ABG. Hehehehe

Minggu, 10 Oktober 2010

Rencana bikin foto prewedding sendiri

ebenernya udah lama terlintas ide di kepala gue buat bikin foto prewedding sendiri. Iya sendiri... maksud gue tanpa fotografer dan penata rias. Cuma modal tripod, kamera SLR, sama urat malu yang udah ilang. Beberapa tempat udah gue masukin list "studio alam". Taman Suropati, taman srengseng, taman menteng, kawasan kota tua, sama beberapa tempat lain di bilangan thamrin-sudirman.

Nantinya, semua hasil fotonya bakal gue bikin jadi video. Theme-songnya udah gue siapin kok, judulnya "Wedding Bell" karya DEPAPEPE, musisi gitar akustik dari Jepang. Lagu itu gue pilih karena aransemen sama tehnik permainan "Harmonic picking" yang dipake di lagu itu bikin gue kagum. Jujur lho, gue awalnya gak tau kalo lagu itu judulnya apa. Pas gue tau kalo judulunya "Wedding Bell", semua terasa kayak kebetulan aja.

Rencana ini udah gue sampein ke Mey, dia juga setuju. Makanya, sepulangnya gue dari Jambi, gue langsung ajak Mey buat foto-foto di tempat yang udah gue rencanain sebelumnya. Sekarang tinggal ngerancang konsepnya. Gue sih maunya foto-foto itu jadi sejenis love story. Dari awal ketemu sampe akhirnya mau nikah. Mungkin gue bakal ngambil foto di kampus, karena di situ tempat gue pertama kali ketemu Mey.

Sekarang gue lagi corat-coret kertas kosong pake pensil. Coba ngerancang angle sama proporsi gambar yang tepat supaya nanti hasilnya lebih bagus.

Rabu, 29 September 2010

TRAINING DAN PERUT KEMBUNG

Beberapa hari yang lalu gue kena diare. Apesnya, gue lagi dapet jatah training "assertive comunication" dari kantor. Terpaksalah dengan perut mules-mules gue berangkat training. Di ruangan training gelisahnya bukan main. Perut gw terus menerus ngeluarin bunyi "kruuk.." karena penuh gas. Gue sempet bingung, ini diare apa masuk angin? Dari hasil googling soal diare gw jadi tau kalo bakteri yang ada di usus juga menghasilkan gas.

Bukan cuma gue yang denger perut bunyi, peserta training yang duduk satu meja sama gue pun denger. Setiap perut gue bunyi, mata mereka ngelirik ke arah gue. Aduh, malunya setengah mati. Rasanya pengen cepet-cepet selesai training. Gue pengen tau, apa sih yang bikin perut gue gassy gini. Soalnya "gejolak" perutnya baru terasa pas udah sore, tepatnya selesai coffee break. Hmm, mungkin ada sesuatu yang gue makan yang jadi pemicu perut kembung.

Lagi-lagi google yang jadi tempat nanya. Kan gak mungkin kalo gw nanya ke orang sebelah "mbak, kira-kira apa ya yang bikin perut saya bunyi gini?". Sama aja gue nodongin mulut pistol ke muka sendiri. Menurut hasil googling, kopi bisa memicu produksi gas di dalem perut. Gue langsung inget kalo di coffee break tadi gue minum kopi 2 cangkir. Terjawab sudah sodara-sodara...

Besoknya, di hari kedua training, gue gak minum kopi lagi. Cukup teh aja biar gak kembung lagi. Ternyata bener lho, tanpa kopi perut gue gak kembung lagi. Wah senengnya.

Sabtu, 18 September 2010

Nasib ajaran Muhammad

Karena sudah terlanjur dicap sebagai agama teroris, maka yang diteriakkan Jalaluddin Rumi, .ansyur Al-hallaj, Hazrat inayat khan, dan bapak-bapak Sufi lainnya terasa sia-sia. Percuma 'ngoceh' soal konsep Tuhan tanpa nama, persamaan manusia dimata Tuhan, dan penyatuan antara Tuhan dan Manusia kalau yang dipahami dari ajaran yang dibawa oleh Muhammad ini cuma soal perangnya saja.
Muhammad sendiri bukan orang yang 'hobi' berperang. Dalam satu riwayat diceritakan bahwa Muhammad memberi peringatan kepada pasukannya agar tidak membunuh wanita, anak-anak, orang berusia lanjut, tidak membakar rumah, dan merusak tanaman. Kerusakan yang timbul akibat perang harus diusahakan sekecil mungkin. Itu dulu... Sekarang para "pengikut" ajarannya yang 'ngelantur' itu malah merusak dan membunuh semuanya tanpa pilih-pilih dan alasan yang jelas. Hasilnya sekarang banyak yang menganggap muslim sebagai penganut ajaran terorisme gara-gara ulah segelintir orang yang hobi ngebom.

Sufisme, yang mengajarkan islam secara murni dan utuh, juga mulai disalah pahami. Konsep utamanya tentang penyatuan antara hamba dengan Tuhannya dan tentang Tuhan yang -sesungguhnya- tidak beragama dianggap sebagai ajaran yang salah. Padahal ajaran sufisme itulah yang bisa diharapkan untuk menjernihkan kembali pandangan tentang islam.
Dalam ajaran para sufi, tidak pernah diucapkan soal surga-neraka, dosa-pahala, dan kewajiban membunuh 'kafir' dalam perang. Cuma diajarkan untuk memandang semua makhluk sebagai satu kesatuan, memusnahkan hasrat duniawi, dan melebur diri dalam Tuhan. Ajaran itu akan memudar perlahan seiring dengan semakin banyaknya muslim yang menganggap kekerasan sebagai jalan untuk menegaskan eksistensi agamanya.