<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920</id><updated>2011-11-25T11:45:34.580+07:00</updated><category term='hujat'/><category term='kesetaraan'/><category term='blackberry'/><category term='masjid'/><category term='Banjir'/><category term='Blackberry diblokir'/><category term='Kehidupanku'/><category term='perang kata-kata'/><category term='sufisme'/><category term='mosque'/><category term='legalisir'/><category term='simpatik'/><category term='luar kota'/><category term='Rumah'/><category term='capres'/><category term='gunadarma'/><category term='prita'/><category term='blokir'/><category term='kampus'/><category term='Facebook'/><category term='mobil tua'/><title type='text'>Arif Kamaluddin's Blog</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>140</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-3479566802361099077</id><published>2011-05-22T01:37:00.000+07:00</published><updated>2011-05-22T05:37:04.821+07:00</updated><title type='text'>Membalas ibu</title><content type='html'>Ibuku sedang merenovasi rumahnya, lantainya dibuat lebih tinggi. Maklum rumah itu terletak di kawasan rentan banjir. Sudah puluhan juta ia keluarkan. Cuma mengandalkan tabungan dan uang pensiun almarhum bapak. Aku tahu persis bagaimana keadaan keuangannya. Hebatnya, ia selalu terlihat baik-baik saja. Mungkin karena ia tidak mau merepotkan anak-anaknya yang sedang tumbuh berkeluarga. Tapi sekali lagi aku tahu persis bagaimana keadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedang menabung untuk membeli lensa kamera yang kuidamkan dan harganya cukup mahal, tapi disisi lain rasanya ingin juga membantu ibu. Pikiran sempat bimbang antara hobi fotografi dengan membantu ibu merenovasi rumahnya. Tapi kupikir alangkah bodohnya aku jika tidak berbuat apa-apa. Ibu tidak pernah memikirkan keinginan pribadinya ketika aku  meminta uang 'jajan' dan membayar biaya sekolah sampai aku menjadi sarjana. Bahkan diakhir masa kuliahku dulu, ibu pernah menjual perhiasannya untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang lah saatnya membayar semua yang telah dia lakukan padaku seumur hidupnya. Meskipun tidak bisa 'melunasi' jerih payah dan pengorbanannya untukku seumur hidupnya, tapi kali ini adalah giliranku untuk untuk mengorbankan keinginan pribadiku untuk ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;arif&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-3479566802361099077?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/3479566802361099077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2011/05/membalas-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/3479566802361099077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/3479566802361099077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2011/05/membalas-ibu.html' title='Membalas ibu'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-2953079600141994634</id><published>2011-05-21T04:14:00.000+07:00</published><updated>2011-05-21T08:14:44.883+07:00</updated><title type='text'>Drama Ruang Tunggu</title><content type='html'>Kami putuskan (sebenarnya team leader kami yang putuskan) untuk meneguk secangkir kopi di kafe bandara sambil menunggu pesawat ke Jakarta yang mungkin tiba 2 jam lagi. Suasana 'ngopi' seharusnya nyaman, tapi tidak kali ini. Ketua timku sepertinya sedang kesal dengan salah satu anggota tim karena kesalahan yang dia perbuat kemarin sebelum exit meeting hasil audit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan yang biasanya tumpah ruah dengan kata-kata dan tawa ringan digantikan dengan menunduk melihat layar handphone. Masing-masing orang sibuk dengan handphonenya karena tidak ada yang berani (atau mau) untuk memulai sebuah percakapan. Kepalaku sibuk memikirkan topik pembicaraan apa yang harus dilontarkan, yang tidak terlalu mengada-ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggilan kepada penumpang dari pengeras suara terus bersahutan, kuharap pengeras suara itu menyebut GA-513, nomor penerbanganku, dan segera menghentikan kebisuan yang konyol ini.&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-2953079600141994634?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/2953079600141994634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2011/05/drama-ruang-tunggu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/2953079600141994634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/2953079600141994634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2011/05/drama-ruang-tunggu.html' title='Drama Ruang Tunggu'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-8011434214944426569</id><published>2010-11-21T23:27:00.000+07:00</published><updated>2010-11-21T23:33:34.193+07:00</updated><title type='text'>Mulai menulis kembali</title><content type='html'>Setelah sekian lama tidak menulis sesuatu untuk blog, rasanya tidak mudah menuangkan seluruh isi pikiran ke dalam sebuah tulisan. Sepuluh menit pertama diisi dengan kebingungan soal apa yang mau ditulis, menit-menit berikutnya sibuk memilih kata-kata yang &amp;quot;enak&amp;quot; dibaca. Setiap kali mengetikkan sebuah kalimat, selalu saja diiringi dengan menekan tombol &amp;quot;delete&amp;quot;. Hampir satu jam terbuang tanpa ada paragraf yang terselesaikan.&lt;br&gt;Sent from my BlackBerry&amp;#174;&lt;br&gt;powered by Sinyal Kuat INDOSAT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-8011434214944426569?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/8011434214944426569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/11/mulai-menulis-kembali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8011434214944426569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8011434214944426569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/11/mulai-menulis-kembali.html' title='Mulai menulis kembali'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-2344208516470807966</id><published>2010-10-23T05:08:00.000+07:00</published><updated>2010-10-23T05:26:36.850+07:00</updated><title type='text'>Ditepi dinding tua</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/TMIPnVk9NAI/AAAAAAAAAGE/MfO1v-GMTh0/s1600/%3D%3Futf-8%3FB%3Fd2FsbCBzaWRlLmpwZw%3D%3D%3F%3D-796851"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/TMIPnVk9NAI/AAAAAAAAAGE/MfO1v-GMTh0/s320/%3D%3Futf-8%3FB%3Fd2FsbCBzaWRlLmpwZw%3D%3D%3F%3D-796851"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531000460845855746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Foto ini diambil di kawasan kota tua Jakarta pake kamera Sony Alpha 230 + lensa Sony 75-300mm. Lagi eksplorasi sama lensa tele.&lt;br&gt;Sent from my BlackBerry&amp;#174;&lt;br&gt;powered by Sinyal Kuat INDOSAT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-2344208516470807966?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/2344208516470807966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/10/ditepi-dinding-tua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/2344208516470807966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/2344208516470807966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/10/ditepi-dinding-tua.html' title='Ditepi dinding tua'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/TMIPnVk9NAI/AAAAAAAAAGE/MfO1v-GMTh0/s72-c/%3D%3Futf-8%3FB%3Fd2FsbCBzaWRlLmpwZw%3D%3D%3F%3D-796851' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-464606115016555407</id><published>2010-10-21T23:38:00.000+07:00</published><updated>2010-10-22T00:11:02.415+07:00</updated><title type='text'>Anggun Noviana</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/TMB0Ji3BNUI/AAAAAAAAAF8/jRm_eZlXCGY/s1600/%3D%3Futf-8%3FB%3FQW5nZ3VuIE5vdmlhbmEuanBn%3F%3D-762417"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/TMB0Ji3BNUI/AAAAAAAAAF8/jRm_eZlXCGY/s320/%3D%3Futf-8%3FB%3FQW5nZ3VuIE5vdmlhbmEuanBn%3F%3D-762417"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530548049736185154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Waktu hunting foto ke kawasan kota tua, gue ngeliat sekelompok orang lagi foto-foto buat profile band. Berhubung gue lagi bawa lensa 75-300, sekalian aja deh gue ikutan take fotonya. Lumayan dapet model gratis. Gue akhirnya kenalan sama mereka sama dan janji buat ngirim hasil foto &amp;quot;nyolong&amp;quot; gue lewat email yang dikasih sama vokalisnya. Isengi-iseng, gue search nama vokalisnya di Facebook karena rasanya muka-muka mereka (band itu) gak terlalu asing buat gue. Bener aja, ternyata mereka ade kelas gue di SMA 54. Ah, dunia emang sempit. Ini foto vokalisnya&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sent from my BlackBerry&amp;#174;&lt;br&gt;powered by Sinyal Kuat INDOSAT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-464606115016555407?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/464606115016555407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/10/anggun-noviana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/464606115016555407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/464606115016555407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/10/anggun-noviana.html' title='Anggun Noviana'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/TMB0Ji3BNUI/AAAAAAAAAF8/jRm_eZlXCGY/s72-c/%3D%3Futf-8%3FB%3FQW5nZ3VuIE5vdmlhbmEuanBn%3F%3D-762417' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-1557149912934688887</id><published>2010-10-21T23:09:00.000+07:00</published><updated>2010-10-21T23:10:33.298+07:00</updated><title type='text'>Otak yang cenderung lemot kalo malem</title><content type='html'>Berhubung jarak antara kantor sama mess tempat gue nginep deket banget (tinggal jalan kaki aja), gue udah niatin bakal balik ke kantor malem ini buat nyelesein kerjaan, karena besok udah harus diskusi sama auditee. Setelah makan malem sama mandi, gue balik ke kantor. Pas sampe kantor ternyata bukan cuma gue aja yang mau ngelembur, ada orang IT dan beberapa orang lainnya yang masih duduk dikantor. Baguslah, jadi ada temennya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pas masuk ke ruang kerja, AC masih nyala, ruangan terasa dingin. Beberapa odner berserakan diatas meja. Disampingnya ada setoples keripik pisang sama permen buat obat kalo lagi iseng. Gue buka laptop, pasang mouse sama flash disk. &amp;quot;Acaranya&amp;quot; dimulai..!&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kunjungan kali ini gue kebagian meriksa hutang piutang sama pemeliharaan tanaman. Hal pertama yang gue pilih buat dikerjain adalah ngerekap data pemupukan. Lumayan, dua bundel dokumen kelar gue masukin ke dalem tabel. Berikutnya ada transaksi hutang dagang yang harus diperiksa. Tapi ada yang aneh nih. Kepala gue jadi lemot gini. Jurnal yang sederhana aja gak bisa gue nalar. Padahal itu cuma jurnal pengakuan sama pembayaran hutang biasa, emang agak sedikit beda sama transaksi hutang yang lainnya sih. Tapi biasanya otak gue agak cepet kalo urusan jurnal yang begitu, kecuali malem ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebenernya banyak hal yang mau gue kerjain malem ini, berhubung kemampuan otak yang udah turun, jadinya gue ambil keputusan buat pulang aja. Tiduran diatas kasur kayaknya lebih enak dibanding harus mikir setengah mati ditengah suara jangkrik.&lt;br&gt;Sent from my BlackBerry&amp;#174;&lt;br&gt;powered by Sinyal Kuat INDOSAT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-1557149912934688887?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/1557149912934688887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/10/otak-yang-cenderung-lemot-kalo-malem.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/1557149912934688887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/1557149912934688887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/10/otak-yang-cenderung-lemot-kalo-malem.html' title='Otak yang cenderung lemot kalo malem'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-8939858759929632499</id><published>2010-10-12T19:35:00.000+07:00</published><updated>2010-10-12T23:35:53.747+07:00</updated><title type='text'>Korean drama that has got me</title><content type='html'>Percaya ngga, jauh dari rumah bikin kita jadi orang yang berbeda. Terutama soal selera hiburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue lagi tugas luar kota ke Jambi. Kalo tinggal di kotanya sih masih enak, banyak hiburan menarik. Kalo gue kan auditor perkebunan, jadi kerjanya di tengah kebun. Jauh banget dari hiburan. Untung aja ada temen gue yang punya banyak film di hardisk eksternalnya. Lumayanlah... gue copy film Astroboy, avatar, Ninja Assasin, sama My Sassy Girl ke laptop gue. Gue gak yakin, kalo di Jakarta film-film yang ada di hardisk temen gue itu bakal gue tonton. Mungkin karena suntuk, jadinya kemampuan nalar gue buat milih hiburan jadi lemah. Apapun jadi tontonan kalo kita jaraknya 4 jam dari kota besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astro boy jadi film pertama yang gue tonton, lumayan seru ngeliat animasinya yang rapih. Selesai astro boy masih ada avatar, ninja assasin, sama My Sassy Girl. Sebenernya gue pengen nonton avatar, tapi kenapa gue tertarik sama My Sassy Girl. Sebelum diputer gue gak tau kalo itu film Korea. Di awal film gue gak terlalu tertarik. Sempet kepikir buat nonton 10 menit aja, abis itu ganti film. Jujur aja, gue gak terlalu suka film-film asia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak terasa udah setengah jam gue nonton film korea ini. Kok lama-lama jadi seru ya? hehehe, jebol deh "idealisme" gue. Ternyata filmnya menarik. Temen gue ternyata punya banyak stok film korea. Hmm, copy lagi deh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, gue bisa nyambung deh ngobrolin artis-artis asia sama ABG-ABG. Hehehehe&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-8939858759929632499?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/8939858759929632499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/10/korean-drama-that-has-got-me.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8939858759929632499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8939858759929632499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/10/korean-drama-that-has-got-me.html' title='Korean drama that has got me'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-5444576426830940401</id><published>2010-10-10T17:09:00.000+07:00</published><updated>2010-10-10T21:09:41.192+07:00</updated><title type='text'>Rencana bikin foto prewedding sendiri</title><content type='html'>ebenernya udah lama terlintas ide di kepala gue buat bikin foto prewedding sendiri. Iya sendiri... maksud gue tanpa fotografer dan penata rias. Cuma modal tripod, kamera SLR, sama urat malu yang udah ilang. Beberapa tempat udah gue masukin list "studio alam". Taman Suropati, taman srengseng, taman menteng, kawasan kota tua, sama beberapa tempat lain di bilangan thamrin-sudirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nantinya, semua hasil fotonya bakal gue bikin jadi video. Theme-songnya udah gue siapin kok, judulnya "Wedding Bell" karya DEPAPEPE, musisi gitar akustik dari Jepang. Lagu itu gue pilih karena aransemen sama tehnik permainan "Harmonic picking" yang dipake di lagu itu bikin gue kagum. Jujur lho, gue awalnya gak tau kalo lagu itu judulnya apa. Pas gue tau kalo judulunya "Wedding Bell", semua terasa kayak kebetulan aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana ini udah gue sampein ke Mey, dia juga setuju. Makanya, sepulangnya gue dari Jambi, gue langsung ajak Mey buat foto-foto di tempat yang udah gue rencanain sebelumnya. Sekarang tinggal ngerancang konsepnya. Gue sih maunya foto-foto itu jadi sejenis love story. Dari awal ketemu sampe akhirnya mau nikah. Mungkin gue bakal ngambil foto di kampus, karena di situ tempat gue pertama kali ketemu Mey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang gue lagi corat-coret kertas kosong pake pensil. Coba ngerancang angle sama proporsi gambar yang tepat supaya nanti hasilnya lebih bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-5444576426830940401?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/5444576426830940401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/10/rencana-bikin-foto-prewedding-sendiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/5444576426830940401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/5444576426830940401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/10/rencana-bikin-foto-prewedding-sendiri.html' title='Rencana bikin foto prewedding sendiri'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-5650263819698616697</id><published>2010-09-29T19:47:00.000+07:00</published><updated>2010-09-29T23:47:37.675+07:00</updated><title type='text'>TRAINING DAN PERUT KEMBUNG</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu gue kena diare. Apesnya, gue lagi dapet jatah training "assertive comunication" dari kantor. Terpaksalah dengan perut mules-mules gue berangkat training. Di ruangan training gelisahnya bukan main. Perut gw terus menerus ngeluarin bunyi "kruuk.." karena penuh gas. Gue sempet bingung, ini diare apa masuk angin? Dari hasil googling soal diare gw jadi tau kalo bakteri yang ada di usus juga menghasilkan gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan cuma gue yang denger perut bunyi, peserta training yang duduk satu meja sama gue pun denger. Setiap perut gue bunyi, mata mereka ngelirik ke arah gue. Aduh, malunya setengah mati. Rasanya pengen cepet-cepet selesai training. Gue pengen tau, apa sih yang bikin perut gue gassy gini. Soalnya "gejolak" perutnya baru terasa pas udah sore, tepatnya selesai coffee break. Hmm, mungkin ada sesuatu yang gue makan yang jadi pemicu perut kembung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi google yang jadi tempat nanya. Kan gak mungkin kalo gw nanya ke orang sebelah "mbak, kira-kira apa ya yang bikin perut saya bunyi gini?". Sama aja gue nodongin mulut pistol ke muka sendiri. Menurut hasil googling, kopi bisa memicu produksi gas di dalem perut. Gue langsung inget kalo di coffee break tadi gue minum kopi 2 cangkir. Terjawab sudah sodara-sodara...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya, di hari kedua training, gue gak minum kopi lagi. Cukup teh aja biar gak kembung lagi. Ternyata bener lho, tanpa kopi perut gue gak kembung lagi. Wah senengnya.&lt;br /&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-5650263819698616697?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/5650263819698616697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/09/training-dan-perut-kembung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/5650263819698616697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/5650263819698616697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/09/training-dan-perut-kembung.html' title='TRAINING DAN PERUT KEMBUNG'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-8897466642710744401</id><published>2010-09-18T03:58:00.000+07:00</published><updated>2010-09-18T07:58:35.139+07:00</updated><title type='text'>Nasib ajaran Muhammad</title><content type='html'>Karena sudah terlanjur dicap sebagai agama teroris, maka yang diteriakkan Jalaluddin Rumi, .ansyur Al-hallaj, Hazrat inayat khan, dan bapak-bapak Sufi lainnya terasa sia-sia. Percuma 'ngoceh' soal konsep Tuhan tanpa nama, persamaan manusia dimata Tuhan, dan penyatuan antara Tuhan dan Manusia kalau yang dipahami dari ajaran yang dibawa oleh Muhammad ini cuma soal perangnya saja.&lt;br /&gt;Muhammad sendiri bukan orang yang 'hobi' berperang. Dalam satu riwayat diceritakan bahwa Muhammad memberi peringatan kepada pasukannya agar tidak membunuh wanita, anak-anak, orang berusia lanjut, tidak membakar rumah, dan merusak tanaman. Kerusakan yang timbul akibat perang harus diusahakan sekecil mungkin. Itu dulu... Sekarang para "pengikut" ajarannya yang 'ngelantur' itu malah merusak dan membunuh semuanya tanpa pilih-pilih dan alasan yang jelas. Hasilnya sekarang banyak yang menganggap  muslim sebagai penganut ajaran terorisme gara-gara ulah segelintir orang yang hobi ngebom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sufisme, yang mengajarkan islam secara murni dan utuh, juga mulai disalah pahami. Konsep utamanya tentang penyatuan antara hamba dengan Tuhannya dan tentang Tuhan yang -sesungguhnya- tidak beragama dianggap sebagai ajaran yang salah. Padahal ajaran sufisme itulah yang bisa diharapkan untuk menjernihkan kembali pandangan tentang islam.&lt;br /&gt;Dalam ajaran para sufi, tidak pernah diucapkan soal surga-neraka, dosa-pahala, dan kewajiban membunuh 'kafir' dalam perang. Cuma diajarkan untuk memandang semua makhluk sebagai satu kesatuan, memusnahkan hasrat duniawi, dan melebur diri dalam Tuhan. Ajaran itu akan memudar perlahan seiring dengan semakin banyaknya muslim yang menganggap kekerasan sebagai jalan untuk menegaskan eksistensi agamanya.&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-8897466642710744401?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/8897466642710744401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/09/nasib-ajaran-muhammad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8897466642710744401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8897466642710744401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/09/nasib-ajaran-muhammad.html' title='Nasib ajaran Muhammad'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-572762470430798020</id><published>2010-09-07T02:14:00.000+07:00</published><updated>2010-09-07T06:14:12.982+07:00</updated><title type='text'>Ego</title><content type='html'>Percayalah, kau sedang sakit. Bukan tubuh yang kumaksud, tapi jiwa. Kau selalu mengucap segala kebaikan yang kau perbuat, menginginkan pengakuan dari orang lain tentang betapa hebatnya dirimu. Ingin rasanya aku menolong, tapi tak bisa. Kau selalu melindungi diri dengan ego yang kau pelihara. Menolak semua nasihat bijak dari luar.&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-572762470430798020?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/572762470430798020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/09/ego.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/572762470430798020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/572762470430798020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/09/ego.html' title='Ego'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-7712743095978679094</id><published>2010-09-05T02:45:00.000+07:00</published><updated>2010-09-05T02:42:14.249+07:00</updated><title type='text'>Terbukti Sudah, Pria Memang Bukan Makhluk Multitasking</title><content type='html'>Diluar kabut tebal sekali. Jarak pandang cuma sekitar 10 meter. Mungkin karena tadi malam hujan turun disebagian besar areal perkebunan. Dari kejauhan terdengar suara pabrik pengolahan CPO yang sudah mulai bergerak sejak subuh tadi untuk mengolah puluhan ton sawit segar menjadi minyak kelapa sawit mentah. Uap air yang keluar dari cerobong pabrik tercium hingga ke depan teras mess tempatku menginap, aromanya manis seperti jagung rebus.&lt;p&gt;Teman-temanku masih terlelap dibalik selimutnya masing-masing, sementara diriku duduk didepan teras, diantara kumpulan bunga alamanda, turnera dan lavender yang berwarna ungu. Pikiranku sedikit kacau karena SMS yang kuterima kemarin sore. SMS itu memintaku untuk menjawab beberapa pertanyaan tentang hasil pemeriksaan yang kulakukan dua bulan yang lalu. Jujur saja, aku tidak bisa mengingat sesuatu yang sudah lama dilakukan. Terlebih lagi menyangkut data-data yang rumit.&lt;p&gt;Perhatianku kini terpecah antara pemeriksaan yang kulakukan saat ini dengan pemeriksaan dua bulan lalu. Benar juga kata para pakar yang mengatakan bahwa laki-laki tidak bisa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. Otak rasanya seperti sedang mogok.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-7712743095978679094?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/7712743095978679094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/09/terbukti-sudah-pria-memang-bukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/7712743095978679094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/7712743095978679094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/09/terbukti-sudah-pria-memang-bukan.html' title='Terbukti Sudah, Pria Memang Bukan Makhluk Multitasking'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-7080022763350692427</id><published>2010-09-04T22:39:00.000+07:00</published><updated>2010-09-05T02:39:52.448+07:00</updated><title type='text'>TERBUKTI SUDAH, PRIA BUKAN MAKHLUK MULTITASKING</title><content type='html'>Diluar kabut tebal sekali. Jarak pandang cuma sekitar 10 meter. Mungkin karena tadi malam hujan turun disebagian besar areal perkebunan. Dari kejauhan terdengar suara pabrik pengolahan CPO yang sudah mulai bergerak sejak subuh tadi untuk mengolah puluhan &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-7080022763350692427?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/7080022763350692427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/09/terbukti-sudah-pria-bukan-makhluk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/7080022763350692427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/7080022763350692427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/09/terbukti-sudah-pria-bukan-makhluk.html' title='TERBUKTI SUDAH, PRIA BUKAN MAKHLUK MULTITASKING'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-4830959516428186688</id><published>2010-08-31T09:20:00.000+07:00</published><updated>2010-08-31T13:20:23.472+07:00</updated><title type='text'>Bukit Rudal</title><content type='html'>BUKIT RUDAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita ke bukit rudal pak" ajak seorang kepala asisten perkebunan. Kata "bukit rudal" sedikit membuatku bingung. Ternyata itu adalah sebutan untuk bukit laterit tertinggi di perkebunan ini. Kepala asisten tersebut lalu menjelaskan bahwa di atas bukit itu ada sebuah gubuk kecil yang bisa digunakan sebagai tempat beristirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa banyak pikir lagi langsung kuiyakan ajakannya. Karena siang itu memang melelahkan. Setelah tiba diatas bukit, dapat kulihat sebuah gubuk sederhana tapi kokoh yang dibuat dari kayu-kayu berserat tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di sini sinyalnya kenceng lho" kata seorang asisten kebun yang ikut bersama kami. Benar saja, kukeluarkan handphone dari saku celana dan kulihat indikator sinyal terisi penuh. Sinyal adalah "barang langka" ditengah perkebunan seperti ini. Kumanfaatkan saat-saat seperti ini untuk menelepon beberapa orang di Jakarta, menengok Facebook, dan tentu saja membaca beberapa postingan teman-teman di Multiply.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang kami bicarakan disana, bukan soal pekerjaan, cuma kelakar-kelakar ringan yang sesekali mengundang tawa renyah. Aku tidak terlalu menyimak apa yang sedang dibicarakan karena terlalu asyik menikmati angin yang bertiup perlahan dari arah timur bukit. Sebuah pengalaman menakjubkan yang tidak bisa dipertukarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat jam tangan sedang menunjuk pukul 15:00. Sudah saatnya kembali bekerja. Kuajak kepala asisten yang mendampingiku untuk kembali ke lahan yang sedang diolah. Dengan menggunakan jeep berkabin ganda kami menuruni bukit, menelusuri jalan berkelok-kelok, dan tiba bukit lainnya untuk sekedar melihat susunan terasering-terasering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa tiba-tiba muncul perasaan kesepian seperti sedang sendirian. Disekelilingku memang banyak orang, tapi mereka bukan siapa-siapa. Cuma orang yang kukenal karena hubungan pekerjaan. Tidak ada yang bisa menjamin ketulusan sikap bersahabat mereka kepadakau. Entah itu datang dari perasaan yang tulus atau karena aku adalah auditor yang sedang ditugaskan melakukan pemeriksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat orang lain sedang asyik berkumpul dengan keluarga atau teman-temannya, aku sedang berada jauh dari rumah, berjalan diatas bukit laterit yang kasar dan berwarna merah, dibawah matahari yang panasnya sampai menembus sepatu boot yang kupakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haus luar biasa. Puasa mencegahku meneguk setetes air pun, maka kubiarkan kerongkongan ini dalam keadaan kering hingga akhir fajar nanti.&lt;br /&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-4830959516428186688?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/4830959516428186688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/08/bukit-rudal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/4830959516428186688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/4830959516428186688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/08/bukit-rudal.html' title='Bukit Rudal'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-3373032069673862379</id><published>2010-08-18T11:44:00.000+07:00</published><updated>2010-08-18T15:44:40.981+07:00</updated><title type='text'>baru sampe sampit</title><content type='html'>Baru sampe kota Sampit. Masih ada dua sampe 3 jam perjalanan lagi ke rungau. Kenapa kantor tega banget sih ngasih gw tugas keluar kota pas puasa gini. Pulangnya 3 hari sebelum lebaran lagi&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-3373032069673862379?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/3373032069673862379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/08/baru-sampe-sampit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/3373032069673862379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/3373032069673862379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/08/baru-sampe-sampit.html' title='baru sampe sampit'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-4451529531762895528</id><published>2010-08-03T12:00:00.000+07:00</published><updated>2010-08-03T16:01:02.370+07:00</updated><title type='text'>KAGUMNYA PUDAR KARENA ILMU PENGETAHUAN</title><content type='html'>&lt;div&gt;Saya tidak bisa ingat dengan jelas kapan terakhir kali melihat pelangi. Mungkin karena sebagian besar waktu dihabiskan dalam ruangan. Untungnya siang ini saya diberi kesempatan untuk melihat busur berwarna itu lagi. Pelangi itu melintang diatas bangunan pabrik. Susunan warna dan bentuknya masih sama, yang berubah cuma rasa kagumnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau saja ilmu fisika dasar waktu SMA dulu tidak mengajarkan tentang bagaimana pelangi terbentuk, pasti rasa kagum saya masih sama besarnya seperti ketika masih anak-anak dulu. Percaya kalau pelangi adalah tangga bagi para malaikat dan bidadari untuk turun ke bumi seperti diceritakan dalam dongeng Joko Tingkir. Hingga akhirnya membuat saya penasaran di belahan bumi mana ujung busur pelangi itu menancap. Belakangan saya tahu itu semua salah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekarang buat saya pelangi cuma pecahan spektrum cahaya matahari yang terbentuk ketika cahayanya menembus butiran air hujan. Warna putih itu lantas terbelah menjadi tujuh cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda derajatnya. Maka kemudian lahirlah tujuh warna yang lebih mudah diingat lewat akronim MEJIKUHIBINIU.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apa yang saya rasakan sekarang tidak jauh berbeda seperti ketika masih sekolah dulu, saat sedang menyoroti sebuah prisma bening dengan cahaya lampu senter di laboratorium sekolah yang bau karbol dan penuh dengan barisan tabung erlenmeyer. Tidak jelas apa rasanya, yang jelas bukan kagum.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah pelangi, entah berikutnya apalagi...&lt;/div&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-4451529531762895528?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/4451529531762895528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/08/kagumnya-pudar-karena-ilmu-pengetahuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/4451529531762895528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/4451529531762895528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/08/kagumnya-pudar-karena-ilmu-pengetahuan.html' title='KAGUMNYA PUDAR KARENA ILMU PENGETAHUAN'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-8860206423451553780</id><published>2010-07-05T00:40:00.000+07:00</published><updated>2010-07-05T00:41:37.612+07:00</updated><title type='text'>Akmal, keponakan yang aneh:)</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/TDDH0rPtv6I/AAAAAAAAAFs/bU2vR6GvHHM/s1600/Akmal+makan+kue-797613.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/TDDH0rPtv6I/AAAAAAAAAFs/bU2vR6GvHHM/s320/Akmal+makan+kue-797613.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490107653540396962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-8860206423451553780?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/8860206423451553780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/07/akmal-keponakan-yang-aneh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8860206423451553780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8860206423451553780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/07/akmal-keponakan-yang-aneh.html' title='Akmal, keponakan yang aneh:)'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/TDDH0rPtv6I/AAAAAAAAAFs/bU2vR6GvHHM/s72-c/Akmal+makan+kue-797613.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-2186176331312106504</id><published>2010-06-27T11:51:00.000+07:00</published><updated>2010-06-27T11:49:50.707+07:00</updated><title type='text'>DEMI HAL-HAL KECIL YANG TERTINGGAL.</title><content type='html'>Pohon-pohon sawit itu seperti kegirangan. Mereka merayakan fotosintesis dibawah taburan cahaya matahari Kalimantan yang terik sambil meneguk puas panasnya untuk kemudian mengubah Nitrogen, Fosfat, Kalium, dan Magnesium menjadi buah-buah berminyak yang muncul dari balik pangkal pelepah. Sementara itu di atasnya mengapung ringan awan-awan berbentuk seperti kapas, memberi sedikit corak keputihan pada warna biru langit yang monoton.&lt;p&gt;Saya duduk ditepi jendela, menikmati kasarnya getaran mesin diesel yang membuat suara gemeretak pada kaca jendela mobil. Pendingin udara yang rusak adalah alasan mengapa udara didalam mobil terasa panas. Si pengemudi sepertinya terlalu asyik berbicara dengan seseorang di seberang telepon genggamnya. Kami dapat sedikit mencuri dengar apa yang sedang mereka sedang bicarakan, karena si pengemudi berbicara dengan suara yang keras untuk mengimbangi suara berisik mesin mobil yang ia duduki.&lt;p&gt;Tidak banyak percakapan yang terjadi didalam mobil. Semua orang di dalam mobil lebih memilih diam sambil menikmati rasa kantuk akibat kelelahan daripada berbicara. Sayapun tidak berniat untuk memulai percakapan. Mereka pasti sedang melakukan hal yang sama dengan saya. Melabuhkan pikiran pada cita-cita dan harapan, pada keluarga, dan pada keinginan untuk mengubah nasib,  dan pada hal-hal kecil di rumah yang selalu muncul saat rasa putus asa datang. Mungkin untuk semua itulah saya dan teman-teman sekarang ada disini. &lt;p&gt;Makna rumah memang tidak sesederhana bangunannya. Seringkali apa yang terjadi didalamnya lebih rumit daripada struktur bangunan itu sendiri.&lt;br&gt;…&lt;p&gt;Laju kendaraan semakin lambat ketika tiba didepan pintu kantor. Sudah saatnya kembali duduk di ruangan ber AC dan menyelesaikan beberapa pekerjaan hingga datangnya sore hari.&lt;p&gt;Di tengah terik matahari, gundukan tanah berpasir, dan pelepah-pelepah pohon yang berayun..&lt;p&gt;#ARIF KAMALUDDIN#&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-2186176331312106504?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/2186176331312106504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/06/demi-hal-hal-kecil-yang-tertinggal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/2186176331312106504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/2186176331312106504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/06/demi-hal-hal-kecil-yang-tertinggal.html' title='DEMI HAL-HAL KECIL YANG TERTINGGAL.'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-8291595177015478612</id><published>2010-06-21T01:08:00.000+07:00</published><updated>2010-06-21T01:07:19.432+07:00</updated><title type='text'>Brownies</title><content type='html'>Sapiri, Kalimantan Tengah. 00:35 WIB. &lt;p&gt;Dari kejauhan terdengar suara lonceng yang dipukul oleh petugas keamanan perkebunan sebagai tanda bahwa pertengahan malam telah tiba. Jam yang ada dinding sebelah kiri saya pun menyatakan demikian. Sementara diluar sana hujan tidak henti-hentinya turun sejak sore, membuat beberapa tamu mess memutuskan untuk tidak menghidupkan pendingin udara dikamarnya.&lt;p&gt;Saya masih duduk diruang tamu. Masih berkutat dengan pekerjaan yang belum juga selesai. Jenuh rasanya melihat, menghitung, dan memeriksa angka-angka selama 4 jam lebih. Untung saja ada setoples kopi dan beberapa potong kue brownies yang disajikan pengurus mess. Walaupun rasanya tidak seberapa enak, tapi cukuplah sebagai teman bekerja dimalam hari.&lt;p&gt;Kerja ekstra di malam hari sudah saya coba kurangi. Selain tidak baik untuk kesehatan, kerja malam juga tidak efektif karena mengurangi ketelitian bekerja. Beberapa teman sesama auditor sering menyatakan keberatannya tentang kerja lembur. Keluhan tersebut direspon oleh atasan kami dengan mengatakan bahwa lembur semestinya tidak perlu dilakukan jika persiapan telah matang dilakukan sebelum bertugas. Apa iya semudah itu? Kenyataannya, meskipun sudah mati-matian mempersiapkan segalanya di Jakarta (sebelum turun ke lapangan), kerja lembur tetap harus dilakukan karena banyak yang harus dilakukan sementara waktu yang tersedia tidak cukup untuk menyelesaikan semuanya.&lt;p&gt;Mau tidak mau harus lembur…&lt;p&gt;Usaha terbaik yang bisa dilakukan cuma mengurangi porsinya saja, karena kesehatan itu berada di urutan pertama untuk selalu diperhatikan. Oleh karena itu malam ini saya berjanji tidak akan &amp;quot;terlalu asyik&amp;quot; lembur. Saya putuskan untuk berhenti bekerja setelah mengetahui bahwa saya baru saja melakukan beberapa kesalahan penghitungan, yang artinya ketelitian saya sudah mulai berkurang  karena rasa kantuk yang perlahan-lahan menguasai kelopak mata.&lt;p&gt;Mengklik tombol &amp;quot;save&amp;quot;, mematikan notebook, merapihkan dokumen, sikat gigi, lalu merebahkan tubuh di tempat tidur sambil berharap saya dapat tertidur lelap sesegera mungkin supaya besok bisa kembali bekerja lagi.&lt;p&gt;Selamat malam semuanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-8291595177015478612?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/8291595177015478612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/06/brownies.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8291595177015478612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8291595177015478612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/06/brownies.html' title='Brownies'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-4129821329394718225</id><published>2010-06-06T02:57:00.000+07:00</published><updated>2010-06-06T06:57:47.606+07:00</updated><title type='text'>Cuma ngetes</title><content type='html'>Tulisan ini buat renee yang gak percaya kalo posting di multiply bisa langsung masuk ke facebook.   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-4129821329394718225?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/4129821329394718225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/06/cuma-ngetes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/4129821329394718225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/4129821329394718225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/06/cuma-ngetes.html' title='Cuma ngetes'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-9061446571536099137</id><published>2010-06-04T12:46:00.000+07:00</published><updated>2010-06-04T12:44:54.951+07:00</updated><title type='text'>Ternyata marah itu perlu dilakukan.</title><content type='html'>Diawali dengan sindiran pedas lalu diikuti dengan tatapan marah dan nada suara yang meninggi. Iya, saya sudah tidak sanggup mengendalikan kekesalan yang selama ini dipendam. Dipasangkan dengan rekan satu tim yang manja, malas, dan berantakan rasanya seperti menyimpan neraka didalam hati. Setiap hari selalu ada saja yang dia lakukan untuk membuat saya repot.&lt;p&gt;Perilakunya sangat tidak sopan seperti membiarkan kulit kacang berserakan dikamar, malas menutup pintu kamar mandi, dan sering sekali meminta tolong untuk hal-hal remeh yang seharusnya bisa dilakukan dengan mudah oleh laki-laki berumur 26 tahun. Pada awalnya saya bisa bersabar, tapi lama kelamaan semua &amp;quot;permintaan tolong&amp;quot;nya mulai menghambat pekerjaan saya. &lt;p&gt;Rasanya seperti meladeni anak kecil lengkap dengan rengekannya. ika ada orang yang mau menguji kesabaran, dia lah orang yang tepat untuk memberikan ujian.&lt;p&gt;Kemarin adalah puncaknya. Kemarahan harus saya keluarkan sebelum membuat saya gila. Laptopnya rusak, saya menyarankan dia untuk menghubungi bagian IT, tapi sampai istirahat makan siang dia belum juga menjalankan apa yang saya sarankan. Dia malah merengek berkali-kali  :&amp;quot;rip, laptop gw rusak. gimana ya?&amp;quot;, dan saya selalu menjawab dengan jawaban &amp;quot;telpon bagian IT aja&amp;quot; sampai akhirnya kesabaran saya runtuh dan saya melontarkan kata-kata pedas penuh sindiran.&lt;p&gt;Saya merasa bersalah setelahnya. Dia kembali ke mejanya dengan murung dan hampir tidak pernah minta tolong lagi. Tapi kemudian saya berpikir bahwa dia memang harus mendapatkan &amp;quot;marah&amp;quot; itu supaya sifat manjanya hilang. Saya perhatikan sekarang dia mulai melakukan semuanya sendiri, tanpa harus merepotkan orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-9061446571536099137?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/9061446571536099137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/06/ternyata-marah-itu-perlu-dilakukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/9061446571536099137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/9061446571536099137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/06/ternyata-marah-itu-perlu-dilakukan.html' title='Ternyata marah itu perlu dilakukan.'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-2822431117374720377</id><published>2010-05-26T22:03:00.000+07:00</published><updated>2010-05-27T02:03:40.976+07:00</updated><title type='text'>Orang bilang ini insomnia</title><content type='html'>Tidak ada yang saya suka dari terjaga sepanjang malam. Apalagi membayangkan kenyataan bahwa besok saya akan berangkat ke kantor dengan mata yang kelihatan lelah dan mulut yang terus menerus menguap. Sudah hampir 5 jam saya browsing sana-sini tanpa tujuan yang jelas. Handphone yang saya gunakan sebagai modem pun sudah terasa panas saat dipegang.&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-2822431117374720377?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/2822431117374720377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/05/orang-bilang-ini-insomnia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/2822431117374720377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/2822431117374720377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/05/orang-bilang-ini-insomnia.html' title='Orang bilang ini insomnia'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-6861052387486663737</id><published>2010-05-11T05:23:00.000+07:00</published><updated>2010-05-11T05:22:22.686+07:00</updated><title type='text'>Boss... Kita pulang yuk!</title><content type='html'>Sumpah, rasanya males banget buat lembur di kantor. Tapi gimana dong? team leader gw belum mau pulang. Malahan gw liat dia makin asik sama kerjaannya. Pdahal gw udah nyindir-nyindir ngajak pulang. Segala macem udah gw lakuin. Nutup laptop, ngerapihin dokumen yang ada di meja gw, termasuk tengak-tengok ke jendela biar keliatan pengen banget pulang.&lt;p&gt;Mau pulang duluan rasanya ga enak. Kan ngelunjak namanya kalo ngeduluin senior pulang ke mess. Hmm, gw cuma bisa ngebayangin empuknya tempat tidur beserta temen-temennya (bantal guling). Badan gw rasanya udah pegel banget mulai dari leher sampe ke pinggang. Emang ada benernya juga sih lembur malem ini, soalnya kan besok meeting penutupan audit. Jadi semuanya musti bener-bener siap.&lt;p&gt;Badan udah lengket rasanya. Seharian ini gw bolak-balik ke gudang yang jaraknya lumayan jauh karena kebetulan gw kebagian meriksa persediaan. Mandi kayanya enak nih... tapi bakalan mandi tengah malem kalo acaranya lembur gini. Coba aja diitung-itung, misalnya gw pulang dari kantor jam 9, pasti nyampe mess jam 10an. Wah..wah..wah.. lagi-lagi mandi malem. Udah berapa hari ini gw mandi kemaleman melulu. Bisa-bisa gw dituduh punya ilmu pesugihan sama yang jagain mess.&lt;br&gt;---------------------&lt;p&gt;Isyarat buat pulang makin ga keliatan. Ga ada satupun gelagat si team leader buat nutup laptop. Ya udah kalo gini caranya gw main game aja deh.&lt;p&gt; &lt;p&gt;Arif Kamaluddin&lt;p&gt;-Ngantuk bin jenuh-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-6861052387486663737?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/6861052387486663737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/05/boss-kita-pulang-yuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6861052387486663737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6861052387486663737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/05/boss-kita-pulang-yuk.html' title='Boss... Kita pulang yuk!'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-7272981822694381477</id><published>2010-05-08T07:18:00.001+07:00</published><updated>2010-05-08T07:18:02.505+07:00</updated><title type='text'>To live electronically.</title><content type='html'>Things have changed. They&amp;#39;re all moving to be more simple and it affects our daily life.&lt;p&gt;Waktu masih kuliah dulu, gw biasa beli koran di kereta biar tetep update sama berita. Trus kadang suka bawa buku bacaan di tas buat iseng. Tapi sekarang udah berubah. &lt;p&gt;lRasanya udah lama banget ga beli koran, soalnya gw jadi terbiasa baca berita di situs-situs berita lewat hape sony ericsson P990 yang sekarang keliatan ketinggalan jaman. Udah gitu, sekarang gw juga jarang bawa buku kemana-mana, wong ada ratusan ebook di laptop yang siap dibaca kapanpun.&lt;p&gt;Ya, we&amp;#39;re all moving... to live electronically&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-7272981822694381477?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/7272981822694381477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/05/to-live-electronically.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/7272981822694381477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/7272981822694381477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/05/to-live-electronically.html' title='To live electronically.'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-4502282409449293454</id><published>2010-04-29T08:38:00.000+07:00</published><updated>2010-04-29T12:38:51.449+07:00</updated><title type='text'>Searching for a way out</title><content type='html'>i see dead-end comes toward. I'm running out of idea to face it. Seems like i'll never see the "exit door".&lt;br /&gt;Then i beg to God:&lt;br /&gt;"dear god, give me strength, patience and a glass-like mind to find a way out."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;friends, i'm seeking your blessing right now. :-(&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-4502282409449293454?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/4502282409449293454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/04/searching-for-way-out.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/4502282409449293454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/4502282409449293454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/04/searching-for-way-out.html' title='Searching for a way out'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-6483748970740295193</id><published>2010-04-29T05:47:00.000+07:00</published><updated>2010-04-29T05:46:46.204+07:00</updated><title type='text'>TEMAN SEKAMAR DENGAN KEBIASAAN TIDUR YANG ANEH</title><content type='html'>Jangan!...tiga dua.. Balik lagi!..&lt;br&gt;Entah apa yang ada didalam mimpi teman sekamar saya yang satu ini sampai mengigau sambil teriak-teriak mengucap kata-kata yang sulit dimengerti. Saya sering terbangun karena mendengar teriakan yang aneh dari mulutnya. Kadang dia juga bangun tiba-tiba dengan wajah bingung dan tidur lagi beberapa detik kemudian.&lt;p&gt;Ketika saya ceritakan tentang kebiasaan anehnya waktu tidur dia malah membantah, merasa tidak pernah mengigau. Yah, siapa yang sadar kalau sedang mengigau. Saya pun tidak memperpanjang cerita karena sepertinya mustahil membuat dia sadar bahwa igauannya sampai mengganggu orang yang ada di kamar sebelah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-6483748970740295193?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/6483748970740295193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/04/teman-sekamar-dengan-kebiasaan-tidur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6483748970740295193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6483748970740295193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/04/teman-sekamar-dengan-kebiasaan-tidur.html' title='TEMAN SEKAMAR DENGAN KEBIASAAN TIDUR YANG ANEH'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-1233016580269336383</id><published>2010-04-16T01:42:00.000+07:00</published><updated>2010-04-16T01:43:50.661+07:00</updated><title type='text'>TUHAN DENGAN TANDA TANYA</title><content type='html'>Bagi saya, kata &amp;quot;Tuhan&amp;quot; adalah sebuah pertanyaan yang tidak pernah selesai. Sekalipun telah menapaki jalan pencarian yang sempit dan membingungkan, tapi pertanyaan tentang Tuhan tidak pernah bisa terjawab dengan utuh. Mungkin memang sudah seharusnya begitu. Manusia akan terus bertanya, meraba wujud bentuk, dan memahami setiap tanda keberadaan Tuhan tanpa harus mendapatkan jawaban. Tuhan adalah puncak dari segala misteri hidup yang dibiarkan tidak terjawab.&lt;p&gt;Saya memahami kata Tuhan sebagai lima huruf diikuti dengan tanda tanya dibelakangnya, dan saya sungguh menikmati segala pengalaman yang didapatkan ketika mencari dan menyusun tiap potongan jawabannya.&lt;p&gt;Arif Kamaluddin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-1233016580269336383?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/1233016580269336383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/04/tuhan-dengan-tanda-tanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/1233016580269336383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/1233016580269336383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/04/tuhan-dengan-tanda-tanya.html' title='TUHAN DENGAN TANDA TANYA'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-755174962661893778</id><published>2010-03-28T20:02:00.001+07:00</published><updated>2010-03-28T20:02:50.301+07:00</updated><title type='text'>Lidah jawa gadungan</title><content type='html'>Demi diterima disebuah lingkungan pertemanan, teman saya merelakan lidahnya diperkosa logat jawa yang tidak karuan. Dia memang punya darah jawa tapi tumbuh dan besar di jakarta, jadi wajar kalau logat bicaranya datar seperti orang Jakarta.&lt;p&gt;Belakangan ini dia tiba-tiba saja ber-jawa ria. Dia jadi gemar mengucapkan beberapa kalimat dengan bahasa jawa. Alasannya ya itu, supaya diterima oleh teman-temannya (yang kebetulan teman-teman saya juga.&lt;p&gt;Saya tidak akan menjual lidah saya demi sebuah penerimaan disuatu kelompok. Saya berbicara, bertindak, dan berpikir seperti seorang Arif Kamaluddin. Tidak perlu menjadi orang lain. Tanpa ikut-ikutan berbahasa jawa pun saya bisa diterima dengan baik dikelompok tersebut.&lt;p&gt;Begitulah, sebagian besar dari kita masih rela mengganti identitas diri untuk sebuah penerimaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-755174962661893778?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/755174962661893778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/03/lidah-jawa-gadungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/755174962661893778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/755174962661893778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/03/lidah-jawa-gadungan.html' title='Lidah jawa gadungan'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-8416502721603831791</id><published>2010-03-28T19:45:00.000+07:00</published><updated>2010-03-28T19:46:32.883+07:00</updated><title type='text'>Blog itu seperti diary</title><content type='html'>Waktu saya sedang sibuk menghapus beberapa SMS yang sudah lama singgah di inbox, tiba-tiba saja saya kangen menengok &amp;quot;sent&amp;quot; box email untuk membaca kembali beberapa postingan blog yang pernah saya tulis berbulan-bulan yang lalu.&lt;p&gt;Saya memang memposting tulisan dari handphone. Rasanya lebih praktis ketimbang memakai laptop. Dengan handphone, saya bisa menulis dan memposting kapanpun dan dimanapun. Tinggal mengetik di quickoffice lalu dikirim lewat email. Semuanya dari handphone.&lt;p&gt;Punya blog rasanya seperti punya buku diary. Kita bisa merasakan kembali apa yang kita rasakan sewaktu menulis tulisan-tulisan itu. Saya seperti menaiki mesin waktu lalu mengalami kembali kejadian-kejadian yang sudah lewat. Lumayan seru rasanya.&lt;br&gt;...&lt;br&gt;Oh iya. Saya baru sadar, belakangan ini saya jarang nulis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-8416502721603831791?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/8416502721603831791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/03/blog-itu-seperti-diary.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8416502721603831791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8416502721603831791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/03/blog-itu-seperti-diary.html' title='Blog itu seperti diary'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-5491616739979993596</id><published>2010-03-02T06:40:00.001+07:00</published><updated>2010-03-02T06:40:02.668+07:00</updated><title type='text'>Laptop rasa gula</title><content type='html'>&lt;p&gt;Karena saking malesnya gue ngeberesin laptop (padahal cuma masukin laptop ke tas sama ngelipet kabel), akhirnya tadi malem gue geletakin aja di lantai deket tempat tidur. Gue pikir gak akan apa-apa, soalnya kemaren-kemaren juga sering begitu. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Rupanya kemaren-kemaren itu gue lagi beruntung aja. Kali Tuhan pengen hambanya yang males ini dapet pelajaran. Seperti biasanya gue suka baca ebook kalo pagi. Waktu ngambil laptop dari lantai tiba-tiba tangan gue dikerubutin semut. Gue cari asal semutnya. Tadinya gue pengen nanya sama semut dimana rumahnya, tapi nanti dikira gila. Telusur punya telusur, ternyata semut-semut itu dari dalem laptop gue. Pas gw buka laptop keliatan semua semut keluar dari keyboard. Wuidiiih… merinding ngeliatnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Gue ngusir semut cuma pake modal mulut sama paru-paru aja. Tarik napas yang panjaaaaang… trus tiup deh sekenceng-kencengnya. Setelah hampir lima menit tiup sana sini, kepala serasa muter karena kekurangan oksigen. Tapi lima menit itu ternyata gak cukup. Waktu ngetik tulisan ini, masih ada beberapa semut yang masih berusaha kabur sambil gendong anak sama ngegotong kasur sama kompor keluar dari keyboard.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mungkin besok-besok sebelum geletakin laptop di lantai gue nempelin stiker di laptop yang tulisannya “Selain staff dilarang masuk” :)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Arif Kamaluddin&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Fffuhhh… semut terakhir minggat”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-5491616739979993596?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/5491616739979993596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/03/laptop-rasa-gula.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/5491616739979993596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/5491616739979993596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/03/laptop-rasa-gula.html' title='Laptop rasa gula'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-1769749585093603430</id><published>2010-02-27T06:30:00.001+07:00</published><updated>2010-02-27T06:30:46.726+07:00</updated><title type='text'>WHY DON’T WOMAN TRY TO LIKE IT</title><content type='html'>&lt;p&gt;Heran deh, kenapa ya perempuan paling sebel kalo diajak ke bengkel? Katanya di bengkel ngebosenin. Padahal buat kebanyakan laki-laki bengkel itu hampir kayak surga pemuas hasrat. We (men) can sit comfortably to see our vehicle being disassembly each by each. It's like watching something we haven't seen before. There's a lot of curiousity inside. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Coba kalo perempuan, pasti ngeluh bosen sama suntuk. Mungkin rasanya hampir sama kali ya kalo laki-laki diajak nganterin pacar/istrinya muter-muter mall, kaki sampe pada pegel cuma buat beli satu tas doang. Belum lagi kuping pengang kalo denger ritual tawar-menawarnya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Gimana kalo dituker? Perempuan doyan ke bengkel terus yang laki-laki jadi suka ke mall. Yang untung malah si montir sama yang punya toko di mall, soalnya laki-laki kan paling males nawar barang, sementara perempuan paling gampang percaya sama montir bengkel kalo motornya rusak disana-sini. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mungkin keadaan yang sekarang ini udah yang paling sempurna. Laki-laki ke bengkel, perempuan ke mall. Tuhan emang pinter ngaturnya:)&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-1769749585093603430?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/1769749585093603430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/02/why-dont-woman-try-to-like-it.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/1769749585093603430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/1769749585093603430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/02/why-dont-woman-try-to-like-it.html' title='WHY DON’T WOMAN TRY TO LIKE IT'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-3848440936715059486</id><published>2010-02-27T01:11:00.000+07:00</published><updated>2010-02-27T06:11:36.053+07:00</updated><title type='text'>Why don't woman try to like it?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Heran deh, kenapa ya perempuan paling sebel kalo diajak ke bengkel? Katanya di bengkel ngebosenin. Padahal buat kebanyakan laki-laki bengkel itu hampir kayak surga pemuas hasrat. We (men) can sit comfortably to see our vehicle being disassembly each by each. It's like watching something we haven't seen before. There's a lot of curiousity inside. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Coba kalo perempuan, pasti ngeluh bosen sama suntuk. Mungkin rasanya hampir sama kali ya kalo laki-laki diajak nganterin pacar/istrinya muter-muter mall, kaki sampe pada pegel cuma buat beli satu tas doang. Belum lagi kuping pengang kalo denger ritual tawar-menawarnya.�&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gimana kalo dituker? Perempuan doyan ke bengkel terus yang laki-laki jadi suka ke mall. Yang untung malah si montir sama yang punya toko di mall, soalnya laki-laki kan paling males nawar barang, sementara perempuan paling gampang percaya sama montir bengkel kalo motornya rusak disana-sini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mungkin keadaan yang sekarang ini udah yang paling sempurna. Laki-laki ke bengkel, perempuan ke mall. Tuhan emang pinter ngaturnya:)&lt;/p&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-3848440936715059486?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/3848440936715059486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/02/why-don-woman-try-to-like-it.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/3848440936715059486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/3848440936715059486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/02/why-don-woman-try-to-like-it.html' title='Why don&amp;#39;t woman try to like it?'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-6081878603983994883</id><published>2010-02-24T06:40:00.001+07:00</published><updated>2010-02-24T06:40:18.416+07:00</updated><title type='text'>I JUST WANNA HELP, THAT’S ALL.</title><content type='html'>&lt;p&gt;Karena menyelesaikan editan subtitel sebuah film sampai larut, pagi ini saya bangun dengan perasaan lelah. Lagi-lagi sebuah pekerjaan sampingan selain menjadi auditor. Sepertinya belakangan ini saya dipenuhi pekerjaan sampingan. Mulai dari menterjemahkan dan mengedit buku, merapihkan laporan keuangan perusahaan lain, dan sekarang mengedit narasi film.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Orang-orang sering bilang saya “mengejar setoran”. Padahal tidak sama sekali. Uang yang saya peroleh dari pekerjaan-pekerjaan sampingan itu tidak seberapa. It’s not about money. It’s all about self satisfaction on helping people. Saya cuma mau membantu, that’s all.&amp;#160; Kalau memang berniat cari uang, saya pasti sudah pasang tarif &amp;quot;gila-gilaan” sewaktu ada seorang teman saya yang meminta saya untuk menyusun laporan keuangan perusahaaannya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dimana bisa ditemukan jasa pembuatan laporan selama satu setengah tahun dengan bayaran 3 juta rupiah? Rata-rata orang akan meminta 10, 15, bahkan 25 juta. Begitulah kenapa saya menampik tuduhan “mengejar setoran”. Saya cuma mau menolong. Bayaran yang saya terima cuma untuk menggantikan bensin yang saya habiskan, makan-minum, dan pulsa.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Baru lima menit yang lalu Audrey, teman saya, mengirim SMS yang isinya: &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“rip, gw ada film yang harus kelar kamis. ada script…bla bla bla.” &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya sempat berpikir sebentar. Apa saya bisa menyelesaikan film tersebut besok pagi?. Saya tanya berapa banyak yang harus diterjemahkan. Ternyata 24 halaman. Film anak-anak. Mmmm… tanpa pikir panjang lagi saya kirim SMS balasan :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Ok, kirim deh!”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hahaha, selamat lembur arip…&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-6081878603983994883?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/6081878603983994883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/02/i-just-wanna-help-thats-all.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6081878603983994883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6081878603983994883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/02/i-just-wanna-help-thats-all.html' title='I JUST WANNA HELP, THAT’S ALL.'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-4788302586515825937</id><published>2010-02-19T00:59:00.001+07:00</published><updated>2010-02-19T00:59:43.343+07:00</updated><title type='text'>NGEMIL ITU HAK AZASI MANUSIA</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_cUsCBo1smz0/S31__QxLmcI/AAAAAAAAAFg/TmJvPzrY0ic/s1600-h/Kuekacang14.jpg"&gt;&lt;img title="Kue kacang" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="180" alt="Kue kacang" src="http://lh5.ggpht.com/_cUsCBo1smz0/S32ADIorz4I/AAAAAAAAAFo/sRE9gNXhQHA/Kuekacang_thumb12.jpg?imgmax=800" width="240" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Andai ada peraturan yang ngelarang ngemil di jam kerja, pasti gue jadi orang yang ada di barisan paling depan buat menentang. Jelaslah kalo yang namanya ngemil itu kebutuhan. Ngemil bukan sekedar “makan sekunder” dan nasi dianggap makan primer. Mesin aja butuh bahan bakar supaya bisa bergerak, begitu juga manusia. Manusia juga butuh bahan bakar supaya otaknya bisa tetep nyala. Ngemil jawabannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;……….&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Udah gak keitung berapa uang yang udah gue belanjain buat ngemil hari ini. Perasaan gue makan mulu. Mulut maunya ngunyah terus sementara kepala mikir. Uang yang di abisin buat ngemil emang gak terasa. Satu kue harganya Rp 1.000. Satu demi satu kue gue lahap tanpa mikir kalo ngemil hari ini udah terlalu berlebihan. Gambar yang ada diatas itu gambar kue kacang yang gue makan hari ini. Itu baru sebagian, masih banyak temennya kue kacang yang gue sikat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bukan cuma hari ini gue agak “membabi buta”. Kemaren-kemaren juga overdosis ngemil. Lama-lama ini jadi kebiasaan. Jelas bukan kebiasaan yang baik. Harus cepet-cepet tobat sebelum kulit perut ngantongin lemak.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-4788302586515825937?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/4788302586515825937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/02/ngemil-itu-hak-azasi-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/4788302586515825937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/4788302586515825937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/02/ngemil-itu-hak-azasi-manusia.html' title='NGEMIL ITU HAK AZASI MANUSIA'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/_cUsCBo1smz0/S32ADIorz4I/AAAAAAAAAFo/sRE9gNXhQHA/s72-c/Kuekacang_thumb12.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-8183105108895828814</id><published>2010-02-16T17:59:00.000+07:00</published><updated>2010-02-16T22:59:08.642+07:00</updated><title type='text'>Gak perlu sakit supaya lurus</title><content type='html'>&lt;p&gt;Hari saya mendapat kata-kata yang sedikit merendahkan dari atasan. Walaupun saya mengerti dia tidak bermaksud demikian. Mungkin maksudnya baik, untuk memacu seseorang menjadi lebih baik. Pertanyaannya, apakah memang tidak ada cara lain yang lebih "nyaman"?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;----&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya juga pernah jadi pemimpin, punya anak buah. Tapi seingat saya, saya tidak pernah melontarkan kata-kata yang merendahkan orang yang saya pimpin. Saya lebih suka menggunakan kata-kata positif dan motivasi yang saya pelajari dari sebuah buku. Ketika ingin menegur bawahan, saya akan selipkan teguran tersebut ditengah gurauan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya masih percaya bahwa teguran yang baik itu adalah teguran yang membangun, memberikan solusi, mencarikan jalan terang bagi bawahan. Rasa sakit hati memang tidak bisa dihindari ketika seorang bawahan mendapat teguran dari atasannya. Tinggal bagaimana sang atasan mengolah keterampilan menegur agar dampak sakit hatinya bisa diperkecil.&lt;/p&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-8183105108895828814?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/8183105108895828814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/02/gak-perlu-sakit-supaya-lurus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8183105108895828814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8183105108895828814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/02/gak-perlu-sakit-supaya-lurus.html' title='Gak perlu sakit supaya lurus'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-8728221714702415456</id><published>2010-02-06T06:33:00.001+07:00</published><updated>2010-02-06T06:33:37.186+07:00</updated><title type='text'>They don’t need math to eat.</title><content type='html'>Jangan pernah beranggapan kalo tempat makan &amp;quot;all you can eat&amp;quot; itu cuma ada di Jakarta!, di Morowali  yang tempatnya terpencil gini juga ada, malah lebih banyak lagi. Semua tempat makan disini &amp;quot;all you can eat&amp;quot;, maksudnya mau makan sebanyak apapun dan apapun menunya harganya ya segitu-gitu juga. Semua serba dipukul rata jadi Rp.30.000 per orang.&lt;p&gt;Gue baru sadar waktu perhatiin bon makan gue tiga hari belakangan ini. Angka totalnya selalu sama, Rp 90 ribu (kebetulan gue kalo makan selalu bertiga bareng tim, jadinya 30 ribu dikali 3 orang. Padahal setiap makan menu sama tempat makannya beda-beda tapi kok harganya segitu-gitu aja. Karena penasaran gue coba nanya harga per porsinya sebelum pesen makanan. Udah ketebak hasilnya, yang punya rumah makan jawabnya gugup campur bingung.&lt;p&gt;Mungkin matematika bukan mata pelajaran favorit disini. Jadinya orang-orangnya pada males ngitung, termasuk males ngitung harga makanan yang udah dipesen. Semua dipukul rata jadi Rp 30.000 per orang biar ga usah repot ngitung. Kalo di Jakarta kita bisa ngeliat kalkulator ada dimeja kasir rumah makan, disini sih meja kasirnya &amp;quot;bersih&amp;quot;.&lt;br&gt;Beda daerah, beda juga kebiasaannya. &lt;p&gt;&amp;quot;Apapun makanannya, bayarnya 30 ribu&amp;quot;&lt;p&gt;Seharusnya gue gak perlu protes, kan uang makannya dibayarin kantor ?&lt;p&gt;&lt;br&gt;arif kamaluddin&lt;br&gt;Sony Ericsson P990i&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-8728221714702415456?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/8728221714702415456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/02/they-dont-need-math-to-eat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8728221714702415456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8728221714702415456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/02/they-dont-need-math-to-eat.html' title='They don’t need math to eat.'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-6593485388010785405</id><published>2010-01-13T15:09:00.000+07:00</published><updated>2010-01-13T20:09:47.945+07:00</updated><title type='text'>Super-over-loaded</title><content type='html'>Tidak seperti komputer, otak manusia sangat terbatas dalam mengerjakan banyak pekerjaan sekaligus pada saat yang bersamaan. Dua atau tiga tugas yang dikerjakan pada satu waktu akan mengurangi kualitas pekerjaan yang dihasilkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hari ini saya dijejali tugas-tugas yang sama sekali tak berhubungan. Pikiran saya seperti channel televisi yang berpindah-pindah dengan cepat. Lima menit yang lalu channel A, lalu lima menit kemudian channel B, C, D, dan ..... mungkin sampai Z. Jika otak saya beroperasi pada prosesor DualCore mungkin akan terasa lebih mudah. Tapi sayangnya tidak demikian. Pergantian objek berpikir yang terlalu cepat dan mendadak membuat fokus saya berserakan dimana-mana.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Waktu sepertinya sedang berlari ketika kita tenggelam dalam ratusan pekerjaan, sementara kita menginginkannya lebih lambat berjalan, sehingga setiap tugas yang harus diselesaikan akan bisa diselesaikan hari ini tanpa menunggu esok.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pekerjaan memang masih bisa dilanjutkan dirumah. Tapi rumah dan kantor adalah dua tempat yang berbeda. Bolehlah berbaku hantam dengan dokumen-dokumen dikantor, tetapi tidak dirumah. Rumah bagi saya bukan sekedar tempat beristirahat bagi fisik, tetapi lebih dari itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ya... cukup ceramahnya!&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Betapapun saya mengagung-agungkan rumah sebagai tempat beristirahat tetapi kenyataannya hari ini saya membawa pulang sisa pekerjaan yang tadi belum terselesaikan dikantor karena besok pagi segalanya harus sudah selesai. Tidak ada waktu tambahan seperti halnya pertandingan bulutangkis. Semua harus selesai malam ini... titik.&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-6593485388010785405?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/6593485388010785405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/01/super-over-loaded.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6593485388010785405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6593485388010785405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/01/super-over-loaded.html' title='Super-over-loaded'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-6289241257396261096</id><published>2010-01-08T20:38:00.000+07:00</published><updated>2010-01-08T20:30:22.856+07:00</updated><title type='text'>DULU NGELUH, SEKARANG BERSYUKUR. Life is good, isn't it?</title><content type='html'>Kata siapa orang Jakarta demen buru-buru? Buktinya sore ini gue liat orang-orang gak pada ngebut di jalan raya. Semua pada diem, dempet-dempetan, trus lomba kenceng-kencengan suara klakson. Hehe, macet itu namanya. Macet udah jadi sarapan sekaligus makan malem orang Jakarta.&lt;p&gt;Karena macetnya lumayan parah, akhirnya gue coba ambil jalan ke arah Pulogadung. Baru sampe jalan pemuda, tiba-tiba gue keingetan sama memori masa lalu, masa-masa awal gue terjun ke dunia kerja.&lt;p&gt;Gue pernah kerja diperusahaan penerbitan skala nasional sebagai internal auditor (tetep ya dari dulu jadi internal auditor?) di kawasan industri pulogadung. Makanya kalo lewat situ gue agak ngerasa gimanaa gituh. Kebayang lagi muka semua temen-temen auditor yang ada 18 orang itu, yang kalo becanda suka lupa norma susila.&lt;p&gt;Kalo dipikir-pikir, Arip Kamaluddin yang sekarang itu adalah hasil tempaan kantor itu. Gue pernah punya atasan yang mendidik gue abis-abisan disitu, gue dijejelin semua hal tentang internal audit, jadi sekarang gue punya ilmu yang cukup buat &amp;quot;berantem&amp;quot; sama dunia karir yang lebih luas.&lt;p&gt;Padahal kalo diinget-inget, gaji gue disitu parah banget, uang dinas luar kotanya juga kurang gede, trus fasilitas yang gue dapet minim. Kalo keluar kota lama banget sampe ga inget rumah. Cukup parah lah.&lt;p&gt;Dulu gue pernah nanya ke diri sendiri... &amp;quot;ngapain gue kerja disitu?&amp;quot;. Jawabannya baru gue dapet sekarang. Kalo ada orang yang nanya &amp;quot;kenapa sih lo mau kerja disitu?&amp;quot;, gue pasti jawab gini:&lt;p&gt;&amp;quot;Buat sampe ke titik sekarang ini, gue harus ditempa sekeras-kerasnya, diomelin, dijejelin ilmu sebanyak-banyaknya, dikasih gaji yang ngepas. Jadi waktu Tuhan ngasih gue perusahaan yang jauh lebih gede, kerjaan yang lebih ringan, sama gaji yang lumayan, gue bisa bersyukur dan menikmati apa yang gue punya sekarang ini.&lt;p&gt;Alhamdulillah, thanks God for giving me a good life..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-6289241257396261096?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/6289241257396261096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/01/dulu-ngeluh-sekarang-bersyukur-life-is.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6289241257396261096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6289241257396261096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/01/dulu-ngeluh-sekarang-bersyukur-life-is.html' title='DULU NGELUH, SEKARANG BERSYUKUR. Life is good, isn&apos;t it?'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-5462858389670876931</id><published>2010-01-02T05:48:00.000+07:00</published><updated>2010-01-02T05:41:42.706+07:00</updated><title type='text'>Enaknya jalan kemana nih?</title><content type='html'>Libur tiga hari rasanya lumayan juga. Walaupun laporan audit taun 2009 kemaren belum selesai, tapi masa bodo lah. Sesekali boleh kan gak setia sama pekerjaan. Lagi pengen agak selfish aja. Pengen jalan kemana-mana sendirian. Gak usah dikawal sama temen, sodara, ataupun pacar, cukup gw aja sendiri. It&amp;#39;s me and my self, alone.&lt;p&gt;Maunya sih ke Gramedia matraman. Udah lama ga beli buku (boong, padahal bulan kemaren beli chicken soup. Emang dasar alesan biar jalan-jalan aja). Enaknya beli buku apa ya?&lt;br&gt;. . . . .&lt;p&gt;Orang-orang bilang selera buku gw aneh. Sebenernya itu tergantung dari buku gw yang diliat. Kalo kebetulan mereka ngeliat buku yang agak &amp;quot;berat&amp;quot;, mereka pasti komentar gini:&lt;p&gt;&amp;quot;gila, bacaan lo berat banget. Masih muda kok baca yang beginian&amp;quot;&lt;p&gt;Tapi kalo mereka kebetulan (sekali lagi karena kebetulan) ngeliat buku yang &amp;quot;ringan&amp;quot;, mereka cuma komentar:&lt;p&gt;&amp;quot;membaca nasib lewat tulisan tangan... Ngapain lo baca buku beginian. Mendingan baca yang agak berbobot&amp;quot;&lt;p&gt;Nah... Sebenernya waktu beli/baca buku gw gak pernah mikirin soal berat atau ringan. Yang penting gue suka isinya, terus suka juga sama harganya. Hihi, maklum deh anak akuntansi. My life is under financial plan i made. So i can save more money to marry a girl, to buy a car, to have my own house, to get an SLR, to buy better notebook, and to get another dreamy things.&lt;p&gt;Bener kan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-5462858389670876931?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/5462858389670876931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/01/enaknya-jalan-kemana-nih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/5462858389670876931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/5462858389670876931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/01/enaknya-jalan-kemana-nih.html' title='Enaknya jalan kemana nih?'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-7919708339756730599</id><published>2010-01-02T02:10:00.000+07:00</published><updated>2010-01-02T07:10:57.894+07:00</updated><title type='text'>supaya jaket kulit awet</title><content type='html'>gw baru baca nih, cara supaya jaket kulit tetep awet. Pake "castor oil" (kalo gak salah buat masak deh), trus diolesin ke seluruh bagian jaket.&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-7919708339756730599?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/7919708339756730599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/01/supaya-jaket-kulit-awet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/7919708339756730599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/7919708339756730599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/01/supaya-jaket-kulit-awet.html' title='supaya jaket kulit awet'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-6059954512426181808</id><published>2010-01-01T01:58:00.000+07:00</published><updated>2010-01-01T06:58:01.686+07:00</updated><title type='text'>Tunda notebooknya deh.</title><content type='html'>Seems i need to be patient. My plan to buy a new notebook may be cancelled ("may" means there's still possibility to do the vice versa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cash flow bisa terganggu kalau saya masih ngotot beli notebook bulan ini. Tunggu gajian berikutnya aja deh, supaya bisa agak "lega" keuangannya. Lagipula saya masih bingung menentukan antara acer dengan compaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huhh, berarti penugasan audit berikutnya tidak ditemanin dengan notebook baru, masih harus berteman dengan IBM lapuk inventaris kantor yang agak lambat berpikir itu.&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-6059954512426181808?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/6059954512426181808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/01/tunda-notebooknya-deh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6059954512426181808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6059954512426181808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2010/01/tunda-notebooknya-deh.html' title='Tunda notebooknya deh.'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-8734041619027035995</id><published>2009-12-30T08:59:00.000+07:00</published><updated>2009-12-30T13:59:37.001+07:00</updated><title type='text'>I do miss that..</title><content type='html'>Akhirnya, setelah tiga minggu di pengasingan tak bertuan *dasar cowo hiperbolis*, saya kembali ke Jakarta. Apa yang paling saya rindukan dari Jakarta? Jawabannya sederhana... sinyal. Tiga minggu hidup dengan sinyal GSM pas-pasan rasanya tersiksa juga. Ditengah perkebunan kelapa sawit, sinyal GSM adalah benda langka. Kalau mau menelepon ke Jakarta, harus lirik sana-sini mencari dan mendekati antena televisi supaya sinyalnya agak kuat. Jangankan internet, untuk menelepon saja rasanya harus berjuang.&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya sudah di Jakarta lagi. Sinyal GSM bertaburan dimana-mana. Senangnya bertemu kembali dengan peradaban:)&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-8734041619027035995?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/8734041619027035995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/12/i-do-miss-that.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8734041619027035995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8734041619027035995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/12/i-do-miss-that.html' title='I do miss that..'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-8505184447018706207</id><published>2009-12-25T03:19:00.000+07:00</published><updated>2009-12-25T08:19:41.917+07:00</updated><title type='text'>KURANG AJAR, DI KASIH HATI MINTA JANTUNG</title><content type='html'>Kadang-kadang perbuatan baik yang kita lakukan untuk orang lain tidak mendapatkan balasan yang serupa, malah justru dimanfaatkan dengan cara yang kurang sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedang menjalani tugas luar kota dan harus tinggal di tengah perkebunan kelapa sawit yang jaraknya 2 jam perjalanan ke kota terdekat. Jauh dari kehidupan modern. Sinyal GSM sangat lemah disini. Kadang dibutuhkan waktu 15 menit untuk mengirim satu SMS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang tidak pernah bermimpi melihat halaman website disini. Tapi untungnya ponsel saya bisa mengakses internet. Maka saya dengan bebas meminjamkan ponsel saya ke siapa saja yang mau berinternet dengan gratis dan "pelanggan utama" saya adalah teman satu tim saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dia sedang butuh internet untuk mengakses email atau facebook, saya persilahkan untuk menggunakan ponsel saya. Itu terjadi setiap hari dan saya tidak merasa keberatan sampai suatu pagi saya mendapatkan ponsel saya berubah posisi dan tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya kebiasaan untuk mengingat posisi barang-barang saya sebelum tidur. Kebiasaan tersebut ternyata berguna ketika ada seseorang yang menggunakan ponsel saya (tanpa izin) saat saya sedang tidur. Yaitu teman satu tim kerja saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya ponsel saya difasilitasi dengan task manager. Jadi saya bisa mengetahui aktifitas terakhir yang dilakukan dengan ponsel saya. Terlihat jelas sekali apa yang dia lakukan saat saya sedang terlelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari history, saya bisa tahu kalau dia membuka email pribadi saya dan membacanya. Bahkan dia sempat membuka inbox SMS. Lalu dia login ke account emailnya dan facebook. Di history, namanya tertulis dengan jelas, jadi saya tidak perlu susah-susah mencari pelakunya kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sih tidak keberatan meminjamkan ponsel saya andai dia meminta izin terlebih dahulu dan tidak melanggar "wilayah pribadi" saya. Karena dengan meminta izin berarti dia masih menghormati niat baik saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. . . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya mengaktifkan fasilitas security lock. Jadi tidak sembarang orang bisa menggunakan ponsel saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesel!!!&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-8505184447018706207?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/8505184447018706207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/12/kurang-ajar-di-kasih-hati-minta-jantung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8505184447018706207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8505184447018706207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/12/kurang-ajar-di-kasih-hati-minta-jantung.html' title='KURANG AJAR, DI KASIH HATI MINTA JANTUNG'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-3935970039844745462</id><published>2009-12-17T07:40:00.000+07:00</published><updated>2009-12-17T07:33:29.830+07:00</updated><title type='text'>Belum kangen rumah</title><content type='html'>Saya tidak tahu persis dimana saya berada. Ada ditengah perkebunan kelapa sawit yang luasnya berhektar-hektar, tentu saja membuat kita sedikit disorientasi. Tidak jelas letak administratif saya. Mau sebut nama kota pun bingung, karena untuk ke kota terdekat (lubuk linggau) saja membutuhkan waktu 1 jam perjalanan.&lt;p&gt;Walaupun jauh dari &amp;quot;pusat peradaban&amp;quot;, tetapi semuanya terasa nyaman atau lebih tepatnya dikondisikan senyaman mungkin. Kamar tidur yang bersih dan nyaman, makanan yang selalu tersedia, saluran televisi yang lengkap. Fasilitas yang lumayan ditengah rimbunnya kebun sawit.&lt;p&gt;Berdasarkan pengalaman, biasanya butuh waktu 2 saya kangen Jakarta. Artinya 4 hari lagi saya akan menderita karena home sick. Kangen macetnya, panasnya, suara klakson yang ribut di pagi hari. Apapun yang beraroma kampung halaman akan menambah derita.&lt;p&gt;Banyak orang yang mengeluh tinggal di Jakarta. Karena macetnya, egoisnya, sesak-sempitnya. Tapi lain bagi orang yang sering bepergian keluar kota. Hiruk pikuk kota besar adalah sesuatu yang dirindukan. Mudahnya mengakses pusat-pusat perbelanjaan, fasilitas kesehatan dan hiburan adalah kelebihan tinggal di kota besar seperti Jakarta.&lt;br&gt;. . . . .&lt;p&gt;Masih 13 hari lagi. Saya mulai terbiasa dengan pekerjaan ini. Sedikit bisa membaca ritme dan alur kerjanya. Meskipun saya sudah punya pengalaman sebagai internal auditor di dua perusahaan sebelumnya, tapi kali ini sungguh berbeda. Ada beberapa budaya korporat yang saya belum mengerti. Saya akan berusaha sebaik mungkin.&lt;p&gt;Sekarang tinggal memikirkan caranya supaya bisa pulang ke rumah sebelum tahun baru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-3935970039844745462?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/3935970039844745462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/12/belum-kangen-rumah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/3935970039844745462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/3935970039844745462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/12/belum-kangen-rumah.html' title='Belum kangen rumah'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-2300888113226334403</id><published>2009-12-11T13:33:00.000+07:00</published><updated>2009-12-11T18:33:50.891+07:00</updated><title type='text'>Cuma ada sawit, karet, dan rumah panggung</title><content type='html'>Dalam perjalanan dari palembang menuju muara kandis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak yang bisa dilihat. Cuma pemandangan yang berganti-ganti antara hutan karet, kebun sawit, dan deretan rumah panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bisa membayangkan jika harus tinggal disini. Tidak ada minimarket dekat rumah, siaran radio yang bisanya cuma memutar lagu-lagu disko remix ala pantura, jaringan internet yang payah, dan tidak ada yang menjual DVD bajakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar orang Jakarta...&lt;br /&gt;. . . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dari Palembang ke Muara kandis memakan waktu 5 jam. Itu artinya saya harus duduk di mobil dan mendengarkan lagu "disko remix pantura" yang diputar pak supir. Parahnya saya lupa membeli cemilan yang bisa membuat mulut sedikit sibuk, cuma ada sekantung permen rasa mint-lemon yang saya makan seperti makan kacang kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal terbaik yang bisa dilakukan sekarang adalah tidur. &lt;br /&gt;Then i told to my self:&lt;br /&gt;"Have nice sleep kid!"&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-2300888113226334403?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/2300888113226334403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/12/cuma-ada-sawit-karet-dan-rumah-panggung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/2300888113226334403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/2300888113226334403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/12/cuma-ada-sawit-karet-dan-rumah-panggung.html' title='Cuma ada sawit, karet, dan rumah panggung'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-9022808623885140297</id><published>2009-12-06T19:37:00.000+07:00</published><updated>2009-12-07T00:37:41.190+07:00</updated><title type='text'>Night hours</title><content type='html'>00:10 wib. Hanya tersedia waktu 5 menit untuk menulis, karena harus segera mengistirahatkan badan dan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baru saja pulang dari rumah klien "kerjaan sampingan". Itu lho.. yang meminta tolong pada saya untuk membenahi keuangannya. Tentu saja ada fee-nya, mana mungkin ada orang yang mau sukarela berpusing-pusing ria ditengah lautan data keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya saya niatkan untuk menyelesaikan laporannya hari ini sampai tuntas. Tapi apa boleh dikata, laporannya belum rampung juga sampai malam ini. Jadi saya putuskan untuk melanjutkan lagi besok karena badan saya sudah merasa lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huh, penyelesaian tanpa ujung!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan bisa selesai ya?&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-9022808623885140297?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/9022808623885140297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/12/night-hours.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/9022808623885140297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/9022808623885140297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/12/night-hours.html' title='Night hours'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-6894340770329875172</id><published>2009-12-05T22:13:00.000+07:00</published><updated>2009-12-06T03:13:06.021+07:00</updated><title type='text'>Temen kampus pada ngajak ke DUFAN, senengnya...</title><content type='html'>Temen-temen kampus gw pada "berkicau" di thread Facebook soal acara akhir taun (walaupun omongannya lama-lama lebih ke arah ngerumpi... Hehe). Dari hasil rumpi massal itu keluar keputusan buat jalan-jalan ke Dufan rame-rame.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw pengen banget nimbrung ngoceh di thread, tapi percuma kalo gw ikut nimbrung. Soalnya gw ga bakal bisa ikutan acaranya, nanti dibilang "ngomong doang" lagi. Jangan sampe keluar omongan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"si Arip ngomongnya doang di FB, giliran acaranya ga muncul orangnya"&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Hari selasa besok (8 Des 2009), gw udah ada di Muara Kandis-Palembang buat tugas ngaudit rutin selama 3 minggu. Pulangnya tanggal 29 Desember, mepet banget sama akhir taun. Kalo pun acara kumpul-kumpulnya tanggal 30, gw gak yakin tanggal segitu badan gw udah pulih dari pegel-pegel perjalanan dinas luar kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang gw cuma bisa "nonton" temen-temen pada ngobrol ngalor-ngidul	di Facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 18 januari 2010 gw ke Morowali selama 3 minggu. Lagi-lagi demi tugas. Abis itu, akhir Februari gw ke Jambi. Gw cuma punya waktu 2 minggu di Jakarta setiap bulannya. Wualah... bakal kangen Jakarta nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat temen-temen kampus tercinta, selamat bersenang-senang deh. Kapan-kapan ajak gw yah, gw pasti dateng kok kalo lagi kosong schedul.&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-6894340770329875172?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/6894340770329875172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/12/temen-kampus-pada-ngajak-ke-dufan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6894340770329875172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6894340770329875172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/12/temen-kampus-pada-ngajak-ke-dufan.html' title='Temen kampus pada ngajak ke DUFAN, senengnya...'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-7933165232447067078</id><published>2009-12-05T19:10:00.000+07:00</published><updated>2009-12-05T19:03:33.124+07:00</updated><title type='text'>UANG TIDAK SAMA DENGAN KETENANGAN</title><content type='html'>Jangan sekali-kali menukar ketenangan dengan uang. Karena terkadang menghasilkan banyak uang justru mengurangi nilai ketenangan hidup. Tidak ada jaminan bahwa peningkatan grafik penghasilan selalu berbanding lurus dengan kebahagiaan yang diperoleh.&lt;p&gt;Saya tidak mengerti apa yang ada di benak saya ketika menerima tawaran untuk memberikan jasa akuntan pada sebuah perusahaan. Tugas saya sederhana, hanya membuat neraca dan laporan laba rugi untuk periode yang telah berlalu. Saya pikir ini akan menjadi kesempatan menambah penghasilan seperti yang sering saya lakukan. &lt;p&gt;Perusahaan tersebut terlihat sederhana, hanya sebuah perusahaan kecil. Pasti tidak banyak transaksi yang kompleks.Tapi dugaan saya meleset. &amp;quot;Kesederhanaan&amp;quot; itu tidak berlangsung lama. Data-data yang berserakan, informasi keuangan yang tidak lengkap, dan metode pencatatan yang tidak standar membuat proses penyusunan laporan keuangan menjadi tidak mudah.&lt;p&gt;Banyak waktu pribadi saya yang tersita untuk pekerjaan sampingan ini. Hari libur dan jam pulang kantor pun saya gunakan untuk kerja tambahan ini. Sedikit sekali waktu yang tersisa bagi saya untuk sekedar menikmati kebersamaan dengan orang-orang terdekat.&lt;p&gt;Saya memang mendapatkan penghasilan tambahan dari pekerjaan ini. Tapi tersimpan pertanyaan, apakah saya bahagia	 dan tenang saat ini?&lt;p&gt;Sejujurnya tidak.&lt;p&gt;Pekerjaan, sesuatu yang seharusnya membuat saya hidup justru merenggut sebagian dari hidup saya.&lt;p&gt;Saya akan selalu mengingat apa yang terjadi saat ini sebagai pelajaran. Jika dikemudian hari saya berhadapan dengan kesempatan menambah penghasilan lagi, saya akan berpikir dua kali, bahkan puluhan kali, untuk mengambil kesempatan tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-7933165232447067078?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/7933165232447067078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/12/uang-tidak-sama-dengan-ketenangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/7933165232447067078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/7933165232447067078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/12/uang-tidak-sama-dengan-ketenangan.html' title='UANG TIDAK SAMA DENGAN KETENANGAN'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-7448049105430711209</id><published>2009-12-05T01:25:00.000+07:00</published><updated>2009-12-05T06:25:14.601+07:00</updated><title type='text'>It's a no-time-for-me day</title><content type='html'>So many things to do at the same time. Hope there's a copy of mine to help me have things done. God, i badly need your hands right now.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There're two things that turn me crazy: a preparation for duty trip to palembang and my client's financial statement revision. They're not that simple. At least, i need a full day to make one of them marked with "done!" on my tasks list. Unfotunately, i just have one single day for them to be done.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This day will be a no-time-for-me day.&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-7448049105430711209?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/7448049105430711209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/12/it-no-time-for-me-day.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/7448049105430711209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/7448049105430711209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/12/it-no-time-for-me-day.html' title='It&amp;#39;s a no-time-for-me day'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-3512273621923182654</id><published>2009-11-30T03:33:00.000+07:00</published><updated>2009-11-30T08:33:10.756+07:00</updated><title type='text'>Jalanan rasanya lega...</title><content type='html'>Tumben lalu lintas agak ramah hari ini. Padahal berangkat dari rumah jam 7:30, eh sampe kantor sampe kantor bisa jam 8:00. Ajaib! Biasanya perjalanan dari rumah ke kantor makan waktu sekitar 45 menit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi pagi sempet denger berita mau ada demonstrasi di bunderan HI. Gw udah panik aja. Udah kebayang rasanya telat sampe kantor. Ternyata eh ternyata, ga ada demonstrasi sama sekali. Bunderan HI keliatan tenteram. Mungkin demonstrasinya nanti siang kali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enak juga kalo tiap hari begini.&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-3512273621923182654?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/3512273621923182654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/11/jalanan-rasanya-lega_30.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/3512273621923182654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/3512273621923182654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/11/jalanan-rasanya-lega_30.html' title='Jalanan rasanya lega...'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-4415786015395691197</id><published>2009-11-30T03:32:00.000+07:00</published><updated>2009-11-30T08:32:51.559+07:00</updated><title type='text'>Jalanan rasanya lega...</title><content type='html'>Tumben lalu lintas agak ramah hari ini. Padahal berangkat dari rumah jam 7:30, eh sampe kantor sampe kantor bisa jam 8:00. Ajaib! Biasanya perjalanan dari rumah ke kantor makan waktu sekitar 45 menit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi pagi sempet denger berita mau ada demonstrasi di bunderan HI. Gw udah panik aja. Udah kebayang rasanya telat sampe kantor. Ternyata eh ternyata, ga ada demonstrasi sama sekali. Bunderan HI keliatan tenteram. Mungkin demonstrasinya nanti siang kali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enak juga kalo tiap hari begini.&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-4415786015395691197?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/4415786015395691197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/11/jalanan-rasanya-lega.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/4415786015395691197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/4415786015395691197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/11/jalanan-rasanya-lega.html' title='Jalanan rasanya lega...'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-6820396977318695934</id><published>2009-11-28T23:56:00.000+07:00</published><updated>2009-11-29T04:56:53.264+07:00</updated><title type='text'>IMPERIALISME SEKARANG : doyannya kok dijajah?</title><content type='html'>Sekarang lagi ngetrend perusahaan meniadakan bayaran atas lembur karyawannya dengan alasan loyalitas karyawan. Bentuk imperialis yang terselip ditengah megahnya dunia usaha Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang logis rasanya bila si kecil (karyawan) harus berkorban demi si besar (perusahaan). Hampir tidak ada bedanya dengan perbudakan di abad pertengahan dulu. Cuma bedanya sekarang "budak-budak"nya memakai setelah rapi dan punya slip gaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena si karyawan harus makan, minum, bayar cicilan rumah, bayar uang sekolah anak,.. maka perlawanan terhadap "penjajahan" seringkali urung dilakukan. Tapi kadang-kadang ada juga perlawanan yang muncul ke permukaan, biasanya berbentuk mogok kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan ya pemerintah bisa menjamin keselamatan penduduknya dari kaum kapitalis (mungkin tepatnya imperialis)? Jangan-jangan tidak akan pernah, karena pajak yang diterima pemerintah dari perusahaan imperialis itu juga lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya sekarang saya bekerja diperusahaan yang manusiawi.&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-6820396977318695934?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/6820396977318695934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/11/imperialisme-sekarang-doyannya-kok_28.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6820396977318695934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6820396977318695934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/11/imperialisme-sekarang-doyannya-kok_28.html' title='IMPERIALISME SEKARANG : doyannya kok dijajah?'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-7302220406034111174</id><published>2009-11-28T23:55:00.000+07:00</published><updated>2009-11-29T04:55:43.260+07:00</updated><title type='text'>IMPERIALISME SEKARANG: doyannya kok dijajah?</title><content type='html'>Sekarang lagi ngetrend perusahaan meniadakan bayaran atas lembur karyawannya dengan alasan loyalitas karyawan. Bentuk imperialis yang terselip ditengah megahnya dunia usaha Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang logis rasanya bila si kecil (karyawan) harus berkorban demi si besar (perusahaan). Hampir tidak ada bedanya dengan perbudakan di abad pertengahan dulu. Cuma bedanya sekarang "budak-budak"nya memakai setelah rapi dan punya slip gaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena si karyawan harus makan, minum, bayar cicilan rumah, bayar uang sekolah anak,.. maka perlawanan terhadap "penjajahan" seringkali urung dilakukan. Tapi kadang-kadang ada juga perlawanan yang muncul ke permukaan, biasanya berbentuk mogok kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan ya pemerintah bisa menjamin keselamatan penduduknya dari kaum kapitalis (mungkin tepatnya imperialis)? Jangan-jangan tidak akan pernah, karena pajak yang diterima pemerintah dari perusahaan imperialis itu juga lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya sekarang saya bekerja diperusahaan yang manusiawi.&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-7302220406034111174?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/7302220406034111174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/11/imperialisme-sekarang-doyannya-kok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/7302220406034111174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/7302220406034111174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/11/imperialisme-sekarang-doyannya-kok.html' title='IMPERIALISME SEKARANG: doyannya kok dijajah?'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-5230193519252150722</id><published>2009-11-28T16:25:00.000+07:00</published><updated>2009-11-28T16:19:07.265+07:00</updated><title type='text'>Nabung aaahh...</title><content type='html'>Desakan supaya menabung dalam jumlah yang lebih besar setiap bulannya sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Harus di mulai dari sekarang! Didepan sana, ada beberapa kebutuhan yang membutuhkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit, misalnya menikah, beli notebook baru, membuat investasi di deposito atau logam mulia bersertifikat. &lt;p&gt;Yang paling mencekik dompet pasti yang pertama... yaitu menikah. Ada yang menasihati saya supaya menikah secepatnya, katanya menikah itu gak perlu banyak uang, yang penting ijab kabulnya. Saya cuma menanggapi dengan sedikit senyum. Pada kenyataanya tidak semudah itu. Saya anak terakhir di keluarga, sedangkan pacar saya anak satu-satunya. Rasanya mustahil untuk menikah tanpa resepsi. Pasti orang tua dari kedua belah pihak menginginkan perayaan.&lt;br&gt;....&lt;br&gt;Yah, menabung itu jadi kewajiban sekarang.&lt;p&gt;Butuh strategi keuangan yang matang untuk menyisakan dana untuk ditabung. Saya pun mengambil beberapa langkah strategis untuk menabung. Langkah pertama yang saya ambil adalah membuat catatan akuntansi. Seluruh transaksi sehari-hari saya catat. Dan nantinya akan tersaji dalam sebuah laporan keuangan. Dengan mencatat, akan lebih mudah mengawasi dan mengendalikan transaksi-transaksi.&lt;p&gt;Langkah kedua. Saya memanfaatkan fasilitas autodebet yang diberikan Bank. Uang dalam jumlah tertentu dipotong secara otomatis dari rekening kita untuk dimasukan ke dalam rekening autodebet kita. Uang yang ada dalam rekening autodebet tersebut hanya bisa diambil pada saat jatuh tempo. Mungkin agak mirip dengan deposito. Sebetulnya saya sudah mempunyai sebuah rekening autodebet, tetapi jumlah potongan per bulannya terlalu kecil. Rencananya saya akan menambah potongannya dua kali lipat. Supaya hasil akhirnya lebih besar.&lt;p&gt;Mudah-mudahan semua berjalan lancar. Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-5230193519252150722?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/5230193519252150722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/11/nabung-aaahh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/5230193519252150722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/5230193519252150722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/11/nabung-aaahh.html' title='Nabung aaahh...'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-5198657468567147317</id><published>2009-11-26T00:31:00.000+07:00</published><updated>2009-11-26T00:25:42.412+07:00</updated><title type='text'>Mari teriak sekeras-kerasnya!</title><content type='html'>Aaarrgh!!! Rasanya mau teriak sekeras-kerasnya.&lt;br&gt;Terlalu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sementara waktu yang tersedia cuma sedikit. Deadline ada di depan mata. Besok adalah deadline untuk penyelesaian laporan keuangan sebuah perusahaan yang sedang saya &amp;quot;garap&amp;quot; laporan keuangannya. Padahal masih banyak masalah yang menggantung sampai malam ini. Rasanya hampir tidak mungkin untuk diselesaikan besok. Mata rasanya sudah lelah memelototi layar komputer yang pemandangannya cuma tabel dan angka.&lt;p&gt;Disaat yang bersamaan, saya harus menyelesaikan skedul audit saya untuk tahun 2010. Memang pekerjaan sepele, tapi cukup memusingkan.&lt;p&gt;Belum cukup sampai disitu. Saya juga harus mengerjakan pemeriksaan inventory (persediaan) yang sistem manajemen pergudangannya belum saya mengerti seratus persen. Harus kerja ekstra. Pertama, mencoba memahami bagaimana arus pencatatan mutasi barangnya, kemudian baru dilakukan pemeriksaan untuk SETIAP  transaksi. Bukan tanpa alasan jika saya memberi huruf kapital pada kata &amp;quot;setiap&amp;quot;. Itu artinya saya harus memeriksa dan membandingkan satu persatu laporan mutasi barang dengan dokumen pendukungnya.&lt;p&gt;Tugas menyusun skedul audit sudah selesai. Tinggal dua tugas lagi yang harus dituntaskan. Pernah terlintas dalam benak saya untuk melepaskan &amp;quot;pekerjaan sampingan&amp;quot; merapihkan laporan keuangan perusahaan pakaian muslim yang sedang saya kerjakan. Itu berarti saya harus rela melepas fee pengerjaan. Tapi biarlah, uang kan tidak sebanding dengan kesehatan dan ketenangan perasaan.&lt;p&gt;Melihat dan mempertimbangkan kondisi badan, ditambah lagi besok harus puasa, sepertinya saya harus menyerahkan diri pada kasur hangat yang sudah menunggu didalam kamar.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Arif Kamaluddin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-5198657468567147317?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/5198657468567147317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/11/mari-teriak-sekeras-kerasnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/5198657468567147317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/5198657468567147317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/11/mari-teriak-sekeras-kerasnya.html' title='Mari teriak sekeras-kerasnya!'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-8048766386744487165</id><published>2009-11-07T19:33:00.000+07:00</published><updated>2009-11-07T19:30:28.002+07:00</updated><title type='text'>PAMERAN BUKU YANG LANGKA DISKON, DAN ARIEL PETERPAN</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SvVoZGu6TRI/AAAAAAAAAEo/L2ozXaTxYVM/s1600-h/Indonesia+Book+Fair-728010.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SvVoZGu6TRI/AAAAAAAAAEo/L2ozXaTxYVM/s320/Indonesia+Book+Fair-728010.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401338108614167826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SvVoZOqYG8I/AAAAAAAAAEw/hk1B4KJnFeM/s1600-h/andrea+hirata-728685.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SvVoZOqYG8I/AAAAAAAAAEw/hk1B4KJnFeM/s320/andrea+hirata-728685.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401338110742633410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&amp;quot;Munculnya Andrea Hirata dan wajah Ariel Peterpan (Nazril Ilham) dilayar sedikit memberi keriuhan ditengah pameran buku yang langka diskon dan kurang ramai dikunjungi&amp;quot;&lt;br&gt;. . . . .&lt;p&gt;Tadinya saya pikir Indonesia Book Fair yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center akan lebih seru dan lebih banyak penerbit yang hadir, ternyata diluar dugaan. Sedikit sekali penerbit yang hadir. Padahal saya sudah membayangkan riuhnya suasana di dalam Book Fair. Apalagi ini hari Sabtu, biasanya terjadi lonjakan jumlah pengunjung di akhir minggu.&lt;p&gt;Bukan cuma jumlah peserta pameran yang kurang, diskon yang biasanya diumbar habis-habisan juga tidak terlihat. Cuma ada diskon &amp;quot;standar&amp;quot; (10 sampai 30 %). Jadi tidak ada perang harga yang menarik. Pengunjungpun cuma datang, melihat-lihat, sedikit membaca buku yang sudah dibuka bungkus plastiknya, lalu pergi tanpa membeli.&lt;p&gt;PROMOSI FILM &amp;quot;SANG PEMIMPI&amp;quot; OLEH ANDREA HIRATA&lt;p&gt;Andaikan tidak ada Andrea Hirata dkk, mungkin Indonesia Book Fair hari ini terasa kurang &amp;quot;berbumbu&amp;quot;. Lima belas menit sebelum Andrea naik ke atas panggung, penonton yang antusias terhadap salah satu tetralogi Laskar Pelangi sudah memenuhi kursi didepan panggung yang disediakan. Setelah andrea naik ke atas panggung bisa dibayangkan padatnya kerumunan orang yang mau melihat wajah penulis populer itu.&lt;p&gt;Sorakan penonton tiba-tiba memenuhi ruangan saat wajah Ariel peterpan, yang ternyata menjadi pemeran di film Sang Pemimpi, muncul dilayar. Oalah, dasar perempuan.&lt;br&gt;(saya tidak ikut berteriak, malu)&lt;p&gt;&amp;quot;Fotografer cantik berkeliaran!!!&amp;quot;&lt;br&gt;Karena acara promosi ini hasil kerjasama Miles Production, Mizan, dan Cita Cinta, ada banyak fotografer cantik (mungkin fotografernya Cita Cinta) yang bolak balik sibuk mendokumentasikan apa yang sedang terjadi diatas panggung. Seperti tetesan air segar ditengah keringnya pemandangan. Lucky me! Hahaha ... dasar laki-laki.&lt;br&gt;. . . . .&lt;p&gt;Karena tidak menemukan buku yang menarik, tidak ada alasan bagi saya untuk membeli buku. Lagipula saya sudah melewati budget bulan ini untuk membeli buku.&lt;p&gt;Pulang ah...&lt;p&gt;&lt;br&gt;Arif Kamaluddin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-8048766386744487165?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/8048766386744487165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/11/pameran-buku-yang-langka-diskon-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8048766386744487165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8048766386744487165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/11/pameran-buku-yang-langka-diskon-dan.html' title='PAMERAN BUKU YANG LANGKA DISKON, DAN ARIEL PETERPAN'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SvVoZGu6TRI/AAAAAAAAAEo/L2ozXaTxYVM/s72-c/Indonesia+Book+Fair-728010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-2665211103570754529</id><published>2009-11-05T14:38:00.000+07:00</published><updated>2009-11-05T14:33:11.149+07:00</updated><title type='text'>BINAURAL tones untuk merangsang otak.</title><content type='html'>Setelah seharian googling, akhirnya kemarin saya berhasil mendownload dua belas file suara binaural gratisan. Binaural beats atau binaural tones adalah suara dengan frekuensi tertentu yang dapat merangsang  otak untuk dapat mencapai frekuensi yang diinginkan. Suara binaural akan terdengar mirip dengan dengungan lebah. Binaural beats/tones ditemukan pertama kali oleh Heinrich Wilhelm Dove pada tahun 1839 (kata wikipedia tuh).&lt;p&gt;Ada empat macam gelombang otak manusia yaitu: Beta, Alfa, Theta, dan Delta. Keempat macam gelombang tersebut mempunyai karakteristik berbeda. Supaya lebih &amp;quot;mudeng&amp;quot;, saya coba berikan paparan singkat tentang gelombang otak.&lt;p&gt;1. Gelombang beta (14 - 100 Hz). Gelombang otak ini dihasilkan ketika seseorang berada dalam keadaan terjaga, sadar penuh, atau dipenuhi dengan logika. Gelombang beta identik dengan rasa cemas, khawatir, marah, dan stress.&lt;p&gt;2. Gelombang alfa (8 - 13,9 Hz). Gelombang ini dihasilkan otak ketika berada dalam keadaan rileks, melamun, dan berkhayal. Otak bisa bekerja lebih optimal pada keadaan alfa: bisa menyerap lebih banyak informasi, detak jantung menjadi lebih stabil, imunitas tubuh meningkat. Gelombang alfa memicu produksi hormon serotonin dan endorfin. Kedua hormon tersebut bisa menghadirkan rasa bahagia, tenang, dan nyaman.&lt;p&gt;3. Gelombang theta (4 - 7,9 Hz). Otak kita menghasilkan gelombang ini ketika bermimpi dan bermeditasi dalam. Kita dapat menjadi lebih kreatif dan mempunyai intuisi lebih tajam.&lt;p&gt;4. Gelombang delta (0,1 - 3,9 Hz). Dihasilkan ketika tertidur pulas tanpa mimpi. Dalam keadaan ini seseorang tidak bisa merasakan badannya dan tidak berpikir. Tubuh melakukan regenerasi sel-selnya pada keadaan ini.&lt;br&gt;.....&lt;p&gt;Cara kerja binaural tones bekerja dengan cara yang sederhana. Dua buah suara dengan frekuensi berbeda diperdengarkan pada dua telinga dan otak hanya mendengar selisihnya saja. Misalnya telinga kiri mendengar suara dengan frekuensi 300 Hz dan telinga kanan mendengar 315 Hz, maka otak akan mendengar kedua suara tersebut sebagai suara dengan frekuansi 15 Hz (selisih dari 315 dikurangi dengan 300 Hz). Suara binaural ini akan berfungsi bila didengarkan dengan menggunakan earphone. Jadi dua suara dengan frekuansi berbeda tersebut tidak akan tercampur di udara.&lt;p&gt;Binaural beats/tones akan mempengaruhi/merangsang otak untuk menghasilkan gelombang yang sama seperti yang didengar. Kata tante wikipedia ini disebut &amp;quot;frequency following response&amp;quot;. &lt;p&gt;Saya sudah menyimpan file-file binaural tersebut di handphone saya supaya bisa dinikmati kapanpun dan dimanapun saya mau. Cukup dengan memasang earphone pada kedua telinga, maka efek dari suara binaural sudah bisa saya rasakan. Saya punya 12 suara binaural yang berbeda, mulai dari high beta, low beta, high alfa, low alfa, sampai delta yang masing-masing punya manfaat berbeda.&lt;p&gt;Setelah mendengarkan beberapa suara binaural, saya bisa merasakan efek seperti meditasi. Untuk ketenangan saya menggunakan gelombang alfa, theta, bahkan delta. Dan untuk meningkatkan mood dan kewaspadaan logika saya biasanya menggunakan suara beta.&lt;p&gt;Mau coba juga? Silahkan coba googling dengan keyword &amp;quot;binaural beats&amp;quot;. Atau minta saya untuk mengirimkan binaural beats/tones tersebut melalui email, nanti akan saya berikan secara gratis(saya juga dapet gratis kok).&lt;p&gt;Bagi sebagian orang, mendengar suara binaural yang seperti dengungan itu terasa kurang nyaman. Maka saya mau sedikit bereksperimen dengan menambahkan suara hujan, air terjun, atau suara angin. Nanti akan saya share secara cuma-cuma juga deh.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Arif Kamaluddin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-2665211103570754529?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/2665211103570754529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/11/binaural-tones-untuk-merangsang-otak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/2665211103570754529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/2665211103570754529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/11/binaural-tones-untuk-merangsang-otak.html' title='BINAURAL tones untuk merangsang otak.'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-6250454952269844682</id><published>2009-11-04T12:40:00.000+07:00</published><updated>2009-11-04T12:35:08.775+07:00</updated><title type='text'>Akhirnya saya punya NPWP</title><content type='html'>Karena perusahaan tempat saya bekerja mewajibkan karyawannya untuk memiliki NPWP, maka saya (mau tidak mau) mendaftarkan diri sebagai wajib pajak. Teman-teman menyarankan untuk mendaftarkan diri secara online karena katanya lebih mudah dan lebih cepat. Ternyata benar. Setelah mengisi data-data yang diperlukan melalui website &lt;a href="http://pajak.go.id"&gt;pajak.go.id&lt;/a&gt;, keesokan harinya saya pergi ke kantor pelayanan pajak di jalan dewi sartika untuk mengambil kartu NPWP. Dalam waktu kurang dari 10 menit saya sudah mendapatkan kartunya. Padahal saya kira akan makan waktu seharian.&lt;p&gt;Ternyata mengurus NPWP itu gampang ya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-6250454952269844682?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/6250454952269844682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/11/akhirnya-saya-punya-npwp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6250454952269844682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6250454952269844682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/11/akhirnya-saya-punya-npwp.html' title='Akhirnya saya punya NPWP'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-7418687301491167272</id><published>2009-10-22T04:20:00.000+07:00</published><updated>2009-10-22T08:20:36.709+07:00</updated><title type='text'>Geng Kopi</title><content type='html'>Ada warung kecil didepan kantor yang buka setiap pagi. Menunya sederhana, cuma ada kopi, mie instan, dan aneka gorengan. Pelanggannyapun sama sederhananya, ada helper gudang, salesman, dan supir truk delivery. Tapi atmosfer yang tercipta didepan warung tersebut tidak sesederhana menu dan pelanggannya. Aroma kopi memenuhi udara sementara kelakar-kelakar kecil mulai berhamburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak harus ke kafe-kafe modern yang menyajikan kopinya di gelas kertas untuk menikmati pengaruh hipnotis segelas kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, sepertinya saya lupa mencantumkan "auditor" sebagai pelanggan ya?&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-7418687301491167272?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/7418687301491167272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/10/geng-kopi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/7418687301491167272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/7418687301491167272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/10/geng-kopi.html' title='Geng Kopi'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-3192696330084993866</id><published>2009-10-16T11:34:00.000+07:00</published><updated>2009-10-16T15:34:04.559+07:00</updated><title type='text'>PERAYU REMBULAN</title><content type='html'>Layaknya sang pecinta, kurayu sang rembulan&lt;br&gt;Kugenggam sinar peraknya, kuremukan keangkuhannya&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kuminta angin membisikan sebuah syair cinta ditelingaku&lt;br&gt;Lalu kurapalkan tiap kata yang ku dengar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dia mengizinkanku mengecup bibirnya&lt;br&gt;Saat itu kuyakin dia telah jatuh.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Memutari langit hingga lelah.&lt;br&gt;Kuajak dia duduk ditepi dunia&lt;br&gt;Rayuan demi rayuan mengalir seolah enggan berhenti&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lalu berteriaklah seisi semesta&lt;br&gt;Meminta kembalinya sang rembulan&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam ketidakrelaan kuberbisik halus di telinganya&lt;br&gt;"Pergilah, mereka membutuhkanmu"&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kesepian, itulah yang dia risaukan dariku.&lt;br&gt;Kuyakinkan dirinya bahwa aku akan baik-baik saja,&lt;br&gt;Kuceritakan tentang persahabatanku dengan hujan, matahari, dan pepohonan yang bertumbuh&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-3192696330084993866?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/3192696330084993866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/10/perayu-rembulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/3192696330084993866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/3192696330084993866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/10/perayu-rembulan.html' title='PERAYU REMBULAN'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-1728925419962557837</id><published>2009-10-13T01:31:00.000+07:00</published><updated>2009-10-13T01:25:49.772+07:00</updated><title type='text'>SEMUANYA BUKAN TANPA SEBAB</title><content type='html'>Yang jelas Tuhan tidak sedang bercanda atau bermain-main dengan takdir ketika memberikan saya seorang atasan yang suka marah-marah. Pasti ada maksud tertentu. Paling sedikit  saya jadi bisa membedakan sikap mana yang pantas dan mana yang tidak pantas dilakukan oleh seorang atasan.&lt;p&gt;Saya serius waktu mengatakan &amp;quot;suka marah-marah&amp;quot;. Anda harus menjadi anak buahnya untuk dapat melihat sendiri sebuah adegan ketika amukan kemarahan menguasai pikiran seseorang. Parahnya, itu terjadi hampir setiap saat. Itu mungkin yang jadi penyebab banyak staff audit yang mengundurkan diri setelah satu bulan (bahkan ada yang dua minggu) masuk kerja.&lt;p&gt;Apa untungnya marah-marah? Bukankah marah itu dapat meningkatkan resiko terkena gangguan jantung, tekanan darah tinggi, dan depresi?&lt;p&gt;Tuhan pun tidak bercanda ketika saya dipertemukan, secara tidak sengaja, dengan dunia &amp;quot;self hypnosis&amp;quot;. Yah... Setidaknya saya jadi punya kontrol diri yang lebih kuat dalam masa-masa yang tidak mudah. Tinggal menggiring pikiran ke dalam &amp;quot;kubah ketenangan&amp;quot; maka semua akan terasa lebih ringan. Buktinya saya bisa bertahan lebih dari 3 bulan sementara auditor yang lain sudah bertumbangan dalam hitungan minggu.&lt;p&gt;Meskipun begitu, saya tidak mempunyai keinginan untuk bertahan. Walaupun saya diberi kesaktian untuk menahan badai, tentu rasanya lebih menyenangkan tinggal didaerah yang aman dari badai bukan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-1728925419962557837?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/1728925419962557837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/10/semuanya-bukan-tanpa-sebab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/1728925419962557837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/1728925419962557837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/10/semuanya-bukan-tanpa-sebab.html' title='SEMUANYA BUKAN TANPA SEBAB'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-1095946074736032323</id><published>2009-10-09T01:47:00.000+07:00</published><updated>2009-10-09T05:47:29.819+07:00</updated><title type='text'>Waktunya meditasi pagi!</title><content type='html'>Meditasi sebentar ah. Cuman 15 menit aja.&lt;br /&gt;15 menit buat kesabaran sepanjang hari&lt;br /&gt;15 menit biar tetep waras&lt;br /&gt;15 menit supaya ga ikutan sinting di kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-1095946074736032323?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/1095946074736032323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/10/waktunya-meditasi-pagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/1095946074736032323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/1095946074736032323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/10/waktunya-meditasi-pagi.html' title='Waktunya meditasi pagi!'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-8973858523175541479</id><published>2009-09-30T08:44:00.001+07:00</published><updated>2009-10-16T08:13:42.630+07:00</updated><title type='text'>MAGABUT day of fun;)</title><content type='html'>&lt;div class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SsK2uhfTOCI/AAAAAAAAAEY/GjLU6TE-eD8/s1600-h/Iambored-746719.jpeg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387069014668425250" src="http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SsK2uhfTOCI/AAAAAAAAAEY/GjLU6TE-eD8/s320/Iambored-746719.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Hari ini gue kluntang-kluntung aja di kantor. Bos gw ga ngasih instruksi apa-apa. Ga ada tujuan yang jelas buat dateng ke kantor. Kalo buat sekali-sekali, makan gaji buta itu enak juga. Gak ngerjain apa-apa tapi tetep dibayar. Tapi kalo kelamaan makan gaji buta bosen juga rasanya.&lt;br /&gt;Biar ga keliatan MAGABUT (Makan Gaji Buta) banget, gue musti susun kegiatan buat ini hari. So here comes my "lazy activities" schedule:&lt;br /&gt;Pagi:&lt;br /&gt;-facebookan sampe bosen&lt;br /&gt;-browsing &lt;a href="http://detik.com/"&gt;detik.com&lt;/a&gt; buat cari tau soal pemadaman bergilir&lt;br /&gt;-cek email yahoo sama email kantor&lt;br /&gt;-ngepost di blog&lt;br /&gt;Siang:&lt;br /&gt;-cari peluang di &lt;a href="http://karir.com/"&gt;karir.com&lt;/a&gt; sama &lt;a href="http://jobsdb.com/"&gt;jobsdb.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;-baca berita di &lt;a href="http://kompas.com/"&gt;kompas.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;-nambah wawasan di wikipedia&lt;br /&gt;-have a lunch&lt;br /&gt;Sore:&lt;br /&gt;-facebookan lagi. Lagi-lagi facebookan&lt;br /&gt;-Baca postingan temen-temen di multiply&lt;br /&gt;-Siap-siap pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That's all my today's MAGABUT activities.&lt;br /&gt;May god be with me in every time i waste. Hehehe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-8973858523175541479?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/8973858523175541479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/09/magabut-day-of-fun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8973858523175541479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8973858523175541479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/09/magabut-day-of-fun.html' title='MAGABUT day of fun;)'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SsK2uhfTOCI/AAAAAAAAAEY/GjLU6TE-eD8/s72-c/Iambored-746719.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-5481419251044203337</id><published>2009-09-24T18:30:00.000+07:00</published><updated>2009-09-24T18:25:44.795+07:00</updated><title type='text'>Huahh, mie ayam pedes!!!</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SrtXOM9SwHI/AAAAAAAAAEQ/p59f2ZNsga0/s1600-h/DSC00198-744799.JPG"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SrtXOM9SwHI/AAAAAAAAAEQ/p59f2ZNsga0/s320/DSC00198-744799.JPG"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5384993680959651954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Semangkuk mie ayam pedas untuk perasaan yang tercabik-cabik dan pikiran yang kusut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-5481419251044203337?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/5481419251044203337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/09/huahh-mie-ayam-pedes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/5481419251044203337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/5481419251044203337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/09/huahh-mie-ayam-pedes.html' title='Huahh, mie ayam pedes!!!'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SrtXOM9SwHI/AAAAAAAAAEQ/p59f2ZNsga0/s72-c/DSC00198-744799.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-8512480374360384930</id><published>2009-09-22T15:13:00.000+07:00</published><updated>2009-09-22T15:07:22.050+07:00</updated><title type='text'>GAUTAMA DAN MASA BERLAKU MANUSIA</title><content type='html'>Kebetulan atau bukan, hari ini saya mengalami serangkaian peristiwa berbeda tapi dengan pesan yang sama. Pesan yang membuat saya terbenam dalam perenungan sepanjang siang. Semua berawal dari sebuah tulisan yang berjudul:&lt;p&gt;&amp;quot;GAUTAMA&amp;quot;&lt;p&gt;Pagi tadi saya membaca salah satu tulisan Goenawan Mohammad yang dia beri judul &amp;quot;gautama&amp;quot;. Dari judulnya saja kita sudah bisa menebak apa isi tulisan tersebut. Berkisah tentang seorang pangeran muda yang ajarannya masih bergaung hingga kini. Pengaruhnya masih terasa di daratan india, cina, tibet, dan beberapa negara asia barat daya. Seseorang yang kemudian dikenal dengan nama Sidharta. Umat buddha menyebut dia sebagai orang yang tercerahkan, sang Buddha.&lt;p&gt;Ada satu bagian dari tulisan tersebut yang membuat saya tertarik untuk membacanya berulang-ulang, yaitu ketika GM -begitu biasanya orang-orang meringkas nama Goenawan Mohammad- menceritakan tentang awal mula sang gautama mulai tersentuh dengan dunia pencarian diri. Dia (sidharta) terhenyak saat menyaksikan sendiri kehidupan diluar istana yang jauh berbeda dengan apa yang selama ini dia alami dibalik tembok istana yang dingin dan dipenuhi ratusan protokoler kerajaan. Penyakit, umur tua, dan kematian yang terjadi di masyarakat jelata telah membuat seorang pangeran keluar dari istana untuk melakukan perjalanan menuju pencerahan yang sangat melegenda itu.&lt;p&gt;Ketiga hal tersebut (penyakit, umur tua, dan kematian) lalu mendengung dan disuarakan berulang-ulang dalam kepala saya. Kenapa? Saya pun tidak bisa memberikan jawaban yang pasti. Satu hal yang pasti, rangkaian peristiwa selanjutnya akan melengkapi stimulus pikiran tersebut.&lt;p&gt;&amp;quot;TUA dan RUSAK&amp;quot;&lt;p&gt;Siang ini saya berlebaran bersama keluarga mengunjungi kerabat-kerabat dekat. Saat mengunjungi salah satu adik (alm) bapak, saya melihat sepasang suami isteri dalam keadaan kurang berdaya. Si suami sudah sangat tua dengan daya ingat yang lemah, pandangan mata yang kabur, dan kata-kata yang tidak terangkai dengan wajar.  Sementara si isteri tidak bisa bergerak leluasa seperti orang normal karena serangan stroke yang melumpuhkan tangan kanannya dan kedua kakinya. Contoh nyata dari derita penyakit dan tubuh yang dimakan oleh waktu.&lt;p&gt;Tubuh cuma alat transportasi bagi jiwa untuk mengarungi padang dunia yang lebar dan tak jelas tepinya. Sebagaimana alat, tubuh juga bisa kadaluarsa dan rusak. Pada saat seperti itu, manusia(jiwa) akan kehilangan kendali atas tubuhnya. Kehilangan kemampuan untuk melihat dengan fokus, merangkai kata sehingga jelas maknanya, dan kehilangan kemampuan mengakses(dan menyimpan) informasi didalam otak. Disaat seperti itu tubuh cuma menjalankan fungsinya yang paling sederhana, cuma sebagai wadah bagi ruh.&lt;p&gt;Semua orang akan tiba dimasa itu. Ketika tulang begitu rapuh, kulit tak lagi cerah, mata dan rambut menjadi abu-abu. Tak terkecuali saya, anda, bayi-bayi yang baru lahir semenit yang lalu.&lt;p&gt;&amp;quot;SATU PER SATU SEMUA BERPAMITAN&amp;quot;&lt;p&gt;Kakak kandung (alm) bapak yang saya kunjungi diakhir rute lebaran berkata dalam logat betawi yang kental : &amp;quot;anak bapak (kakek saya) tinggal sedikit, tinggal gua sama ....(dia menyebut 2 orang adiknya yang masih hidup)&amp;quot;. Lalu dia bercerita tentang garis keturunan, menyebutkan satu per satu orang-orang yang ada digaris keturunan tersebut lalu menghitung berapa banyak yang sudah meninggal.&lt;p&gt;Dia berbicara dengan ekspresi merenung. Mengenang saudara-saudara kandungnya yang pernah hidup dan menjadi bagian dari masa mudanya. Pada saat yang bersamaan, saya teringat dengan tulisan GM tentang sang gautama yang saya baca pagi ini. Tiga hal yang berhasil menggugah sidharta juga dipertontonkan pada saya hari ini... Penyakit, usia tua, dan kematian.&lt;p&gt;. . . . .&lt;p&gt;Penyakit, usia tua, dan kematian adalah bahan pikir untuk hari ini. Mungkin semua disengaja untuk menyegarkan kembali kesadaran saya tentang kefanaan, tentang dunia yang semakin tua, tentang tubuh yang bisa rusak, tentang kematian yang pasti datang, tentang ketidak abadian semua hal yang ada didalam kubah semesta yang luas.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Arif Kamaluddin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-8512480374360384930?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/8512480374360384930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/09/gautama-dan-masa-berlaku-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8512480374360384930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8512480374360384930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/09/gautama-dan-masa-berlaku-manusia.html' title='GAUTAMA DAN MASA BERLAKU MANUSIA'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-519829341762987641</id><published>2009-09-17T00:59:00.000+07:00</published><updated>2009-09-17T04:59:40.473+07:00</updated><title type='text'>Karena gue auditor yang baik hati</title><content type='html'>Kemaren atasan menegur saya karena sampai hari ini tidak ada seorangpun yang jadi "korban" pemeriksaan. Begitulah dunia "internal audit", meskipun praktik internal audit (IA) modern lebih condong ke arah konsultasi dan perbaikan, tetapi masih ada juga praktik IA yang masih memakai "tradisi lama" yang terkesan main polisi-polisian. "Tradisi lama" itulah yang menyebabkan sebagian besar orang kurang menyukai internal auditor karena mereka berpendapat bahwa pemeriksaan dilakukan untuk mencari kesalahan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri lebih setuju dengan IA yang modern. Semua pemeriksaan dilakukan untuk perbaikan. Jadi, ketika ada "fraud" (kecurangan) seperti pencurian, manipulasi data, dan kejahatan "creative accounting" lainnya, saya lebih suka untuk mencari penyebabnya, bukan menangkap si pelaku lantas membiarkan penyebab masalah tergeletak begitu saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fraud atau kecurangan dapat terjadi karena sistem pengendalian intern yang lemah. Itulah yang harus dikoreksi oleh auditor, bukan mencari-cari kesalahan orang lain. Lagipula, setiap orang berhak mendapat kesempatan untuk memperbaiki diri kan? Maka berikanlah kesempatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara berpikir seperti ini saya memang jarang mendapatkan "mangsa". Tapi ini cara yang saya pandang lebih baik dan manusiawi. Dan lagi karena saya auditor yang baik hati. Hehehe&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-519829341762987641?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/519829341762987641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/09/karena-gue-auditor-yang-baik-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/519829341762987641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/519829341762987641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/09/karena-gue-auditor-yang-baik-hati.html' title='Karena gue auditor yang baik hati'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-387618671049132676</id><published>2009-09-11T10:14:00.000+07:00</published><updated>2009-09-11T14:14:10.132+07:00</updated><title type='text'>Can i make it???</title><content type='html'>Deadline pemeriksaan jatuh pada hari ini, sementara pekerjaan masih 60 persen terselesaikan. Cuma ada satu pertanyaan di kepala: "can i make it on time???"&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-387618671049132676?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/387618671049132676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/09/can-i-make-it.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/387618671049132676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/387618671049132676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/09/can-i-make-it.html' title='Can i make it???'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-6237928626405187596</id><published>2009-09-10T09:51:00.000+07:00</published><updated>2009-09-10T13:51:18.849+07:00</updated><title type='text'>Kalo puasa gak boleh minum kan?</title><content type='html'>Diluar sana cuaca sedang panas-panasnya. "Neraka lagi bocor" canda seorang staff administrasi. Cuaca seperti ini bukanlah cuaca yang tepat untuk keluar kantor, tapi sayangnya saya ditugaskan untuk mengkonfirmasi nilai piutang yang artinya saya akan keliling Jakarta untuk mengunjungi outlet-outlet seharian ini... dengan menggunakan motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru 15 menit keluar kantor, kerongkongan sudah terasa kering melebihi gersangnya gurun Gobi. Sepertinya sebentar lagi kerongkongan saya akan ditumbuhi banyak kaktus. Ditambah lagi saya sedang berpuasa. Air dilarang berkunjung ke mulut sebelum petang tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak berdoa yang muluk-muluk. Cukup tidak pingsan ditengah jalan rasanya sudah beruntung.&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-6237928626405187596?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/6237928626405187596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/09/kalo-puasa-gak-boleh-minum-kan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6237928626405187596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6237928626405187596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/09/kalo-puasa-gak-boleh-minum-kan.html' title='Kalo puasa gak boleh minum kan?'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-5049754241051584935</id><published>2009-09-05T08:30:00.000+07:00</published><updated>2009-09-05T08:25:13.539+07:00</updated><title type='text'>BINTITAN, malu-maluin nih.</title><content type='html'>Bintitan, penyakit yang ajaib. Sakitnya sih ga seberapa, tapi rasa malunya... I can&amp;#39;t stand for more!. Gara-gara kebiasaan gue ngucek pake tangan yang masih kotor jadilah gue bintitan.&lt;p&gt;Semua berawal dari serangga yang ukurannya ga lebih dari 2 milimeter. Waktu lagi kebut-kebutan di jalan Gatot Subroto, gue tiba-tiba aja kepengen buka kaca helm. Tapi nasib lagi kurang bagus. Sekitar 2 detik dari adegan buka kaca helm, ada serangga item kecil jelek yang masuk ke mata kiri gue. Waduh, perihnya bukan maen. Serangga itu sempet berontak didalem kelopak mata sebelum akhirnya dia wafat.&lt;p&gt;Mata gue merah, perih, keluar banyak air mata, trus rada gatel. Gue kucek deh pake tangan (yang masih kotor). &amp;quot;ah, nanti juga sembuh sendiri&amp;quot; pikir gue. Sampe rumah gue diemin aja. Ga lama kemudian serangga itu keluar sendiri dari mata dlm keadaan mengenaskan, mati ga wajar di mata orang aneh kaya gw.&lt;p&gt;Itu baru awalnya. Besoknya, mata gue masih berasa perih. Mungkin iritasi diselaput kelopak karena serangganya sempet ngasih sedikit perlawanan sebelum mati. Lama-lama sakitnya makin menjadi.. menjadi.. menjadi.. terus menjadi-jadi sampe akhirnya bengkak. Orang-orang sebut itu bintitan. Waaa... kacau nih! Mana gw lagi ngaudit. Bisa rusak penampilan gue di depan para auditee.&lt;p&gt;Maunya sih ke dokter, tapi waktu luangnya ga ada. Gue cari aja diinternet artikel tentang bintitan. Dari situ gue tau kalo penyebab bintitan adalah bakteri yang biasanya pindah kemata sewaktu kita ngucek mata pake tangan. Trus gue googling pake keyword &amp;quot;obat untuk bintitan&amp;quot; buat nyari obat apa yang pas buat embarassing thing kaya gini. Gue dapet beberapa suggestion berupa nama-nama obat. Tapi yang bikin gue yakin (berdasarkan perasaan) cuma satu... which is &amp;quot;cendo polygran&amp;quot;.&lt;p&gt;Ga lama setelah browsing gue langsung meluncur ke apotik deket kantor. Gue beli &amp;quot;polygran&amp;quot; dengan harga 38 ribu rupiah sajah.&lt;p&gt;Ada beberapa saran-saran aneh buat nyembuhin bintitan yang gue dapet di internet. Ada yang nyaranin pake air ludah trus diolesin kemata yang sakit. Yang lebih aneh, ada yang nyaranin pake benang item yang diiket di jari manis. Unik, aneh, ga masuk akal. Tapi itulah Indonesia, lebih banyak mitosnya dari pada hal-hal scientificnya.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Doain gue cepet sembuh ya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-5049754241051584935?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/5049754241051584935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/09/bintitan-malu-maluin-nih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/5049754241051584935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/5049754241051584935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/09/bintitan-malu-maluin-nih.html' title='BINTITAN, malu-maluin nih.'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-8733542172746278531</id><published>2009-08-29T06:27:00.000+07:00</published><updated>2009-08-29T06:22:18.665+07:00</updated><title type='text'>It's automatically moves!</title><content type='html'>Hidup ditengah rutinitas kadang membuat saya merasa seperti mesin. Bangun tidur, mandi, sarapan, pergi bekerja, pulang kerumah, tidur, lalu mengulang proses yang sama keesokan harinya. Terus menerus seperti itu selama 6 hari kerja. Diakhir minggu saya menemukan diri saya sendiri berada dalam kelelahan mental dan fisik. Tak ada yang bisa dilakukan selain &amp;quot;mogok kerja&amp;quot;.&lt;p&gt;Membosankan? Pasti.&lt;p&gt;Mungkin karena saya melibatkan semua aspek diri (tubuh fisik, jiwa, dan pikiran) dalam melakukan rutinitas harian, jadi tidak ada bagian yang terbebas dari kemerosotan kinerja. Tubuh fisik lelah, jiwa surut, dan pikiran terkuras. Everything is in the broken state. &lt;p&gt;Harus ada satu atau dua bagian yang terbebas atau tidak diikutsertakan dalam rutinitas. Mustahil bila tubuh fisik tidak diikut sertakan. Saya tidak bisa menyelesaikan pekerjaan hanya dengan memikirkannya saja dari balik dinding kamar. Kandidat yang terpilih untuk mendapatkan &amp;quot;pengampunan&amp;quot; dari siksaan rutinitas adalah jiwa dan pikiran.&lt;p&gt;Membiarkan tubuh fisik sendirian  menjalankan rutinitasnya bukanlah hal yang sulit, karena ada alam bawah sadar yang sudah merekam &amp;quot;proses baku&amp;quot; yang setiap hari dijalankan. Jadi, biarkan saja dia memimpin hari ini sementara saya (pikiran dan jiwa) cuma menyaksikan saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-8733542172746278531?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/8733542172746278531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/08/its-automatically-moves.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8733542172746278531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8733542172746278531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/08/its-automatically-moves.html' title='It&apos;s automatically moves!'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-2918729268497411154</id><published>2009-08-28T17:50:00.000+07:00</published><updated>2009-08-28T21:50:53.415+07:00</updated><title type='text'>Enam jam setiap hari.</title><content type='html'>Sudah lima hari ini saya berkutat di dokumen-dokumen piutang. Padahal proses audit piutang ini seharusnya bisa diselesaikan dalam waktu 3 hari saja. Tapi gara-gara software A/R yang biasa digunakan untuk mencatat transaksi piutang sedang mengalami kerusakan, pemeriksaan jadi lebih lambat terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak transaksi yang tidak tercatat dalam database. Lalu bagaimana cara memeriksa akurasi nilai piutangnya? Jalan satu-satunya adalah meng-input satu persatu transaksi yang tidak tercatat dalam A/R. Sehingga bisa diperoleh data piutang yang utuh. Setelah itu baru bisa diperbandingkan ke dokumen fisiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai hari kelima saya baru menyelesaikan 447 transaksi dari 803 transaksi yang harus diperiksa. Ternyata baru setengah jalan. Hampir tidak terlihat ujungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang, bekerja akan terasa lebih baik kalau kita bisa menikmati setiap detik pekerjaan. Tapi, duduk dan menatap layar komputer selama 6 jam bersama setumpuk nota penjualan tentunya tidak bisa dianggap sebagai hal menyenangkan bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But i still love this job though.&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-2918729268497411154?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/2918729268497411154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/08/enam-jam-setiap-hari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/2918729268497411154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/2918729268497411154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/08/enam-jam-setiap-hari.html' title='Enam jam setiap hari.'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-83854231084416804</id><published>2009-08-26T20:28:00.000+07:00</published><updated>2009-08-27T00:28:45.002+07:00</updated><title type='text'>Ada peluang emas, doain ya temen-temen!</title><content type='html'>Beberapa hari belakangan ini datang beberapa peluang emas untuk bekerja di perusahaan-perusahaan bonafid, sebagai internal auditor tentunya. Mubazir rasanya bila harus melewatkan kesempatan menjajal nasib. Tanpa banyak menimbang-nimbang, saya langsung luncurkan serangan maut. Cuma bermodalkan CV, pas foto, sertifikat-sertifikat, dan 2 tahun lebih pengalaman bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doain ya!&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-83854231084416804?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/83854231084416804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/08/ada-peluang-emas-doain-ya-temen-temen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/83854231084416804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/83854231084416804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/08/ada-peluang-emas-doain-ya-temen-temen.html' title='Ada peluang emas, doain ya temen-temen!'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-4988594711592853634</id><published>2009-08-26T20:21:00.000+07:00</published><updated>2009-08-27T00:22:05.659+07:00</updated><title type='text'>I love being an INTERNAL AUDITOR</title><content type='html'>Akhirnya Tuhan mengembalikan perasaan menyenangkan menjadi internal auditor kepada saya. Setelah lama menghilang karena sikap atasan yang "di luar nalar", hari ini semua perasaan itu dikembalikan dengan utuh. Rasanya seperti 3 tahun yang lalu ketika saya mulai menjajaki dunia internal auditing. Begitu bersemangat, punya segudang rasa ingin tahu, dan tidak pernah sabar untuk menanti penugasan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai waktu bisa dipercepat sehingga saya bisa mulai bekerja lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Go get it man!!!&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-4988594711592853634?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/4988594711592853634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/08/i-love-being-internal-auditor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/4988594711592853634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/4988594711592853634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/08/i-love-being-internal-auditor.html' title='I love being an INTERNAL AUDITOR'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-6913395143210766149</id><published>2009-08-25T19:32:00.000+07:00</published><updated>2009-08-25T23:32:35.881+07:00</updated><title type='text'>Ini masa terberat. Seperti menunggangi kuda liar kehidupan.</title><content type='html'>Selama saya bekerja sebagai auditor, mungkin tahun ini adalah masa terberat saya. Banyak perubahan tak terduga, keputusan-keputusan yang salah, dan hal lain yang menguras pikiran. Tentu saja semua itu membutuhkan kerja keras dan kesabaran lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Force majeur, mungkin kata itu yang bisa menggambarkan betapa semua "badai" ini datang dan terjadi diluar kekuasaan saya. Seperti menunggangi kuda liar kehidupan, sulit dikendalikan dan bergerak ke arah yang tidak bisa diduga. Ada bagian kecil dalam diri saya yang terangsang dan menganggap semua ini sebagai tantangan menarik meskipun saya berada dalam kondisi mental yang letih. Saya kelelahan dan bergairah pada saat yang bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa dilakukan pada saat seperti ini? "bersabar" saran beberapa sahabat dekat. Saya tahu itu. Tapi saya butuh jawaban yang lebih konkrit dari sekedar bersabar. Sebuah jawaban yang solutif. Yah, mungkin "bersabar" itu satu-satunya hal yang bisa dilakukan selain menunggu disaat seperti ini. Saya masih menunggu untuk apa yang akan terjadi berikutnya. Apapun itu, walaupun dalam kelelahan mental, saya masih punya banyak harapan, semangat, dan rencana-rencana besar yang menunggu untu diwujudkan. Saya yakin semua kejadian ini bertujuan untuk "menempa ulang" diri saya. Jadi, ketika "badai" ini reda, saya akan bergerak lebih cepat, kuat, dan mempunyai daya tahan lebih hebat terhadap masalah. Saya akan menjadi lebih tangguh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, tinggal berdoa yang banyak dan berusaha sekuat-kuatnya untuk melalui semua ini dalam keadaan utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wish me luck ya!&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-6913395143210766149?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/6913395143210766149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/08/ini-masa-terberat-seperti-menunggangi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6913395143210766149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6913395143210766149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/08/ini-masa-terberat-seperti-menunggangi.html' title='Ini masa terberat. Seperti menunggangi kuda liar kehidupan.'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-2859728667352714959</id><published>2009-08-19T08:52:00.001+07:00</published><updated>2009-08-19T08:52:03.241+07:00</updated><title type='text'>Sabar hingga sore nanti</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#000000;"&gt;&lt;div&gt;&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSTAFF-%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSTAFF-%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSTAFF-%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tuhan, apa yang harus aku perbuat saat kata-kata yang kering akan kebijaksanaan ditujukan padaku? Rasanya seperti mendapat mantra hitam yang dirapalkan tepat didepan wajahku. Haruskah aku membalasnya kembali? Tentu saja itu hal yang mudah untuk dilakukan. Menumpahkan kembali ribuan kata-kata kepada si 'perapal mantra' adalah sesuatu yang kuinginkan saat ini. Tapi kebijaksanaan, yang saat ini masih tersisa, menahan lidahku melepaskan gulungan ombak hujatan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Terasa &lt;span style=""&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;berat untuk membentuk lengkung senyum dibibir, memudarkan warna merah disekujur muka, dan meredam gemeretak gigi. Sekalipun bersikap tenang adalah sesuatu yang melelahkan, tapi itu yang terbaik yang bisa dilakukan. Saya akan tetap tenang sampai langit berwarna kemerahan di sore hari nanti.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;          &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-2859728667352714959?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/2859728667352714959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/08/sabar-hingga-sore-nanti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/2859728667352714959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/2859728667352714959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/08/sabar-hingga-sore-nanti.html' title='Sabar hingga sore nanti'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-7151735132497635574</id><published>2009-08-19T06:15:00.000+07:00</published><updated>2009-08-19T06:09:58.803+07:00</updated><title type='text'>Bolos sehari = buang uang+SKCK</title><content type='html'>Setelah liburan tiga hari, hari ini masuk kerja lagi. Pikiran sudah dalam kondisi sempurna untuk diajak berpikir. Yah, kan selama liburan saya terus-menerus &amp;#39;bertapa&amp;#39; diatas tempat tidur, kecuali kemarin. Kemarin saya sudah mengambil alih fungsi pemerintah dalam menetapkan hari libur (maksudnya bolos), karena harus mengurus pembuatan SURAT KETERANGAN CATATAN KEPOLISIAN (SKCK) di Polres setempat untuk melengkapi persyaratan melamar kerja di salah satu BUMN. &lt;p&gt;Sebelum &amp;#39;bersilaturrahmi ke markas om dan tante polisi, saya sedikit &amp;#39;googling&amp;#39; untuk mencari informasi lebih tentang apa saja yang dibutuhkan untuk membuat SKCK. Maka saya temukan bahwa foto 4x6, fotokopi KTP, dan surat pengantar dari kecamatan adalah syarat mutlak untuk membuat SKCK. Selain dari Google, saya juga mendapatkan sedikit tips dari teman yang kira-kira begini bunyinya: &amp;quot;rip, kalo mau ngurus SKCK jangan lupa bawa recehan (lima ribuan) yang banyak&amp;quot;. Walaupun tadinya saya pikir itu cuma bercanda, tapi tetap saya turuti. Setelah tiba di proses pengurusan ternyata nasihat teman saya itu ada benarnya. Saya seperti orang tua yang membagi angpau dihari lebaran (hehe).&lt;p&gt;Untungnya proses pengurusan SKCK tidak sampai menghabiskan 50.000 rupiah. Padahal saya sudah menyiapkan 20 lembar uang lima ribuan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-7151735132497635574?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/7151735132497635574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/08/bolos-sehari-buang-uangskck.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/7151735132497635574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/7151735132497635574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/08/bolos-sehari-buang-uangskck.html' title='Bolos sehari = buang uang+SKCK'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-1862700663067373090</id><published>2009-08-15T08:34:00.000+07:00</published><updated>2009-08-15T08:29:54.736+07:00</updated><title type='text'>Rutin pagi: setiap pagi begini</title><content type='html'>5:00am&lt;br&gt;Bangun tidur&lt;p&gt;5:05am&lt;br&gt;Ngelamun sebentar&lt;p&gt;5:10am&lt;br&gt;Sholat subuh&lt;p&gt;5:20am&lt;br&gt;Meditasi pagi biar tetep waras&lt;p&gt;5:40am&lt;br&gt;Sarapan, konsumsi karbohidrat buat bahan bakar otak sampe siang&lt;p&gt;5:55am&lt;br&gt;Mandi pake sabun, bukan abu gosok&lt;p&gt;6:15am&lt;br&gt;Pake baju yang cakep, minyak wangi, gel rambut&lt;p&gt;6:30am&lt;br&gt;Panasin motor,berangkat ke kantor&lt;p&gt;&lt;br&gt;Semoga hari ini menyenangkan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-1862700663067373090?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/1862700663067373090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/08/rutin-pagi-setiap-pagi-begini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/1862700663067373090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/1862700663067373090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/08/rutin-pagi-setiap-pagi-begini.html' title='Rutin pagi: setiap pagi begini'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-6507113702098430695</id><published>2009-08-15T05:01:00.000+07:00</published><updated>2009-08-15T09:01:05.470+07:00</updated><title type='text'>LAGI PADA DOYAN KAWIN YA?</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.arifkamaluddin.multiply.com/image/RfXm4cuPYAL5utzsYsV5lQ/photos/1M/300x300/43/ANGPAU.jpeg?et=nGzDewwcQVhdRh0wgzI31g&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/span&gt;Bukan cuma binatang aja yang ada musim kawinnya, manusia juga ada. Pas menjelang bulan ramadhan, pada rame-rame deh bikin hajatan. Termasuk temen-temen gue. Bulan ini banyak temen-temen gue yang pada nikah. Selama 30 hari ini gue sering banget salaman sama penganten. Tour dari satu kondangan ke kondangan lain. Tour yang ga' gratis... ngerti kan maksud gue? Angpau&lt;br&gt; &lt;br&gt; Dompet oh dompet...&lt;br&gt; Bulan ini cashflow kacau balau banget. Semakin sering kondangan, semakin lancar (apa perlu gue tulis pake huruf gede?, LANCAR) arus kas keluar. Niat buat nabung harus ditunda sebentar. Tapi ga apa-apa deh, namanya juga buat temen. Mungkin gue cuma perlu nambah satu akun lagi di catetan keuangan, yaitu : "biaya angpau". Padahal sebagian orang masih nganggep angpau sebagai "investasi", karena mereka ngarep dibales nantinya. Emang sih, kalo diliat dari sisi materialitas, jumlah angpau yang dikeluarin lebih dari 2% gaji, berarti masih bisa diklasifikasi sebagai investasi. Kalo di anggap "investasi", berarti ongkos bensin ke kondangan sama amplop harus dimasukin sebagai "set-up-cost" dong? wah, repot jadinya. Biar ga repot, gue sih lebih milih di jadiin biaya aja, kan jumlahnya masih dibawah satu juta. Lagian, ngapain juga ngarep dibales, itu artinya ga ikhlas. Ribet ya? ini kan cuma urusan angpau. Ketara banget anak akuntansinya (^_^)   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-6507113702098430695?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/6507113702098430695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/08/lagi-pada-doyan-kawin-ya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6507113702098430695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6507113702098430695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/08/lagi-pada-doyan-kawin-ya.html' title='LAGI PADA DOYAN KAWIN YA?'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-84353524485437990</id><published>2009-08-09T18:49:00.000+07:00</published><updated>2009-08-09T22:49:56.431+07:00</updated><title type='text'>Ketika kekhawatiran hendak mengajarkan saya tentang bagaimana caranya melepaskan.</title><content type='html'>Cuma rasa khawatir jika masa depan yang direncanakan dan diimajinasikan tidak mudah untuk  terwujud. Rasa khawatir itu yang terus menerus mencampuri proses berpikir belakangan ini. Tapi ada sesuatu, yang entah darimana datangnya, yang selalu mengatakan bahwa saya akan baik-baik saja. Tidak perlu cemas berlebihan. Semua sudah berjalan sebagaimana mestinya untuk menuju kesana, ke arah tujuan hidup saya. Lalu ada suara kecil yang datang dari kedalaman samudera intuisi yang mengatakan tentang betapa sia-sianya memikirkan hari depan. Hari ini, saat ini, dan detik ini saya sudah berada dalam keadaan yang paling baik. Jadi buat apa memikirkan masa depan yang misterinya masih dikantungi Tuhan? "Saat ini" sudah sangat sempurna. Soal masa depan yang direncanakan itu... Serahkan semua pada mekanisme kehidupan yang sangat rumit dan sulit dimengerti ini. Kita tinggal menjalani apa yang harus dijalani detik ini dengan baik. Bernafas dengan baik, berpikir dengan baik, dan bertutur dengan baik. Iya, sesederhana itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arif Kamaluddin&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-84353524485437990?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/84353524485437990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/08/ketika-kekhawatiran-hendak-mengajarkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/84353524485437990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/84353524485437990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/08/ketika-kekhawatiran-hendak-mengajarkan.html' title='Ketika kekhawatiran hendak mengajarkan saya tentang bagaimana caranya melepaskan.'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-3186476536171250826</id><published>2009-08-04T06:04:00.000+07:00</published><updated>2009-08-04T05:58:35.717+07:00</updated><title type='text'>Saya dan sebuah benda cinta yang terbuat dari kayu</title><content type='html'>Harganya cuma lima puluh ribu rupiah. Saya beli dari seorang teman yang ketika itu berniat menjual gitarnya pada saya. Lusuh, berwarna krem, dan terlihat asing bagi saya dengan enam senar yang membentang dari ujung yang satu ke ujung yang lain. Pada beberapa bagian, terlihat cat yang sudah mengelupas. Mungkin disebabkan oleh benturan atau memang umurnya saja yang kelewat tua.Waktu itu saya memang tidak bisa memainkan alat musik selain suling. Itupun karena kewajiban menunaikan silabus mata pelajaran seni musik di sekolah dasar. Selain itu, tidak ada alasan lain yang memaksa saya belajar bermain musik sampai akhirnya saya dikenalkan oleh seorang teman, teman sebangku yang sedang setiap hari selalu sibuk mempelajari dan membicarakan gitar. Tidak ada hari yang saya lewati tanpa penjejalan kata-kata tentang gitar oleh teman sebangku saya waktu kelas satu SMA itu. Saya selalu mendengar tentang kisah hebat para jagoan gitar dunia dari mulutnya, bagaimana cara mereka bermain gitar dan apa yang membuat mereka terlihat hebat. Betapa dia mempunyai hasrat yang begitu besar terhadap gitar. Hasrat itu yang pada akhirnya menular pada saya. Maka, dengan segala kekuatan dari keterbatasan dana waktu itu, saya membeli sebuah gitar bekas. &lt;p&gt;Seni musik, dengan segala macam teori dan jargon-jargonnya, membuat saya jenuh. Mendengarkan tentu lebih mudah dibanding harus mengerti bagaimana sebuah lagu terbentuk bukan? Apapun yang tertulis dibuku pelajaran seni musik terlihat seperti benda asing buat saya. Not seperempat, not setengah ketukan, kresendo, allegro, diatonik, dan ratusan istilah musik lainnya cuma sesuatu yang membuat sesak isi kepala saja. Pemaparan teori musik yang disampaikan oleh guru pun cuma mampir sebentar di kepala untuk kemudian pergi lagi setelah jam pelajaran usai. Musik, lebih enak didengar daripada dibahas dengan serius,apalagi ada ujiannya segala.&lt;p&gt;Tapi semua itu diputar balik ketika saya mengenal gitar. Alat musik yang terbuat dari kayu yang konon berasal dari spanyol, meskipun hal itu masih menjadi perdebatan, sebab banyak kebudayaan yang sudah mengenal alat musik berdawai sebelum bangsa spanyol merakit gitar pertamanya. Perkenalan saya dengan alat musik yang satu ini memang bisa dibilang terlambat. Saat anak laki-laki lain belajar bermain gitar di masa SMP, saya baru mempelajarinya di saat duduk di bangku SMA. Saat anak lelaki lain sudah mahir memainkan puluhan lagu-lagu, saya masih sibuk mengatur jemari supaya bisa membentuk chord yang sempurna diatas leher gitar. Meskipun terlambat, tidak ada alasan bagi saya untuk serius belajar. Isi lemari buku saya bongkar untuk mencari buku pelajaran seni musik waktu SMP dulu, karena seingat saya ada beberapa bab yang membahas tentang bagaimana memulai bermain gitar. Terima kasih tuhan untuk ingatan yang hebat ini. Majalah-majalah musik, situs-situs internet yang menyediakan tablatur-tablatur gratis, dan CD lagu-lagu rock 80an pernah hampir menggantikan sarapan saya. Saya ingat betul lagu pertama yang saya pelajari... &amp;quot;wind of change&amp;quot; dari grup band asal jerman, Scorpion. Tentu saja kesederhanaan susunan chord yang membuat saya memilih lagu tersebut.&lt;p&gt;Waktu terus mengalir hingga membentuk jalinan tahun. Selera musik pun berubah. Dari menggemari suara gitar listrik era 80an yang meraung-raung sampai akhirnya jatuh cinta pada musik sederhana yang hanya tersusun dari lima nada pentatonik... Blues, begitulah orang-orang memanggilnya. Entah apa yang menjerumuskan saya, yang jelas Blues membuat saya terpesona dengan kesakralannya. Lalu muncul keinginan untuk lebih serius mendalami Blues, dan seperetinya tidak ada guru yang hebat selain buku (bacaan) dan pengalaman. Ketika memutuskan untuk belajar Blues lebih serius, saya membeli buku dan mencari puluhan artikel tentang musik yang berkembang dari perbudakan di Amerika itu. Hari-hari dipenuhi dengan mempelajari nada-nada Blues di gitar lusuh yang saya punya. Tidak membutuhkan waktu yang panjang untuk sekedar memainkan nada-nadanya dan sedikit berimprovisasi diatas rajutan chord yang terbentuk, karena memang pada dasarnya Blues itu musik yang sederhana. Tetapi untuk memainkan setiap nadanya dengan jiwa, dibutuhkan &amp;#39;pengabdian&amp;#39; bertahun-tahun, dan saya sedang dalam perjalanan kesana.&lt;br&gt;....&lt;p&gt;Sampai saat ini saya masih memainkan gitar lusuh yang telah bersama saya selama 8 tahun lebih. Pernah ada keinginan untuk membeli yang baru, yang suaranya lebih bulat dan tebal, tapi jutaan kenangan sentimentil menahan saya kemudian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-3186476536171250826?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/3186476536171250826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/08/saya-dan-sebuah-benda-cinta-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/3186476536171250826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/3186476536171250826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/08/saya-dan-sebuah-benda-cinta-yang.html' title='Saya dan sebuah benda cinta yang terbuat dari kayu'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-3376467309301769412</id><published>2009-07-23T16:17:00.000+07:00</published><updated>2009-07-23T16:18:36.375+07:00</updated><title type='text'>Sebegitu misterius kah?</title><content type='html'>Hawa panas yang mengalir dari gudang disisi kanan saya membuat udara terasa pengap dan kering. Apabila tidak ada kipas angin yang menyala seharian, terbayang rasanya harus bermandikan keringat sepanjang hari.  Dokumen peninggalan auditor yang pernah bertugas disini sebelumnya berserakan dimana-mana. Banyak sekali coretan tulisan tangan diatas kertas-kertas  itu. Sebagian besar coretan masih berhubungan dengan pekerjaan yang pernah dia lakukan dulu. Ada hasil catatan mutasi jumlah persediaan barang di gudang dan beberapa draft email, rupanya dia punya kebiasaan untuk menulis kata-kata diatas kertas sebelum dikirim lewat email. Sementara tulisan tangan lainnya sama sekali tidak berhubungan dengan pekerjaan, isinya cuma keluhan-keluhan hati dan beberapa alamat perusahaan. Sepertinya orang ini pernah berusaha untuk mencari peluang ditempat lain. Dia hanya sanggup bertahan selama dua minggu. Setelah itu dia menghilang tanpa kabar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang giliran saya menggantikan tempatnya. Sampai tulisan ini saya buat sudah terhitung 23 hari saya bertahan. Saya merasa cukup tangguh dengan 23 hari tersebut. Karena beberapa auditor sebelumnya hanya sanggup bertahan dalam hitungan minggu. Memang ada yang pernah bertahan selama sebulan, dan dia masih memegang rekor bertahan ditugaskan di Kantor cabang yang suasananya kurang kondusif untuk bekerja ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya saya tidak mengerti kenapa auditor-auditor yang ditugaskan menyerah dengan begitu cepat. Apa yang salah dengan kantor cabang ini? Semua begitu misterius. Rasa penasaran begitu menguasai saya. Pernah saya bertanya ke beberapa orang yang saya pikir tahu tentang auditor yang bertugas disini sebelumnya. Saya  tidak pernah mendapatkan jawaban yang memuaskan dari pertanyaan yang saya ajukan. Cuma jawaban-jawaban yang mengambang, yang menggambarkan betapa misteriusnya tempat ini sampai menumbangkan beberapa auditor. Tidak pernah ada jawaban yang pasti sampai akhirnya saya merasakan sendiri rasanya bertugas dikantor ini, saya jadi mengerti mengapa itu semua bisa terjadi. Bila sekedar tekanan pekerjaan rasanya sudah biasa, tapi perlakuan yang kurang baik dan kelangkaan rasa hormat hirearkikal bisa membuat siapapun yang mengalaminya merasa muak. Teman yang masuk bersamaan dengan saya saja sudah mengeluh ingin segera mengundurkan diri. Padahal belum genap satu bulan dia bekerja disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah, tidak ada gunanya mengeluh. Bertindak untuk mengubah nasib lebih baik daripada harus menggerutui nasib sepanjang waktu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-3376467309301769412?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/3376467309301769412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/07/sebegitu-misterius-kah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/3376467309301769412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/3376467309301769412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/07/sebegitu-misterius-kah.html' title='Sebegitu misterius kah?'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-1750506503533961301</id><published>2009-07-23T11:06:00.001+07:00</published><updated>2009-07-23T11:08:13.826+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Facebook'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perang kata-kata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hujat'/><title type='text'>Jadi saling hujat di Facebook</title><content type='html'>Apa yang ada dipikiran orang yang mau mengumbar masalah -mungkin lebih tepatnya ‘konflik’- pribadinya pada khalayak ramai?  Perilaku yang sangat memalukan dan tidak ber-etika. Tapi itu yang terjadi pada salah satu komunitas saya di Facebook. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan teman-teman sekelas waktu kuliah dulu, berusaha untuk menjaga hubungan silaturrahmi antar anggota dengan cara membuat “thread message” di Facebook. Satu email dikirimkan ke banyak orang yang kemudian mengundang munculnya komentar dan tanggapan. Hampir semua orang ikut “berkicau” untuk berkomentar, mengemukakan pendapat atau sekedar asal ‘ngomong asal suasana jadi seru saja. Karena melihat ramainya tanggapan yang didapat dari satu topik, maka “Thread Message” terus berlanjut dengan berbagai macam topik pembicaraan yang berbeda. Saya pikir ini adalah cara yang baik dan tepat untuk menjaga komunikasi antar teman. Thread ini kemudian menjadi sebuah cara agar setiap orang bisa berkomunikasi dengan sehat, sampai suatu ketika ada salah seorang teman yang mencemari “kebersihan” komunikasi dengan urusan pribadi yang saya pikir tidak pantas untuk dikonsumsi secara massal.&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kuliah dulu, saat pikiran belum terbebani oleh urusan pekerjaan yang menumpuk, dikelas saya ada banyak mahasiswa yang ‘cinlok’ dengan teman sekelas (termasuk saya hihihi). Bukan hanya satu atau dua pasang, ada lebih dari lima pasang dalam satu kelas. Luar biasa bukan? Kelas terasa seperti tempat perkembang-biakan mahasiswa. Hubungan para ‘pasangan cinlok’ itu banyak yang berlanjut sampai lulus kuliah (lagi-lagi termasuk saya), meskipun ada satu atau dua pasangan yang ‘putus’ ditengah jalan (kali ini saya tidak termasuk). Nah, salah satu putus-er (pasangan yang kandas) ini yang kemudian membuat onar thread message facebook kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka saling hujat satu sama lain di thread tersebut. Saling menjelekan ‘mantan’nya di thread message. Perang kata-kata sudah tidak dapat terelakkan lagi, bahkan sampai pada hujatan fisik. Cukup parah bukan?  Dan cukup memalukan juga. Tentu saja ‘perang’ ini dapat dibaca oleh semua orang yang namanya tercantum di thread tersebut. Banyak orang berusaha untuk menasihati agar tidak mengumbar masalah pribadi didepan umum, tapi tetap saja tidak mempan. Malah semakin menjadi-jadi. Nasihat hanya sebagai selingan diantara serangan kata-kata yang terlontar. Situasi yang memanas membuat salah seorang teman mengirim private message ke saya yang bertanya “kok jadi begini?”. Saya bisa jawab apa? Ini kan force majeur. Semua diluar kendali saya. Sejenis bencana dalam skala yang sangat kecil. Yang bisa saya lakukan cuma memberi peringatan, yang menurut saya cukup keras, kepada oknum-oknum pengacau suasana tersebut, walau pada akhirnya peringatan yang saya berikan sepertinya bernasib sama dengan nasihat teman-teman yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini saya masih menduga motif dari tindakan para oknum pengacau tersebut. Mungkin mereka menghendaki pembelaan publik atas posisi mereka. Mereka ingin agar teman-teman yang lain ikut menyalahkan pihak yang mereka serang. Makanya mereka mati-matian saling hujat dan membela diri. Polemik yang mereka ciptakan dimanfaatkan sebagai ajang perebutan perhatian dan simpati publik. Berhasil atau tidaknya usaha mereka dapat dilihat dari reaksi teman-teman yang satu persatu mengurangi eksistensinya, bahkan, menghilang dari thread message. Mungkin mereka lelah mendengarkan ocehan-ocehan yang tidak terlalu merdu untuk didengar dan merasa muak dengan sikap yang tidak dewasa tersebut. Sikap dewasa kadang bisa pudar saat seseorang mengunyah rasa marah saat berbicara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arif Kamaluddin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-1750506503533961301?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/1750506503533961301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/07/jadi-saling-hujat-di-facebook_23.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/1750506503533961301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/1750506503533961301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/07/jadi-saling-hujat-di-facebook_23.html' title='Jadi saling hujat di Facebook'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-5285602513024953545</id><published>2009-07-21T00:53:00.000+07:00</published><updated>2009-07-21T00:47:50.310+07:00</updated><title type='text'>TERNYATA BACA NOVEL JUGA BUTUH PERJUANGAN</title><content type='html'>23:55wib - Lima menit menjelang pertengahan malam. Saya memutuskan untuk tidur daripada harus menyelesaikan novel yang saya baca sejak satu bulan lalu, mmm... mungkin lebih. Satu bulan memang terlalu panjang untuk menyelesaikan sebuah novel dengan 581 halaman didalamnya. Padahal waktu kuliah dulu saya bisa melumat habis Davinci Code hanya dalam waktu dua hari saja. Tapi sekarang, karena sisa rasa lelah yang dibawa ke rumah dari seharian bekerja, mendapatkan waktu yang tepat untuk membaca novel terasa seperti menunggu datangnya hujan di musim kemarau. Harus sedikit memaksakan diri dengan menyelipkan kegiatan membaca pada waktu-waktu dimana rutinitas terasa sedikit longgar. Istirahat makan siang, sebelum tidur, dan sebelum berangkat ke kantor adalah beberapa kesempatan emas yang bisa digunakan untuk menyantap satu sampai lima halaman novel. Sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali kan?&lt;p&gt;Kadang terpikir untuk membaca lebih banyak lagi saat tiba dirumah. Tapi kelelahan dan rasa suntuk membuat ranjang terlihat seperti surga berbentuk rangkaian kayu dan kapuk yang menjanjikan rasa nyaman bagi otot, tulang, dan pikiran. Kelopak mata terasa berat ketika bagian belakang kepala tenggelam dalam pelukan bantal. Pada saat seperti itu membaca novel hanya tahan dilakukan untuk 3 halaman saja, selebihnya saya sudah terseret ke dalam tidur nyenyak. Dan novel yang sedang dibaca tergeletak begitu saja disamping bantal dengan halaman terbuka yang menghadap ke bawah. Selain rasa kantuk, masih banyak hal lain yang memberikan prioritas kedua untuk membaca novel misalnya, teman yang tiba-tiba menelepon lamaaa sekali (CDMA memang sarana &amp;#39;curhat&amp;#39; terbaik karena murahnya), acara televisi yang -terkadang- menarik untuk ditonton, dan tentu saja Facebook. Bagaimana dengan membaca novel?? Ada di urutan nomer dua kalau begitu.&lt;p&gt;. . . . .&lt;p&gt;Sampai saat ini, saya baru setengah perjalanan membaca novel karangan Paul Sussman yang bercerita tentang teka-teki arkeologi itu. Novel yang lumayan menarik untuk dibaca meskipun jenis cerita serupa sudah seringkali digarap oleh penulis Davinci Code, Dan Brown, pada beberapa novelnya. Satu bulan untuk setengah buku. Berarti butuh dua bulan untuk menyelesaikannya. Sepertinya ini akan jadi perjalanan panjang. Seperti halnya novel &amp;#39;Life of Pi&amp;#39; yang saya selesaikan dalam waktu tiga bulan.&lt;p&gt;Ngomong-ngomong, di rak buku masih ada tiga buku lagi yang belum dibaca. Belum lagi lima e-book yang ada di flash disk. Semuanya mengantri untuk dibaca. Waktu luang untuk membaca memang semakin sempit, meskipun begitu minat baca saya belum surut sama sekali. Program pribadi &amp;quot;a book a month&amp;quot; masih saya jalankan sampai saat ini, walau pada kenyataannya malah membuat daftar tunggu buku yang harus dibaca jadi semakin penuh.&lt;p&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Feed your mind and make it beutiful by reading&amp;quot;&lt;p&gt;&lt;br&gt;Arif Kamaluddin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-5285602513024953545?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/5285602513024953545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/07/ternyata-baca-novel-juga-butuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/5285602513024953545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/5285602513024953545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/07/ternyata-baca-novel-juga-butuh.html' title='TERNYATA BACA NOVEL JUGA BUTUH PERJUANGAN'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-8064769952133668071</id><published>2009-07-17T21:35:00.000+07:00</published><updated>2009-07-17T21:50:14.250+07:00</updated><title type='text'>bantai saja sahabatmu!</title><content type='html'>Saya kok jadi bingung ya? Bingung soal definisi &amp;quot;koordinasi&amp;quot;. Karena setau saya yang namanya koordinasi itu menyamakan visi dan tujuan kelompok atau organisasi. Tapi yang saya alami tadi siang benar-benar menggeser persepsi saya tentang kata &amp;quot;koordinasi&amp;quot;.&lt;p&gt;Tadi siang saya meeting koordinasi dengan para auditor lain di kantor pusat. Diundangan yang diberikan kemarin via email sih katanya meeting untuk koordinasi antar auditor. Dalam pikiran saya sudah membayangkan kami, para auditor, saling berbagi pengalaman lalu menyatukan arah dan tujuan. Nantinya akan tercipta satu tim yang solid. Ternyata apa yang ada dalam pikiran saya tidak sama dengan kenyataan yang terjadi.&lt;p&gt;Meeting diawali dengan suasana mencekam. Setiap auditor di &amp;quot;interogasi&amp;quot; tentang pekerjaannya oleh sang manajer audit. &lt;p&gt;&amp;quot;Gimana hasilnya? Kelanjutannya gimana?&amp;quot;, &amp;quot;kenapa kamu nggak begini?&amp;quot;, &amp;quot;kenapa nggak begitu?&amp;quot;, &amp;quot;Gitu aja nggak bisa&amp;quot;, &amp;quot;itu yang saya bilang gagal&amp;quot;.&lt;p&gt;Walah, kata-kata yang kuralng merdu bertebaran diruang meeting. Membuat udara di ruangan jadi lebih kotor dibanding asap yang keluar dari knalpot bis kota jakarta. Dilihat dari mimik wajahnya, sepertinya para auditor sudah kehilangan semangat sebelum berjuang di medan meeting. Saya rasa auditor-auditor yang ada di ruangan tersebut punya keinginan yang sama seperti saya yaitu keluar dari ruang meeting secepatnya dengan selamat.&lt;p&gt;Setelah di&amp;quot;interogasi&amp;quot;, setiap auditor diminta untuk menceritakan progress tugas yang sedang dikerjakan sementara auditor yang lain diperintahkan menyerang si auditor yang sedang bercerita dengan pertanyaan-pertanyaan. Kami seperti diperintahkan untuk membunuh teman sekerja. Jadi ikut merasakan bagaimana diadu seperti politik negeri Belanda... Devide et impera. &lt;p&gt;Disaat para atasan yang lain sibut membangun tim yang solid, atasan saya malah memecah timnya sendiri menjadi satu individu egois.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-8064769952133668071?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/8064769952133668071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/07/bantai-saja-sahabatmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8064769952133668071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/8064769952133668071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/07/bantai-saja-sahabatmu.html' title='bantai saja sahabatmu!'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-959313571663240575</id><published>2009-07-16T16:02:00.000+07:00</published><updated>2009-07-16T16:03:30.710+07:00</updated><title type='text'>Gajian artinya nambah rekening lagi</title><content type='html'>"Pak arif... mau gajian nggak?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu kalimat pertama yang gue denger waktu nerima telpon dari kantor pusat. Kayaknya orang dari bagian payroll udah gerah nungguin gw ngasih nomer rekening. Sebenernya gue punya dua nomer rekening, tapi ngga ada yang cucok sam rekening bagian payroll. yah, terpaksa bikin nomer rekening baru lagi deh. Tiga bank,, tiga rekening. Tiga-tiganya kenang-kenangan dari perusahaan yang pernah gue tempatin. Niaga, mandiri, sekarang ditambah BCA. Buat apa coba punya rekening segitu banyak?  Bukannya cuma nambah beban biaya administrasi nya aja? Kalo satu bank gw kena (kurang lebih) 10 ribu, berarti satu bulan duit gw harus disumbangin ke para klerk di bank sebesar 30 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Weleh-weleh... 30 ribu kan lumayan buat jajan cendol sampe muntah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya besok gw harus ngasih nomer rekening, jangan sampe dikira gw kerja sukarela. Gw kan karyawan... bukan sukarelawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Written by,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arif Kamaluddin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-959313571663240575?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/959313571663240575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/07/gajian-artinya-nambah-rekening-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/959313571663240575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/959313571663240575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/07/gajian-artinya-nambah-rekening-lagi.html' title='Gajian artinya nambah rekening lagi'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-4020301215692140985</id><published>2009-07-14T06:15:00.000+07:00</published><updated>2009-07-14T06:09:16.323+07:00</updated><title type='text'>IS IT WINTER IN JAKARTA?</title><content type='html'>5:30 wib.&lt;p&gt;Jakarta hari ini dingin sekali. Selimut sampai kehilangan fungsinya sebagai penjaga panas tubuh. Udara dinginnya memenuhi seisi kamar sampai ke sela-sela terkecil. Jadi mirip Bandung. Jarang sekali Jakarta bisa sedingin ini. Seharusnya ini jadi suasana yang tepat untuk melanjutkan tidur nyenyak setelah sholat subuh, tapi tugas dikantor sudah terbayang-bayang di pikiran.&lt;br&gt;.&lt;br&gt;.&lt;br&gt;Secangkir kopi panas mungkin bisa membantu mata untuk bisa membuka kelopaknya. Huahhmm... Mari bangun pagi!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-4020301215692140985?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/4020301215692140985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/07/is-it-winter-in-jakarta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/4020301215692140985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/4020301215692140985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/07/is-it-winter-in-jakarta.html' title='IS IT WINTER IN JAKARTA?'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-417854061615017406</id><published>2009-07-08T02:52:00.000+07:00</published><updated>2009-07-08T02:45:15.444+07:00</updated><title type='text'>INSOMNIUS MUNAFIKUS</title><content type='html'>Tiga hari belakangan ini saya melihat, mungkin tepatnya membaca, kata &amp;quot;insomnia&amp;quot; distatus facebook temen-temen. Apa memang lagi populer ya kata  &amp;quot;insomnia&amp;quot; itu? Sepertinya &amp;quot;insomnia&amp;quot; akan menggantikan kepopuleran kata &amp;quot;autis&amp;quot; yang sempat lalu lalang di status facebook beberapa bulan lalu.&lt;p&gt;Sekarang kata &amp;quot;insomnia&amp;quot; diterjemahkan dan dipergunakan secara &amp;quot;semena-mena&amp;quot; oleh semua orang. Nonton bola sampe jam 2 pagi bilangnya insom. Ngerjain skripsi sampe jam 12 malem ngaku terjangkit insomnia juga. Belum lagi yang cuma bengong mikirin putus cinta sampe hampir pagi.&lt;p&gt;Di indonesia, trend kata-kata bisa nular rapidly ke semua orang. Mungkin bisa disebut endemik penyakit  bahasa. Trus kalo udah jadi endemik, kita bisa denger dan liat kata itu di radio, tv, facebook, sampe majalah. Sampe akhirnya kita bosen sendiri ngebaca itu kata.&lt;p&gt;Balik lagi ke insomnia. Budaya kurang tidur lagi populer. Penularannya mungkin dari facebook. Kok bisa? Ya iya bisa. Menurut ilmu self hypnosis,kalo kita sering baca suatu kata berulang-ulang, lama kelamaan kata itu bisa jadi sugesti buat alam bawah sadar kita. Akhirnya kita ketularan efek dari kata tersebut. Orang yang sering baca status yang ada kata &amp;quot;insomnia&amp;quot;nya di facebook bisa berubah jadi begadang-ers. Apalagi kalo yang baca anak ABG. Gak perlu nunggu tiga hari. Kalo mereka liat kata itu sering dipake sama temen-temennya, mereka langsung latahan buat menyisipkan kata yang lagi ngetrend itu di daily conversation.&lt;p&gt;Hahhh, indonesiaku bangsa latahan dan gampang ketularan. &lt;p&gt;Ngomong-ngomong, ngapain gw nulis beginian jam setengah tiga pagi? Jangan-jangan gw ketularan endemiknya insomnia juga. Malah gue lebih parah kayaknya, INSOMNIUS MUNAFIKUS, orang yang terjangkit insomnia tapi sibuk ngomongin orang lain yang latahan &amp;quot;insomnia. Hihihi...&lt;p&gt;&lt;br&gt;Arif Kamaluddin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-417854061615017406?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/417854061615017406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/07/insomnius-munafikus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/417854061615017406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/417854061615017406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/07/insomnius-munafikus.html' title='INSOMNIUS MUNAFIKUS'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-89261095391490572</id><published>2009-07-03T14:41:00.000+07:00</published><updated>2009-07-03T14:34:21.885+07:00</updated><title type='text'>GARA-GARA RAMALAN EKSPERIMEN</title><content type='html'>Waktu jalan-jalan rutin ke toko buku, tidak sengaja saya melihat buku tentang cara meramal menggunakan kartu remi dipojok bawah rak buku. Hmm, hasrat ingin tahu sedikit menggelitik. Tapi sayang, tidak ada buku samplenya, semua buku judul tersebut masih terbungkus wrapping band, jadi saya tidak bisa melihat isi bukunya secara sekilas. Padahal rasa penasaran sudah ada di ubun-ubun. Setelah pikir-pikir, tidak ada salahnya sedikit berspekulasi tentang isi bukunya. Lagi pula harganya murah, cuma lima belas ribu. Tanpa ragu lagi saya langsung memasukan buku itu ke dalam kantung belanja buku.&lt;p&gt;Sesampainya di rumah, rasa ingin tahu makin tidak tertahankan, membuat saya segera merobek plastik pembungkusnya. Setelah melihat isinya ternyata lucu juga. Isinya bagus juga buat meramal seru-seruan, bukan buat dibawa serius. &lt;p&gt;Acara meramal seru-seruan ini butuh dua hal yaitu: kartu remi dan korban eksperimen. Hal yang pertama, kartu remi, saya beli di warung dekat rumah. Hal yang kedua, &amp;quot;korban eksperimen&amp;quot;, tidak mungkin saya beli diwarung juga. Mmm, lalu muncul ide untuk menggunakan Facebook sebagai sarana mencari korban. Tak lama setelah saya update status yang menyatakan bahwa saya menyediakan &amp;quot;jasa ramal gratis&amp;quot;, muncullah di inbox facebook puluhan teman-teman yang ingin diramal yang kebanyakan perempuan. Padahal cuma butuh satu, tapi yang datang segambreng. Yah, namanya juga pekerja-ramal-sukarela, saya ladeni semua peminat.&lt;p&gt;Sebelumnya saya sudah mengatakan ke teman-teman tentang maksud dan tujuan ramalan-gratis ini, cuma buat seru-seruan aja. Setelah mereka setuju, saya mulai kocokan kartu pertama lalu saya kirimkan hasil ramalan melalui Facebook Message supaya privasi tetap terjaga.&lt;p&gt;Tak disangka, banyak teman yang mengatakan bahwa ramalan saya cukup akurat (Hah?? Masa sih? Padahal yang saya lakukan cuma mengikuti prosedur yang ada dibuku). Bahkan banyak dari mereka yang me-reply hasil ramalan yang saya kirimkan dengan kalimat depan: &amp;quot;Rif, tolong ramalin lagi dong&amp;quot; dan embel-embel &amp;quot;gw lagi bingung bgt nih&amp;quot; dibelakangnya.&lt;p&gt;Kok malah jadi keterusan? &lt;p&gt;Karena kasihan, akhirnya saya berikan lagi jasa ramal gratisnya. Menolong teman kan tidak ada batasnya bukan? &lt;p&gt;Ramal-meramal ini awalnya cuma untuk seru-seruan, tapi lama kelamaan jadi seru beneran.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Arif Kamaluddin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-89261095391490572?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/89261095391490572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/07/gara-gara-ramalan-eksperimen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/89261095391490572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/89261095391490572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/07/gara-gara-ramalan-eksperimen.html' title='GARA-GARA RAMALAN EKSPERIMEN'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-4091949572713116544</id><published>2009-07-02T15:25:00.000+07:00</published><updated>2009-07-02T15:18:42.621+07:00</updated><title type='text'>Area bebas marah, thanks god</title><content type='html'>Ternyata penempatan permanen saya sebagai auditor dikantor cabang membawa berkah tersendiri. Walaupun gedungnya tidak se&amp;quot;cantik&amp;quot; head office, tapi suasana disini lebih tenang dan nyaman. Sudah dua hari saya ngantor disini, dan selama dua hari pula saya tidak disuguhi sarapan marah-marah dikantor. Walaupun saya di kantor cabang ini sebagai auditor tunggal -artinya sendirian, tanpa teman auditor lain untuk saling berbagi cerita- tapi disini (kantor cabang suasananya bersahabat sekali. Orang-orangnya lebih ramah.&lt;p&gt;Tadinya saya pikir penempatan saya sebagai auditor tunggal dikantor cabang akan menjadi mimpi buruk saya. Sendirian, tanpa teman, terkucil, seperti diasingkan dari dunia. Saya sempat membayangkan buruknya suasana menjadi &amp;quot;the loner&amp;quot;. Semua orang pasti tidak suka ditongkrongi auditor sepanjang hari. Sementara si auditor, yang cuma menjalankan tugas, menjadi musuh bersama... sendirian. It&amp;#39;s me against the world.&lt;p&gt;Fiuhh, untung saja suasananya berbeda dari yang saya bayangkan. Orang-orang  dikantor cabang cukup bersahabat. Walaupun kata &amp;quot;bersahabat&amp;quot; tidak bisa diartikan lebih luwes lagi. Sikap bersahabatnya masih dicampur rasa &amp;quot;hormat&amp;quot;, mungkin karena saya adalah sang utusan kantor pusat. Itu dibuktikan dari cara mereka memanggil saya dengan sebutan &amp;quot;Pak&amp;quot;. Padahal saya tidak keberatan apabila mereka memanggil saya dengan nama saya(arif). Saya bukan orang yang gila hormat kok. Lagipula umur saya masih 25 tahun, panggilan &amp;quot;pak&amp;quot; masih terlalu berat dipundak.&lt;p&gt;Syukurlah, saya tidak perlu berlama-lama dikantor pusat, tempat dimana senyuman lebih mahal dibanding harta Soeharto.&lt;br&gt;. . . . .&lt;p&gt;Penerimaan dan sikap bersahabat dari para staff kantor cabang tidak lantas membuat saya mengurungkan niat untuk mencari tempat yang lebih baik. Karena dari cerita-cerita yang hinggap di telinga saya, auditor-auditor sebelum saya cuma sanggup bertahan paling lama 2 bulan dan paling cepat cuma 1 minggu. Katanya sih karena manajer auditnya temperamental. Hmm... Parah bukan??&lt;p&gt;Entahlah. Apa saya sanggup bertahan selama satu bulan lebih? Itu akan dijawab oleh rekening tabungan saya. Jika diakhir bulan angkanya bertambah, itu artinya saya sudah satu bulan bertahan.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Arif Kamaluddin- drowned doubtful :(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-4091949572713116544?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/4091949572713116544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/07/area-bebas-marah-thanks-god.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/4091949572713116544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/4091949572713116544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/07/area-bebas-marah-thanks-god.html' title='Area bebas marah, thanks god'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-1951905487046366953</id><published>2009-06-25T06:50:00.001+07:00</published><updated>2009-06-25T14:00:48.759+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blackberry diblokir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blackberry'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blokir'/><title type='text'>Blackberry diblokir??!</title><content type='html'>Blackberry diblokir.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Blackberry diblokir??? Kenapa?&lt;p&gt;Dari salah satu situs berita, saya membaca tentang diblokirnya smartphone yang sedang tenar di indonesia itu. Mengecewakan bukan? Padahal para operator seluler sebentar lagi akan meluncurkan Blackberry CDMA ke pasaran. Tapi niat tersebut harus diurungkan lantaran ada pemblokiran smartphone Blackberry oleh DEPKOMINFO.&lt;p&gt;Alasan yang mendasari pemblokiran tersebut adalah tidak adanya service centre RIM (Research in motion) selaku produsen Blackberry di indonesia. Mungkin maksud pemerintah baik, supaya konsumen produk RIM bisa terlindungi haknya, terutama hak untuk mendapatkan pelayanan purna jual.&lt;p&gt;Pemblokiran tersebut akan dicabut apabila RIM sudah menyediakan service centre-nya di indonesia. Tapi, sebelum itu terjadi, orang-orang yang tadinya punya niat untuk membeli blackberry harus menahan diri dan bersabar.  Saya sih tidak terpengaruh. Saya masih nyaman sekali menggunakan P990i, smartphone touchscreen keluaran sony erricson. Yang penting bisa posting blog dan punya fasilitas koneksi wifi, itu sudah cukup.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Arif Kamaluddin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-1951905487046366953?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/1951905487046366953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/06/blackberry-diblokir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/1951905487046366953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/1951905487046366953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/06/blackberry-diblokir.html' title='Blackberry diblokir??!'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-6256966683860128698</id><published>2009-06-24T09:14:00.001+07:00</published><updated>2009-06-25T14:01:29.846+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gunadarma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='legalisir'/><title type='text'>Apa saya sudah terlalu tua untuk datang ke kampus?</title><content type='html'>Kampus, tempat yang sudah 2 tahun tidak saya kunjungi semenjak kelulusan saya. Seperti apa ya sekarang? Apa ada yang berubah?&lt;br&gt;. . . . .&lt;p&gt;Hari ini saya harus ke kampus untuk melegalisir ijasah karena perusahaan yang baru nanti menginginkan saya menyerahkan ijasah yang terlegalisir. Berhubung persediaan ijasah saya sudah habis, mau tidak mau harus datang ke kampus untuk melegalisir ijasah dan transkrip nilai. Dan mau tidak mau harus bolos kerja hari ini. Karena dikantor tidak ada yang namanya kepala sekolah, jadi saya tidak perlu takut disetrap didepan kelas karena bolos.&lt;p&gt;Pagi-pagi sekali saya sudah berangkat ke kampus. Jarak antara rumah saya (jakarta timur) dengan kampus (depok) cukup jauh, bisa memakan waktu sampai satu setengah jam. Belum lagi ditambah macet disana-sini seperti biasanya jalan-jalan di jakarta. Bisa jadi dua jam perjalanan. Macetnya Jakarta bisa sangat menyiksa para pengguna jalan dan jika dilihat dari sudut pandang yang lebih luas bisa mengurangi produktifitas penduduk yang tinggal didalamnya. Yang bisa mendulang keuntungan ditengah macet cuma pedagang asongan dan tukang ngamen.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Sepanjang perjalanan, saya melihat pemandangan yang tidak asing. Pikiran langsung mengenali setiap ruas jalan yang saya lewati. Persimpangan Tanjung Barat, underpass pasar minggu, dan stasiun-stasiun kereta dalam kota sudah menjadi pemandangan yang akrab dalam ingatan. Seperti memutar balik rekaman masa kuliah dulu. Cuma bedanya dulu saya naik kereta Jabodetabek yang padat sesak untuk mengatar saya ke kampus.&lt;p&gt;Sesampainya di kampus, ada perasaan yang aneh. Seperti terpisah dari lingkungan sekitar. Sementara para mahasiswa memakai pakaian yang kasual, saya memakai setelan rapi khas orang kantoran. Terlalu rapi untuk lingkungan kampus. Jadi nggak pede. Kenapa harus tidak percaya diri? Anggap saja saya ini dosen:) berpura-pura datang ke kampus untuk mengajar mungkin bisa mengatasi rasa tidak percaya diri yang murahan ini. Maka, dengan wajah terangkat dan langkah mantap, saya menginjak tanah kampus lagi.&lt;br&gt;...&lt;p&gt;Hampir tidak ada yang berubah dari kampus. Pepohonannya yang rindang di areal parkir, tukang fotocopy yang berjajar sepanjang jalan, dan warung-warung makan dengan menu murah yang sesuai kondisi keuangan mahasiswa masih ada ditempatnya. Tidak ada perubahan yang signifikan. Semua masih seperti dua tahun yang lalu.&lt;p&gt;Saya berusaha mengingat lokasi loket tempat melegalisir ijasah sambil menyusuri koridor-koridor penghubung antar gedung. Beberapa sudut gedung mengingatkan saya kepada masa pacaran ketika masih jadi mahasiswa dulu. Wah, pokoknya gak bisa ngeliat pojokan kosong deh, langsung dibooking buat pacaran:)&lt;p&gt;Saya sudah ada didepan loket ijasah dan transkrip. Ternyata waktu pelayanannya pukul 9:30 dan sekarang masih pukul 8:00 pagi. Jelas saya datang terlalu pagi. Have a nice waiting then!&lt;p&gt;&lt;p&gt;Arif Kamaluddin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-6256966683860128698?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/6256966683860128698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/06/apa-saya-sudah-terlalu-tua-untuk-datang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6256966683860128698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6256966683860128698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/06/apa-saya-sudah-terlalu-tua-untuk-datang.html' title='Apa saya sudah terlalu tua untuk datang ke kampus?'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-466854012964812357</id><published>2009-06-21T13:59:00.001+07:00</published><updated>2009-06-25T14:01:55.045+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mobil tua'/><title type='text'>Deg-degan dengan mobil tua.</title><content type='html'>Mestinya saya liburan di rumah saja hari ini. Maunya sih cuma menjalin kemesraan dengan bantal guling seharian. Tapi saya baru ingat, beberapa hari yang lalu saya sudah berjanji pada ibu untuk mengantar ke Depo Bangunan, itu lho... Swalayan yang khusus menjual bahan-bahan bangunan. &lt;p&gt;Ibu berencana untuk merenovasi kamar mandi dirumah. Renovasinya agak besar-besaran, jadi harus membeli banyak barang seperti keran, wc duduk, shower, dan perlengkapan lainnya.&lt;p&gt;Barang yang dibeli cukup banyak, tidak mungkin menggunakan kendaraan umum karena pasti akan merepotkan dan makan tempat. Mau tidak mau harus menggunakan &amp;quot;si Biru&amp;quot;, mobil daihatsu Hijet keluaran tahun 1982 milik keluarga. &lt;br&gt;.&lt;br&gt;.&lt;br&gt;Astaga, ini bencana buat saya.&lt;br&gt;.&lt;br&gt;.&lt;br&gt;Si biru tidak boleh di supiri oleh sembarangan orang. Rem yang sudah &amp;quot;blong&amp;quot;, lampu sein yang berkedip semaunya, klakson yang membisu, dan setir yang sering oleng  memerlukan supir dengan keahlian diatas rata-rata untuk menjinakan mobil 1000 cc ini. Minimal pernah menjuarai Grand Prix F1. Sayangnya saya tidak mampu menyewa michael schumacher untuk mengantar ibu. Jadi, mau tidak mau harus saya yang ada dibalik kemudi.&lt;p&gt;Jujur saja, saya termasuk muslim yang bandel. Jarang berdoa sebelum melakukan sesuatu. Tapi kali ini saya harus berdoa sebelum mengemudikan kendaraan super lawas ini agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Lalu saya pun berdoa:&lt;p&gt;&amp;quot;ya Allah, bantulah hambamu untuk mengendalikan kendaraan unik ini. Kalau schedule-nya tidak padat, tolong kirim dua malaikat untuk bantu mendorong bila tiba-tiba mogok dijalan. Tolong ya. Amin&amp;quot;&lt;p&gt;Maka dimulailah petualangan mengemudi yang tiada duanya.&lt;p&gt;***&lt;p&gt;Minggu siang yang cerah, hampir tidak ada awan yang menutupi birunya langit Jakarta. Hujan sinar matahari yang membuat pemandangan diluar rumah terlihat kekuningan. Saat panas terik seperti ini, sedikit angin menjadi sesuatu yang sangat dirindukan.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Arif Kamaluddin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-466854012964812357?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/466854012964812357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/06/deg-degan-dengan-mobil-tua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/466854012964812357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/466854012964812357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/06/deg-degan-dengan-mobil-tua.html' title='Deg-degan dengan mobil tua.'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-6949228235995012453</id><published>2009-06-20T05:46:00.000+07:00</published><updated>2009-06-20T05:39:43.223+07:00</updated><title type='text'>Izinkan saya berBOHONG malam ini.</title><content type='html'>Udara malam terasa hangat.&lt;br&gt;.&lt;br&gt;.&lt;br&gt;Malam ini saya diajak ke acara ulang tahun harian JURNAL NASIONAL oleh direksi dalam rangka pendekatan, atau mungkin lebih halusnya menjalin hubungan bisnis yang baik dengan salah satu petinggi JURNAS. Mungkin semua terlihat baik-baik saja, tapi tidak bagi saya. Ada perasaan yang aneh didalam diri. Malam ini saya masih menjalankan fungsi jabatan saya padahal besok saya akan mengajukan pengunduran diri (ssstt... Direksi belum tahu sama sekali tentang pengunduran diri saya)&lt;p&gt;Kata apa yang dapat menggambarkan perasaan saya? &amp;quot;Bermain peran&amp;quot; mungkin bisa menggambarkan. Secara fisik, saya memang menghadiri acara tersebut tapi hati dan pikiran entah ada dimana, yang jelas bukan disini.&lt;p&gt;Mobil yang saya tumpangi sedang berhenti dilampu lalu lintas Gondangdia. Diluar, suasana terlihat sangat tenang. Di sisi kanan, gedung tua bekas peninggalan zaman kolonial belanda yang sekarang menjadi kantor pos gondangdia berdiri tegak ditengah temaramnya lampu jalan. Terlihat romantis ditengah gedung-gedung modern yang berdiri menjulang diatas tanah Jakarta.&lt;p&gt;Yang saya rasakan saat ini adalah ketenangan yamng menggelincir disetiap sel tubuh. Membuat saya merasa bahwa semua akan baik-baik saja malam ini.&lt;p&gt;Untuk malam ini saja, izinkan saya berbohong. Memerankan sesuatu yang bukan diri saya. Saya berjanji untuk berperan dengan baik.&lt;p&gt;&lt;p&gt;ARIF KAMALUDDIN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-6949228235995012453?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/6949228235995012453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/06/izinkan-saya-berbohong-malam-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6949228235995012453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/6949228235995012453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/06/izinkan-saya-berbohong-malam-ini.html' title='Izinkan saya berBOHONG malam ini.'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-5035228818882620938</id><published>2009-06-18T06:57:00.000+07:00</published><updated>2009-06-18T06:50:47.798+07:00</updated><title type='text'>Pengunduran diri: sekarang belum saatnya</title><content type='html'>Pagi yang dingin. Kabut masih menempel di kaca jendela. Matahari belum muncul, tapi pecahan sinarnya yang berwarna oranye sudah terlihat di ujung langit sebelah timur. Beberapa burung mulai bersuara dari balik dedaunan pohon angsana disamping rumah. &lt;p&gt;Dinginnya udara terasa ketika menarik nafas. Mengisi rongga pernafasan dengan udara yang bersih. &lt;p&gt;Hari ini harus berangkat lebih pagi dari biasanya, karena nanti ada meeting pagi. Malas? Iya, sangat malas. Tapi, sekali-kali berangkat lebih awal tidak akan menggangu kebahagiaan selama sehari bukan?&lt;p&gt;Kemarin siang, saya mendapatkan telefon yang memberitahukan bahwa saya telah diterima sebagai internal auditor disebuah perusahaan consumer goods. Bahagianya bukan main, karena sudah sekian lama berpisah dengan dunia internal auditing, dan sekarang kembali lagi. Semua hal-hal yang saya rindukan akan kembali. Laporan audit, pembuatan rencana pemeriksaan, uji pengendalian intern dan kertas kerja pemeriksaan sudah terbayang dalam pikiran.&lt;p&gt;Usai mendapatkan kabar penerimaan, saya berniat untuk segera mengajukan pengunduran diri. Tapi niat tersebut pada akhirnya urung dilakukan karena kebetulan kemarin atasan saya yang sekaligus pemilik perusahaan memanggil saya untuk berdiskusi soal banyaknya karyawan yang mengundurkan diri bulan ini di kantor pusat Bandung. Beliau terlihat sangat kecewa dengan banyaknya karyawan yang mengundurkan diri. Melihat kekecewaan seperti itu, entah kenapa tiba-tiba timbul rasa kasihan di hati. Ya, jelas ini bukan saat yang tepat untuk mengajukan pengunduran diri saya. Harus menunggu saat yang tepat.&lt;p&gt;Aneh, seperti kebetulan yang terencana, ketika saya bermaksud mengundurkan diri kenapa banyak yang kompak ingin melakukan hal yang sama ya? Padahal tidak satupun dari kami (yang mengundurkan diri) yang merencanakan untuk keluar &amp;quot;berjamaah&amp;quot; seperti ini. Tapi biarlah, mereka mengundurkan diri kan untuk sesuatu yang lebih baik, dan setiap orang berhak mendapatkan yang terbaik bagi dirinya, baik itu dari sisi finansial maupun hasrat dan kenyamanan bekerja. &lt;p&gt;Lusa atau minggu depan mungkin menjadi saat yang tepat untuk mengajukan pengunduran diri. Setelah &amp;quot;gonjang-ganjing&amp;quot; atmosfer bekerja dikantor sudah agak mereda. Memang tidak akan pernah ada saat yang tepat untuk mengundurkan diri, tapi setidaknya ada saat yang terbaik diantara ketidak-tepatan situasi.&lt;p&gt;. . . . .&lt;p&gt;Sarapan sudah menunggu di atas meja makan. Nasi dan lauk-pauknya.  Diluar suara-suara ramai terdengar yang menandakan bahwa aktifitas kehidupan di Jakarta sudah dimulai. Mandi, berpakaian, dan sarapan harus dilakukan lebih cepat agar bisa tiba dikantor lebih pagi.&lt;p&gt;&lt;p&gt;Arif Kamaluddin,&lt;br&gt;&amp;quot;On being a great person&amp;quot;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-5035228818882620938?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/5035228818882620938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/06/pengunduran-diri-sekarang-belum-saatnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/5035228818882620938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/5035228818882620938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/06/pengunduran-diri-sekarang-belum-saatnya.html' title='Pengunduran diri: sekarang belum saatnya'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-3197557491927967040</id><published>2009-06-15T11:15:00.001+07:00</published><updated>2009-06-15T11:15:04.997+07:00</updated><title type='text'>SEMPURNA ITU ADA DISINI DAN TERJADI SAAT INI</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;Segalanya sempurna. Semua hal berada pada tempat yang tepat dan terjadi pada saat yang tepat. Ketepatan Tuhan dalam mengatur ruang dan waktu tidak dapat disangkal oleh siapapun. Sebuah presisi agung dari sang pencipta.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Segalanya sempurna. Sudah diatur sedemikian rupa. Manusia tidak perlu repot-repot mengubah atau menyeimbangkan. Kejadian apapun (baik maupun buruk) didalam jagat semesta yang luas ini terjadi demi keseimbangan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Segalanya sempurna, bahkan untuk hal atau kejadian terkecil. Buku kehidupan sudah menuliskan seberapa banyak molekul udara yang kita hirup dalam satu kali tarikan nafas. Kejatuhan selembar daun dari dahannya pun sudah ada dalam cetak biru kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Segalanya sempurna. Tidak ada yang berjalan diluar garisnya. Semua berjalan mengikuti sebuah garis tipis tak terlihat yang disebut Takdir. Maka, akan terlihat sombong sekali apabila ada seseorang yang mengklaim keberhasilan yang diraihnya adalah hasil usahanya dalam mengubah nasib.  Meskipun diakhir pernyataannya dia mengucapkan  "ini semua berkat doa dan usaha".  Seolah mengatakan bahwa sukses yang diraihnya datang dari kerjasama antara Tuhan (doa) dengan manusia (usaha). Padahal niat seorang manusia untuk mengubah nasibpun sudah diatur oleh kehidupan-kepanjangan tangan Tuhan yang diberi wewenang untuk berhubungan langsung dengan manusia-. Tanpa keinginan Tuhan, manusia tidak dapat mengubah nasibnya atau sekedar berpikir untuk melakukannya. Manusia sangat lemah dalam menentukan hidupnya. Berjalannya roda semesta sepenuhnya berada dalam kendali absolut Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Segalanya sempurna. Tidak ada baik maupun buruk. Persepsi lemah manusialah yang membedakan antara baik dan buruk. Segala hal yang sesuai keinginan akan langsung diberi label "baik" sementara hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan diberi label "buruk". Otak manusia disibukkan oleh dualitas baik–buruk hingga melupakan bahwa "baik" dan "buruk" hanyalah sebuah kata tanpa makna yang tidak bisa menggambarkan realitas eksternalnya, seperti yang sering diucap oleh para praktisi NLP. Mengubah persepsi adalah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Bukan oleh orang lain, tapi kita sendiri. Bukan nanti, tapi saat ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Segalanya sempurna. Selalu berada pada tempat yang tepat dan terjadi pada saat yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arif Kamaluddin&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;arifkamaluddin.blogspot.com&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-3197557491927967040?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/3197557491927967040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/06/sempurna-itu-ada-disini-dan-terjadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/3197557491927967040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/3197557491927967040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/06/sempurna-itu-ada-disini-dan-terjadi.html' title='SEMPURNA ITU ADA DISINI DAN TERJADI SAAT INI'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-1266556151705846781</id><published>2009-06-15T00:33:00.000+07:00</published><updated>2009-06-15T00:26:19.561+07:00</updated><title type='text'>Bodoh tapi tidak sadar</title><content type='html'>BODOH TANPA SADAR&lt;br&gt;&lt;a href="http://arifkamaluddin.blogspot.com"&gt;arifkamaluddin.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Seperti hari-hari sebelumnya, saya pulang dari kantor menuju rumah dengan melewati jalan raya Matraman. Jalan panjang dan lebar yang enak untuk sedikit menancap gas. Walaupun terkadang macet, tapi masih terbuka ruang yang cukup lapang bagi pengendara motor yang suka ngebut. Termasuk saya. &lt;p&gt;Sore itu jalan raya matraman begitu lengang. Bis kota yang biasanya menutup jalan pun tidak terlihat. Semuanya sempurna, maksudnya untuk kebut-kebutan. Tanpa ragu-ragu saya langsung menaikan perseneling dan menarik gas.&lt;p&gt;Jarum speedometer terus bergerak naik dalam hitungan kurang dari tiga puluh detik.&lt;br&gt;40...50...60...70...80... Tiba-tiba,  seorang perempuan muda berlari melintas bermaksud untuk menyeberang jalan. Jarak antara motor saya dan perempuan itu sekitar 20 meter dan kecepatan motor saya sekitar 80 km/jam. Spontan saja saya menginjak rem. Perempuan tersebut melihat kearah saya dengan wajah panik. Untung saja kanvas rem belakang dan depan baru diganti, sehingga pengereman bisa dilakukan dengan sempurna tepat didepan perempuan tersebut.&lt;p&gt;&amp;quot;gimana sih mas, kalo naik motor jangan ngebut dong! Untung aja nggak nabrak.&amp;quot; perempuan itu memarahi saya dengan mata membelalak.&lt;p&gt;Masih dalam keadaan panik dan jantung yang berdebar saya menjawab singkat  &amp;quot;maaf deh mbak&amp;quot;&lt;p&gt;Perempuan tersebut terus menghujani saya dengan kata-kata yang syarat amarah. Dalam &amp;quot;hujan kata-kata&amp;quot; itu saya baru sadar kalau saya berada tepat dibawah jembatan penyeberangan halte busway Gramedia.&lt;p&gt;Dalam hati saya bertanya kenapa perempuan ini tidak menggunakan jembatan penyeberangan.&lt;p&gt;Apa kakinya tidak sanggup menaiki anak tangga? Tidak mungkin. Umurnya masih muda. Lagipula tadi saya melihat dia berlari ketika menyeberang.&lt;p&gt;Apa dia memakai rok, jadi takut diintip oleh orang iseng dari bawah? Tidak, dia memakai jeans panjang.&lt;p&gt;Atau jangan-jangan jembatannya sedang diperbaiki sehingga orang-orang tidak diperbolehkan menggunakan jembatan? Hmm, diatas sana, di jembatan, saya lihat banyak orang yang sedang berlalu lalang.&lt;p&gt;Lalu apa alasannya untuk sebegitu beraninya menyeberangi jalan raya sebesar ini?&lt;p&gt;Saat saya memikirkan jawabannya, perempuan tersebut tidak henti-hentinya menceramahi saya. Pegal juga rasanya telinga ketika mendengar ocehan yang tidak ada ujungnya. Serangan kata-kata ini harus segera dihentikan&lt;p&gt;Ini saatnya bertindak.&lt;p&gt;Rentetan kata-kata yang keluar dari mulut perempuan muda itu pun langsung saya potong.&lt;p&gt;&amp;quot;lho, itu kan jembatan penyeberangan. Kenapa mbak nggak lewat jembatan aja?&amp;quot;&lt;p&gt;Perempuan itu pun langsung terdiam seperti kehabisan kata-kata untuk menjawab. Mulut yang tadinya sibuk melontarkan kata-kata kasar itu pun menutup rapat tak bercelah.&lt;p&gt;Dari sikap tersebut saya dapat melihat bahwa dia memang sudah menyadari kesalahannya.&lt;p&gt;Akhirnya satu kalimat penutup dari saya keluar untuk membalas hujan hujatan.&lt;p&gt;&amp;quot;gimana sih? cantik-cantik tapi otaknya nggak disekolahin&amp;quot; &lt;p&gt;lalu saya menutup kaca helm dan pergi meninggalkan &amp;quot;tempat kejadian perkara&amp;quot;&lt;p&gt;Hahaha, saya sadar jika kalimat penutupnya kasar. Tapi tidak ada yang seenak membalas hujatan dengan menghujat balik :)&lt;p&gt;&lt;br&gt;Arif Kamaluddin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-1266556151705846781?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/1266556151705846781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/06/bodoh-tapi-tidak-sadar.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/1266556151705846781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/1266556151705846781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/06/bodoh-tapi-tidak-sadar.html' title='Bodoh tapi tidak sadar'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-1947295249449639061</id><published>2009-06-09T22:13:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T22:08:44.588+07:00</updated><title type='text'>Apa Tuhan masih mau menatap wajah saya?</title><content type='html'>Setelah sekian lama tidak bertegur sapa denganNya, apa dia masih ingat saya? Apa Dia masih mengingat semua percakapan ringan yang pernah kami lakukan? Semua gelak tawa dan canda riang, semua lagu yang biasa kami nyanyikan, semua tarian yang biasa kami lakukan.Seolah hidup ini cuma permainan kecil yang biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang saja.&lt;p&gt;Andaikata Dia lupa, saya tidak akan menyalahkanNya. Ini semua salah saya, seorang hamba dungu yang memutus hubungan yang dulu pernah terjalin dengan begitu mesra. Obrolan-obrolan ringan, tegur sapa setiap waktu, dan saling memuji satu sama lain. Hampir tidak ada waktu sedetikpun yang kami lewati tanpa saling memberikan senyum. Sebuah hubungan yang intim, hangat dan sangat pribadi. Dia sahabat yang baik karena bersedia menyimpan rapat-rapat seluruh aib saya dalam genggamannya tanpa membiarkan seorangpun tahu.&lt;p&gt;Dia pasti marah besar ketika saya datang lagi dengan membawa duka dan gelisah karena kejamnya saya, mengingat Dia hanya dalam keadaan duka, bimbang, dan gelisah. Tapi saat suka cita, tertawa riang, dan tenggelam dalam sorakan kegembiraan, saya justru tidak mengingat Dia sama sekali. Saya terlalu larut dalam kegembiraan hingga melupakan bahwa kegembiraan itu juga datang dari Dia. &lt;p&gt;Saat ini gelisah mengisi seluruh isi kepala dan dada. Rasanya tidak sanggup untuk menanggung semuanya sendirian. Saya ingin sekali menceritakan semua galau dan gelisah ini kepadaNya. Meminta pundakNya untuk menjadi sandaran bagi kepala yang penuh kebingungan ini. Tapi, apa Dia masih mau mendengarkan atau hanya sekedar menatap wajah saya?&lt;p&gt;&lt;br&gt;Arif Kamaluddin&lt;br&gt;-dalam kebingungan yang amat sangat-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-1947295249449639061?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/1947295249449639061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/06/apa-tuhan-masih-mau-menatap-wajah-saya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/1947295249449639061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/1947295249449639061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/06/apa-tuhan-masih-mau-menatap-wajah-saya.html' title='Apa Tuhan masih mau menatap wajah saya?'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-5170793490482211369</id><published>2009-06-09T06:51:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T06:44:26.709+07:00</updated><title type='text'>Ngidam nih, ada yang mau bantu?</title><content type='html'>Bukan cuma perempuan yang sedang hamil yang bisa ngidam, saya pun bisa, malah lebih parah. Ngidam yang saya derita ini sudah berlangsung selama 2 tahun dan belum juga terpenuhi. Lumayan parah kan? Ngidam kronis yang umurnya menahun seperti ini sangat menyiksa. Harus ada &amp;quot;tindakan tegas&amp;quot; untuk menyelesaikan masalah ngidam ini, karena semakin hari semakin parah saja ngidamnya.&lt;p&gt;Salah seorang sahabat saya pernah berkata : &amp;quot;udah lah Rip, kalo mau kamera DSLR mendingan beli aja sekarang. Kalo ditunda-tunda nantinya malah jadi tambah mahal&amp;quot;&lt;p&gt;Hmm.. Beli sekarang? Bisa sih, tapi mengganggu cash flow pribadi. Saya kan lulusan fakultas ekonomi jurusan akuntansi, jadi segala macam pengeluaran harus ditimbang dan dianalisa dengan cermat. Ribet ya? Begitulah cara berpikir dari orang yang punya mindset efisien (pelit kali?).&lt;p&gt;Harga kamera DSLR yang paling murah berkisar pada harga 4-5 jutaan. Lumayan menguras kantong kan? Saya takut dimarahi dompet dan ATM. Mereka (dompet dan ATM) pasti akan memarahi saya habis-habisan karena terlalu semena-mena membelanjakan uang. Uang yang seharusnya dibelanjakan untuk kebutuhan yang lebih penting jadi terbuang untuk &amp;quot;pembelian prioritas nomer sekian&amp;quot;.&lt;p&gt;Saya kan cuma mau memperdalam hobi fotografi yang selama ini cuma memakai kamera digital biasa lalu mempercantik hasilnya di photoshop. Kalau menggunakan kamera DSLR kan tidak perlu repot-repot nge-blur backgroundnya karena kamera tersebut sudah &amp;quot;dari sononya&amp;quot; bisa fokus.&lt;p&gt;Sekarang, saya masih dalam proses menabung sedikit demi sedikit untuk membeli DSLR. Mudah-mudahan terbeli suatu saat nanti.&lt;p&gt;Selamat menabung!!!&lt;p&gt;&lt;br&gt;Arif Kamaluddin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-5170793490482211369?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/5170793490482211369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/06/ngidam-nih-ada-yang-mau-bantu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/5170793490482211369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/5170793490482211369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/06/ngidam-nih-ada-yang-mau-bantu.html' title='Ngidam nih, ada yang mau bantu?'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-2281665361190795854</id><published>2009-06-09T05:18:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T05:11:26.533+07:00</updated><title type='text'>KEMBANG API: seperti memandang hidup</title><content type='html'>Kewajiban untuk bertemu dengan pacar tercinta sudah saya tunaikan hari ini, meskipun dengan perasaan malas. Setidaknya saya sudah tidak punya &amp;quot;hutang kunjungan&amp;quot; lagi. Paling tidak dua minggu kedepan saya tidak akan ditagih untuk &amp;quot;wakuncar&amp;quot;. &lt;p&gt;Orang-orang sering bertanya tentang kemalasan saya pergi pacaran. Mereka bilang biasanya anak muda justru lebih semangat pergi keluar bersama pacar daripada harus dirumah seharian. Boleh saja mereka beranggapan demikian, tapi tidak semua anak muda seperti itu. Contohnya saya. Saat liburan saya lebih suka dirumah. Leyeh-leyeh ditempat tidur, nonton tv, dan memainkan gitar yang bentuknya sudah tidak karuan lagi. &lt;p&gt;Rumah seperti tempat mengisi ulang energi kehidupan yang selama 6 hari terkuras habis dikantor. Rumah menjadi tempat bersembunyi bagi jiwa yang kelelahan menghadapi rutinitas hidup. Makanya saya lebih suka &amp;quot;mengurung&amp;quot; diri dirumah.&lt;p&gt;***&lt;br&gt;KEMBANG API, SEPERTI MEMANDANG KEHIDUPAN.&lt;p&gt;Pukul 21:10wib saya sudah dirumah. Lelah, dan pegal-pegal karena terlalu lama duduk diatas motor. &lt;p&gt;Kebetulan di masjid dekat (lumayan jauh sih) rumah sedang diadakan acara maulid. Riuh ramai disana. Ceramah-ceramah diperdengarkan lewat pengeras suara. Suaranya terdengar agak samar karena jarak yang lumayan jauh. Seperti sudah ditakdirkan berpasangan, dimana ada maulid disitu ada pasar kaget. Pasar dadakan yang menggerakan perekonomian rakyat kecil walaupun umurnya cuma satu malam saja. &lt;p&gt;Pasar kaget dipenuhi kerumunan pembeli yang rata-rata memakai baju putih, kopiah, dan sarung. Ramai sekali, sampai menimbulkan macet dijalan raya. Untungnya ada beberapa orang yang dengan sukarela mengatur lalu lintas supaya tetap lancar. Pasar kaget menjual aneka macam barang. Barang-barang yang dijual dipasar tersebut sangat tematis. Ada tasbih, minyak wangi, baju koko, sarung, dan barang-barang lain yang sesuai dengan acaranya.&lt;p&gt;Saya tiba dirumah setelah sabar mengantri untuk lewat dijalan raya yang macet. Tak lama setelah menapakan kaki dirumah, terdengar suara ledakan. Dengan terburu-buru saya mencari asal suara tersebut yang kemudian saya ketahui bahwa suara tersebut berasal dari samping barat rumah saya. &lt;p&gt;Ooh... Ternyata kembang api dari acara maulid. Aneh, lucu, acara maulid kok pake kembang api segala? Jadi mirip acara tahun baru.&lt;p&gt;Sudah lama saya tidak melihat kembang api. Pendaran cahaya kembang api sudah menjadi pemandangan langka. Kembang api mengisi langit sebelah barat dengan warna-warna yang indah. Kadang hijau, kuning, biru... terkadang merah. Terlihat seperti bintang yang meluncur dan berlomba-lomba menuju langit tapi pecah menjadi serpihan sebelum mencapai ujung langit. Serpihannya menyebar merata mengisi tiap rongga langit malam yang hitam datar dengan warna-warna. Serpihan-serpihan itupun turun ke bumi seperti ribuan hujan cahaya.&lt;p&gt;Menyaksikan kembang api yang saling berebut tempat di langit menjadi sebuah pengalaman meditatif yang ringan. Melihat terbang dan tenggelamnya kembang api dilangit seperti menonton siklus mutlak kehidupan... naik dan turun. Terbang-tenggelamnya kembang api sedikit menghapus keburaman saya dalam memandang hidup. Memberikan pemahaman tentang cara kehidupan memberikan pelajaran kepada manusia dengan menggerakan rodanya. Manusia yang sudah merasa nyaman dan menjadi malas akan dibangunkan dengan memutar roda hidupnya kebawah. Sementara manusia yang sudah kelelahan dan kewalahan untuk hidup akan diberi istirahat dengan memutar rodanya keatas.&lt;p&gt;Ya, hidup itu seperti kembang api. Naik ke atas langit; pecah, menyebar dan memberi terang; lalu tenggelam dan meredup dalam ketenangan langit malam.&lt;p&gt;&lt;p&gt;Arif Kamaluddin, dalam ketenangan yang amat sulit dijelaskan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-2281665361190795854?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/2281665361190795854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/06/kembang-api-seperti-memandang-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/2281665361190795854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/2281665361190795854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/06/kembang-api-seperti-memandang-hidup.html' title='KEMBANG API: seperti memandang hidup'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4164193997326054920.post-5295550728915838165</id><published>2009-06-06T07:45:00.000+07:00</published><updated>2009-06-06T07:38:23.580+07:00</updated><title type='text'>Masih begitu kok mau sukses?</title><content type='html'>Tidur selama kurang lebih 8 jam menghilangkan kelelahan yang tadinya &amp;quot;menjajah&amp;quot; sekujur tubuh lalu menggantinya dengan rasa segar yang luar biasa. Tadi malam saya tidur lebih awal dari biasanya. Jam 9 malam saya sudah berbaring diatas tempat tidur, biasanya lebih malam dari itu. Padahal tadi malam saya ada janji dengan seseorang untuk online (chatting) di jam 10 malam. Janji tersebut terpaksa tidak saya tepati karena saya lebih memilih untuk beristirahat dibanding berdiskusi tentang pekerjaan dimalam hari.&lt;p&gt;Kemarin siang, saya mendengar banyak keluhan. Beberapa orang menceritakan kekecewaannya terhadap perusahaan tempat mereka bekerja. Kecewa-kecewa yang klasik. Gaji, fasilitas, dan kepastian nasib terus menerus ada dipikiran beberapa teman yang mau menceritakan kegundahannya. Semua orang mengeluhkan hal yang sama.&lt;p&gt;Di indonesia, banyak perusahaan-perusahaan yang menganggap sumberdaya manusia (pekerja) sebagai beban/biaya. Sehingga banyak pula perusahaan yang &amp;quot;malu-malu&amp;quot; untuk mengikutsertakan karyawannya dalam program pelatihan pengembangan karyawan dan memberikan. Fasilitas dan gajipun diberikan seminimal mungkin. Yah, karena karyawan masih dianggap sebagai beban bagi perusahaan. Dari sudut pandang akuntansi, gaji memang dimasukan kedalam komponen biaya. &lt;p&gt;&amp;quot;Biaya, dalam definisi awamnya adalah harga perolehan yang dikorbankan atau digunakan dalam rangka memperoleh penghasilan atau revenue yang akan dipakai sebagai pengurang penghasilan&amp;quot;. Dari pengertian tersebut dapat dilihat bahwa perusahaan yang menganggap karyawan sebagai biaya/beban, akan merasa terbebani untuk memberikan fasilitas dan gaji yang cukup karena akan MENGURANGI PENGHASILAN. Jadi karyawan + fasilitas dan gaji + pengembangan dan pelatihan ekuivalen dengan biaya. Mengecewakan...&lt;p&gt;Seharusnya karyawan digolongkan sebagai investasi. Investasi memang terlihat hampir sama dengan biaya. Sama-sama mengeluarkan uang. Tapi terdapat perbedaan jika dilihat dari tujuan dikeluarkannya uang. Investasi ditujukan agar pihak yang mengeluarkan uang bisa menikmati keuntungan dimasa depan dan dalam jangka waktu yang sangat panjang. Akan menjadi indah apabila perusahaan menganggap karyawan sebagai investasi. Fasilitas yang baik, pengembangan karyawan, dan gaji yang memadai akan diberikan dengan harapan perusahaan bisa menikmati keuntungan jangka panjang dimasa depan. &lt;p&gt;Mungkin akan ada orang-orang yang tidak setuju dengan pendapat ini dan mengatakan ini semua sebagai omong kosong. Untuk orang-orang yang tidak setuju tersebut saya cuma bisa menunjukan rasa kasihan saya karena perusahaan yang mereka pimpin tidak akan melangkah kemanapun selain ke arah keruntuhan. Sekarang mereka bisa saja berkata &amp;quot;perusahaan kami baik-baik saja kok dengan fasilitas, gaji, dan pengembangan seadanya&amp;quot;, tapi dikemudian hari, saat jaman semakin maju dan dibutuhkan &amp;quot;mesin kerja&amp;quot; yang handal, mereka akan berada di tempat tertinggal.&lt;p&gt;Ada segelintir perusahaan yang berpandangan modern yang memberikan sejuta kenyamanan bagi karyawannya sehingga karyawannya memberikan timbal balik berupa kerja yang produktif dan loyalitas terhadap perusahaan. Sebut saja Astra dan DHL, sudah menjadi rahasia umum bahwa dua perusahaan tersebut dikejar-kejar calon pekerja karena &amp;quot;kenyamanannya&amp;quot;. Kebanyakan perusahaan di indonesia masih berkata begini : &amp;quot;karyawan harus memberikan kinerja dan loyalitasnya dulu, baru kemudian perusahaan memberikan gaji dan fasilitas&amp;quot;. &lt;p&gt;Apa? Loyalitas dan kinerja?&lt;p&gt;Loyalitas, sering dijadikan alasan bagi perusahaan untuk membuat karyawannya bekerja tanpa mengenal waktu. Sementara soal kinerja... Bagaimana mungkin karyawan memberikan kinerja yang baik apabila dalam melaksanakan tugasnya masih memikirkan kebutuhan-kebutuhan dan harga barang yang naik tanpa diiringi oleh kenaikan gaji.&lt;p&gt;Hah... Sudahlah&lt;p&gt;Ngomong-ngomong pagi ini akan menjadi sempurna bila dilengkapi dengan secangkir kopi hitam yang panas. &lt;p&gt;&lt;p&gt;Arif Kamaluddin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4164193997326054920-5295550728915838165?l=arifkamaluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/feeds/5295550728915838165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/06/masih-begitu-kok-mau-sukses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/5295550728915838165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4164193997326054920/posts/default/5295550728915838165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifkamaluddin.blogspot.com/2009/06/masih-begitu-kok-mau-sukses.html' title='Masih begitu kok mau sukses?'/><author><name>Arif Kamaluddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02937093262810345858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_cUsCBo1smz0/SnaD7Fj5Y6I/AAAAAAAAADw/niVksKIsjlw/S220/Beside+The+Light.BMP'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
