Kami putuskan (sebenarnya team leader kami yang putuskan) untuk meneguk secangkir kopi di kafe bandara sambil menunggu pesawat ke Jakarta yang mungkin tiba 2 jam lagi. Suasana 'ngopi' seharusnya nyaman, tapi tidak kali ini. Ketua timku sepertinya sedang kesal dengan salah satu anggota tim karena kesalahan yang dia perbuat kemarin sebelum exit meeting hasil audit.
Obrolan yang biasanya tumpah ruah dengan kata-kata dan tawa ringan digantikan dengan menunduk melihat layar handphone. Masing-masing orang sibuk dengan handphonenya karena tidak ada yang berani (atau mau) untuk memulai sebuah percakapan. Kepalaku sibuk memikirkan topik pembicaraan apa yang harus dilontarkan, yang tidak terlalu mengada-ada.
Panggilan kepada penumpang dari pengeras suara terus bersahutan, kuharap pengeras suara itu menyebut GA-513, nomor penerbanganku, dan segera menghentikan kebisuan yang konyol ini.
0 comments:
Poskan Komentar